Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Bunda Suka Selfie? Awas, Anak Jadi Lebih Rentan Memikirkan Operasi Plastik Menurut Studi

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Kamis, 26 Feb 2026 14:45 WIB

Bunda Suk Selfie? Awas, Anak Jadi Lebih Rentan Memikirkan Operasi Plastik Menurut Studi
Ilustrasi Bunda dan Anak Selfie/Foto: Getty Images/iStockphoto/anon-tae
Jakarta -

Tahukah Bunda, kebiasaan selfie ternyata bisa berdampak pada anak-anak, lho. Sebuah studi menunjukkan anak-anak dari Bunda yang gemar berfoto selfie lebih mungkin mempertimbangkan operasi plastik saat remaja.

Dikutip dari laman New York Post, penelitian ini dilakukan oleh tim dari Tiongkok pada 541 orang tua dan anak. Hasilnya menunjukkan bahwa Bunda yang sering fokus pada diri sendiri cenderung membesarkan anak-anak yang egois.

Lebih dari itu, anak-anak ini juga terbiasa sering mengambil foto diri sendiri dan terlalu memperhatikan tubuhnya. Mereka jadi lebih kritis terhadap penampilan dan kerap merasa tidak puas dengan dirinya sendiri.

Meski terdengar biasa, efeknya cukup signifikan pada perkembangan psikologis anak. Sebagai orang tua, Bunda perlu memberi contoh yang baik supaya anak bisa tumbuh percaya diri dan nyaman dengan penampilannya.

Pengaruh kebiasaan selfie pada anak

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Health Psychology mengungkapkan temuan menarik mengenai batasan usia di mana seseorang mulai memikirkan perubahan fisik. Penelitian mencatat bahwa anak-anak di usia 16 tahun, sudah mulai menunjukkan minat untuk melakukan operasi plastik.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang mempertimbangkan operasi plastik lebih besar kemungkinannya untuk benar-benar melakukannya. Meski begitu, studi ini tidak menyebutkan seberapa banyak remaja yang akhirnya menjalani prosedur tersebut.

Para peneliti kemudian menggarisbawahi bahwa tidak ada hubungan sebab-akibat langsung antara kegemaran Bunda melakukan selfie dengan keinginan anak untuk mengubah penampilan. Namun, perilaku dari Bunda diyakini dapat memengaruhi perilaku anak secara tidak langsung.

Hal ini berarti bahwa kebiasaan orang tua dapat membentuk cara anak menilai dirinya sendiri. Akibatnya, mereka mulai memperhatikan penampilannya secara berlebihan setiap harinya.

Oleh karena itu, Bunda perlu lebih bijak dan berhati-hati dalam memberikan contoh kepada anak. Seperti yang kita tahu, bahwa anak adalah peniru yang ulung.

Mereka enggak cuma mendengarkan apa yang kita katakan, tetapi juga merasakan bagaimana kita menghargai diri sendiri. Hal ini juga diperkuat oleh studi lain dari Universitas Brigham Young, bahwa Bunda punya pengaruh yang besar terhadap cara anak memandang dirinya sendiri.

Perilaku Bunda bisa membentuk rasa percaya diri anak

Seorang influencer dari New Jersey, Noel LaPalomento, sempat dikecam karena membawa putrinya, Giada yang berusia 7 tahun, ke salon untuk melakukan tanning. Banyak orang menilai hal itu memberi standar kecantikan yang kurang sehat untuk anak.

Tak sedikit juga yang merasa tindakan itu terlalu berlebihan, karena seolah-olah mengajarkan kepada anak bahwa warna kulit aslinya belum cukup cantik dan harus diubah mengikuti standar orang dewasa.

Kasus serupa juga menimpa seorang bintang TV dan pengusaha sukses, Kim Kardashian. Ia berkali-kali ditegur oleh publik karena dianggap terlalu membiarkan anaknya, North West, bergaya ala orang dewasa, mulai dari pakai makeup tebal sampai tindik hidung.

Selain itu, studi dari Universitas Palermo menyebutkan bahwa kebiasaan Bunda yang terlalu sering 'eksis' alias selfie di media sosial bisa berdampak negatif pada kepribadian anak, lho.

Masalah ini juga semakin serius kalau anak kurang diperhatikan atau justru terlalu dikekang oleh orang tuanya. Anak perempuan yang merasa kurang dekat secara emosional dengan Bunda cenderung lebih merasa tidak nyaman dengan tubuh mereka sendiri.

Akibatnya, anak jadi kehilangan 'sosok' orang tua atau panutan yang seharusnya bisa memberikan rasa percaya diri, sehingga mereka mulai mencari validasi dari luar.

Pada akhirnya, cara kita memperlakukan diri sendiri di depan cermin atau di depan kamera akan jadi standar bagi anak dalam menilai diri mereka nantinya, Bunda.

Itulah penjelasan mengenai Bunda yang suka selfie bisa membuat anak rentan untuk memikirkan operasi plastik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda