HaiBunda

PARENTING

Nilai Positif Kartun Bluey, Bisa Bantu Anak Mengekspresikan Emosinya

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Selasa, 03 Mar 2026 12:05 WIB
Ternyata Kartun Bluey Bisa Bantu Anak Mengekspresikan Emosinya/Foto: Disney

Pernahkah Bunda melihat kartun Bluey yang akhir-akhir ini jadi favorit banyak orang. Seorang jurnalis asal Amerika menyoroti setiap episode Bluey dari kacamata psikologi dan menyebut bahwa Bluey bukanlah sekadar kartun anak biasa.

Episode-episodenya yang hanya berdurasi sekitar tujuh menit ini sangat disukai keluarga di berbagai negara. Bluey berhasil menjadi penyeimbang hiburan untuk anak-anak sekaligus orang dewasa. Tak sedikit orang tua yang bahkan merasa terharu saat menonton Bluey, Bunda.

Seperti anak-anak yang melihat diri mereka dalam karakter Bluey, Bingo, dan Muffin, banyak orang tua juga merasa terwakili lewat sosok Bandit dan Chili. Meskipun target utamanya adalah anak-anak, karakter orang dewasa pada Bluey memiliki pengaruh yang baik terhadap pola asuh anak yang dilakukan orang tua.


Pencipta Bluey, Joe Brumm, mengatakan bahwa kartun ini dibuat bukan hanya untuk mengajarkan pelajaran tertentu secara langsung. Sementara, menurut jurnalis dan penulis asal Amerika, Kathryn VanArendonk, kartun ini justru lahir dari pengalaman pribadi Brumm sebagai seorang ayah.

Bagaimana kartun Bluey menjadi contoh pengendalian emosi anak 

VanArendonkk mengatakan bahwa pengendalian emosi menjadi salah satu tema terbesar dalam kartun Bluey. Kartun ini banyak menampilkan anak usia pra sekolah dan awal sekolah dasar, yang mana itu adalah masa ketika anak sedang belajar mengekspresikan emosi.

“Hampir semua interaksi anak di usia itu, dalam situasi apapun, pada dasarnya adalah upaya mereka dalam melatih pengendalian emosi,” ungkapnya dikutip dari Parents.

Contohnya terlihat pada karakter Muffin, sepupu Bluey dan Bingo yang berusia tiga tahun. Karena usianya masih sangat kecil, Muffin sering kesulitan mengatur emosinya. Dalam episode berjudul The Sleepover, Bunda bisa lihat bagaimana ia menghadapi hal tersebut.

Salah satu yang membuatnya menarik adalah karakter anak-anak di kartun ini juga bertumbuh seiring berjalannya musim. Pada suatu episode di musim selanjutnya, Muffin terlihat mulai belajar mengendalikan diri dan memikirkan perasaan orang lain sebelum mengungkapkan emosi.

Bagaimana kartun Bluey menggambarkan emosi orang tua

Tak hanya anak-anak, Bluey juga menampilkan sisi emosional orang tua yang disampaikan melalui cerita Bandit dan Chili. Episode seperti Baby Race dan Relax menunjukkan bagaimana orang tua menghadapi stres, rasa lelah, rasa bersalah, dan kekecewaan.

Cara  karakter orang dewasa mengelola emosi ini menjadi contoh yang baik bagi anak-anak. Mereka tidak berpura-pura dalam menghadapi hidup yang sulit dan selalu menunjukkan bahwa hidup tidak selalu mudah, selalu ada usaha dan harapan untuk menjadi lebih baik.

Hubungan lingkungan dengan pengendalian emosi dalam kartun Bluey

Salah satu yang membuat kartun Bluey terasa hangat adalah lingkungannya yang suportif. Keluarga Heeler sering mendapatkan bantuan dari teman dan tetangga. Mereka pun juga saling mendukung, memberi saran, dan kembali membantu ketika dibutuhkan.

Namun, jika kita melihat realitanya di kehidupan, hanya sedikit orang dewasa yang memiliki lingkungan yang suportif dan kuat seperti itu. Makanya, kartun Bluey diharapkan dapat menjadi contoh dan membuat para orang dewasa di kehidupan nyata tergerak untuk melakukan hal yang sama.

“Ada sesuatu yang membuat kehangatan kartun Bluey terasa seperti fantasi. Cara mereka mengendalikan emosi pun terasa seperti fantasi, sebab dalam tiap episodenya tidak pernah menunjukkan keraguan dan selalu yakin bahwa segalanya akan berjalan lancar,” jelas VanArendonk.

Selain dari kartun Bluey, begini cara membantu anak mengekspresikan emosi

Menurut The Kids Mental Health Foundation, cara terbaik untuk mengajari anak-anak mengekspresikan emosi adalah dengan meluangkan waktu untuk berbicara secara terbuka dan memvalidasi semua perasaannya. Berikut cara yang bisa Bunda lakukan:

1. Lakukan obrolan rutin

Bunda bisa meluangkan waktu setiap hari walaupun hanya beberapa menit untuk berbicara secara terbuka dengan anak. Menanyakan bagaimana perasaan anak hari itu dapat membuat anak merasa didengar dan didukung. 

2. Berikan pujian

Saat anak berhasil mengungkapkan perasaannya dengan kata-kata, Bunda bisa memberikannya apresiasi, baik melalui kata-kata maupun tindakan. Misalnya, “Terima kasih sudah bercerita kalau kamu sedang marah dan tidak membanting pintu.”

3. Validasi perasaan

Semua emosi yang dirasakan anak adalah hal yang wajar. Alih-alih berkata, “Ah, itu bukan hal yang harus ditakuti,” cobalah Bunda memvalidasi perasaannya terlebih dahulu seperti, “Hal tersebut memang sulit, Bunda paham mengapa kamu gugup.” Anak akan merasa aman saat emosinya diterima.

4. Jadilah contoh untuk anak

Perlu diingat bahwa anak-anak akan belajar, mengamati, dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya, Bunda. Mengakui bahwa kondisi Bunda sedang tidak baik-baik saja alih-alih melampiaskannya dengan amarah akan menunjukkan bahwa jujur terhadap emosi bukanlah sesuatu yang memalukan.

5. Ajak anak lakukan aktivitas kreatif

Bunda bisa mengajak anak untuk menggambar, bercerita, atau bermain peran (roleplay) tentang karakter yang sedang marah atau sedih. Bagi anak dengan usia yang lebih kecil, boneka bisa menjadi media yang menyenangkan untuk belajar mengekspresikan emosi.

Pada akhirnya, kita sebagai orang tua ingin anak merasa aman dan terbuka untuk berbicara tentang apa yang mereka rasakan. Melalui dukungan orang tua yang hangat dan konsisten, anak akan belajar bahwa mengekspresikan emosi merupakan hal yang wajar.

Nah, demikian informasi bagaimana kartun Bluey dapat membawa dampak positif pada cara anak mengekspresikan emosinya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Cara Mengajarkan Anak agar Memiliki Karakter Pantang Menyerah

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Isu MBG Bakal Disetop Setelah Lebaran, Begini Kata BGN

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Hotel di Jakarta untuk Bukber 2026, Mulai Rp99 Ribu!

Mom's Life Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

20 Rekomendasi Tempat Bukber di Bekasi Lengkap dari Pemandangan Bagus hingga Ramah Anak

Mom's Life Natasha Ardiah

7 Kalimat 'Kuno' Orang Tua yang Masih Digunakan Sampai Sekarang Menurut Psikolog

Parenting Nadhifa Fitrina

Konflik Timur Tengah, Apa kata Kemenhaj Soal Bunda yang Berencana Umroh?

Mom's Life Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

8 Ciri Kepribadian Langka yang Dimiliki Orang yang Lebih Suka di Rumah Saja Menurut Psikolog

7 Kalimat 'Kuno' Orang Tua yang Masih Digunakan Sampai Sekarang Menurut Psikolog

20 Rekomendasi Tempat Bukber di Bekasi Lengkap dari Pemandangan Bagus hingga Ramah Anak

Isu MBG Bakal Disetop Setelah Lebaran, Begini Kata BGN

7 Hotel di Jakarta untuk Bukber 2026, Mulai Rp99 Ribu!

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK