PARENTING
7 Alasan Bermain Kotor-kotoran Bagus untuk Perkembangan Anak
Indah Ramadhani | HaiBunda
Selasa, 10 Mar 2026 12:05 WIBTak sedikit orang tua yang merasa khawatir apabila anak bermain kotor di luar rumah. Hal tersebut sangat wajar, Bunda. Tapi, tahukah Bunda bahwa bermain kotor justru dapat mendukung kesehatan dan perkembangan anak di kemudian hari?
Mengutip dari detikcom, paparan kotoran sejak dini dapat mengurangi risiko anak-anak terkena alergi dan kondisi autoimun. Sistem kekebalan tubuh pun akan terlatih dan menjadi lebih kuat sehingga mampu melawan alergen, virus, dan bakteri.
Pasalnya, di awal kehidupan, sistem imun anak masih belajar membedakan antara sel tubuh dengan zat asing, termasuk yang berbahaya seperti virus dan bakteri. Proses inilah yang akan membantu tubuh anak mengenali patogen agar dapat melawannya dengan tepat.
Nah, untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam, Bunda bisa simak penjelasan selengkapnya tentang mengapa bermain kotor-kotoran sangat bagus untuk perkembangan anak, yang telah dilansir dari berbagai sumber.
Hal yang perlu diperhatikan orang tua untuk mendukung perkembangan anak
Menurut ilmuwan ekosistem mikroba Universitas Chicago, Jack Gilbert, salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan orang tua adalah menjaga lingkungan terlalu higienis. Meskipun niatnya baik, jika anak terlalu dibatasi saat bereksplorasi maka dapat menghambat perkembangan daya tahan tubuh dan pengalaman belajarnya, Bunda.
Oleh karena itu, ketika anak bermain kotor-kotoran, Bunda tidak perlu terburu-buru membersihkannya dengan tisu atau antiseptik. Selain itu, Bunda tidak perlu terlalu membatasi interaksi anak dengan hewan, selama hewan tersebut dalam kondisi sehat.
Pastikan vaksinasi lengkap agar pertumbuhan dan perkembangan anak semakin optimal. Selain itu, Bunda bisa mendorong Si Kecil untuk mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah, makanan tinggi serat, serta membatasi asupan gula.
Paparan kotoran memang baik untuk Si Kecil, Bunda. Namun, tidak menutup kemungkinan penyebaran virus dan bakteri dapat mempengaruhi kesehatannya, terutama virus flu atau pilek. Karenanya, penting untuk menyeimbangkan dengan perilaku pola hidup bersih dan sehat.
7 alasan mengapa bermain kotor-kotoran dapat membantu perkembangan anak
Berdasarkan pengamatan Teton Science School terhadap kegiatan perkemahan musim panas anak di alam terbuka yang diselenggarakan di Jackson Hole and Victor, Idaho, bermain kotor-kotoran di alam terbuka dinilai menjadi bagian penting dari proses belajar dan tumbuh kembang anak, Bunda.
Berikut beberapa alasan sekaligus manfaat dari bermain kotor-kotoran di alam yang diungkap Teton Science School dalam laman resminya:
1. Membangkitkan rasa ingin tahu dan imajinasi anak
Anak kecil secara alami memiliki rasa ingin tahu yang begitu tinggi, Bunda. Di samping itu, kita memiliki alam terbuka yang begitu luas dan mampu menjadi wadah mereka untuk bereksplorasi dan berkreasi. Melalui paparan langsung ini, Si Kecil akan menjelajahi berbagai tekstur, aroma, warna, dan imajinasi.
2. Mendukung perkembangan sensorik anak
Usia 1-3 tahun, anak-anak akan belajar melalui indra mereka. Bermain kotor-kotoran di alam tentunya memberikan pengalaman luar biasa, misalnya, mereka bisa merasakan tekstur tanah, lumpur, atau mengamati serangga yang merayap di atas daun. Aktivitas inilah yang membantu mempertajam indra serta perkembangan sensorik dan motorik halus anak.
3. Meningkatkan keterampilan sosial dan kerja sama
Saat anak melakukan eksplorasi, anak-anak akan belajar bekerja sama, saling berbagi ide, dan saling membantu. Banyak sekali aktivitas yang dilakukan dapat mendorong kolaborasi, sehingga keterampilan sosial, pemecahan masalah, kerja sama tim, serta empati anak semakin berkembang sejak usia dini.
4. Mendorong pertumbuhan dan perkembangan fisik anak
Bermain di luar ruangan tidak hanya menyenangkan, tetapi sangat bermanfaat untuk perkembangan fisik Si Kecil, Bunda. Aktivitas seperti menggali, memanjat, dan merangkak di alam terbuka dapat membentuk otot, meningkatkan koordinasi tubuh, keterampilan motorik kasar, serta motorik halus yang sangat penting bagi anak-anak usia dini.
5. Mengajarkan anak mengelola emosi dan perasaan
Bermain di alam terbuka memberikan kesempatan Si Kecil untuk belajar mengelola emosi dan perasaan mereka, lho. Aktivitas seperti menggali lumpur, tanah, atau kotor-kotoran dalam membangun sesuatu terkadang menimbulkan tantangan dan rasa frustrasi. Inilah kesempatan bagi anak untuk melatih kemampuan diri dalam mengelola emosi.
6. Membangun hubungan dengan alam dan lingkungan
Melalui kegiatan seperti menanam, menggali, dan mengamati makhluk hidup, anak-anak mulai belajar tentang ekosistem dan lingkungan dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan mudah diikuti. Perlahan mereka akan memahami bagaimana tanaman itu tumbuh, di mana hewan hidup, dan pentingnya menjaga lingkungan, Bunda.
7. Mendorong anak dalam pengambilan risiko dan pemecahan masalah
Bermain kotor-kotoran sering kali membuat anak mencoba hal baru, seperti membuat miniatur kue dari lumpur atau membangun menara dari ranting. Nah, tantangan sederhana ini membantu mereka untuk berani mengambil risiko, memecahkan masalah, dan berpikir kreatif. Apabila gagal, anak akan terus mencoba dan mengetahui sebab-akibat dari kegagalan tersebut.
Demikian informasi mengenai mengapa bermain kotor-kotoran sangat bagus untuk perkembangan anak. Semoga informasi ini dapat menjawab kekhawatiran Bunda sekaligus memberikan manfaat jangka panjang untuk Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Tanda Anak Tumbuh Bahagia Berkat Pola Asuh Orang Tua yang Hebat
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Cara Stimulasi Anak agar Cepat Berjalan
5 Cara Latih Si Kecil Bicara dengan Terapi Sendiri di Rumah, Bisa kok Bun
4 Tanda Ini Tunjukkan Si Kecil Sudah Siap untuk Berjalan Sendiri
Mulai dari Fisik hingga Kognitif, Ini Perkembangan yang Dialami Anak Usia 3 Tahun
TERPOPULER
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
3 Cara Membuat Tempe Goreng Tepung Renyah dan Tahan Lama Meski Sudah Dingin
REKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Panci MPASI yang Bagus & Aman untuk Bayi
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Antena TV Digital Terbaik untuk Daerah Susah Sinyal, Mulai dari Rp80 Ribuan!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian EQ Tinggi yang Membedakannya dari Kebanyakan Orang Menurut Psikologi
Mengenal Apa Itu Gummy Bear Mom, Pola Asuh yang Tidak Batasi Makanan Anak Secara Ketat
5 Potret Menggemaskan Arya Anak Anggika Bolsterli yang Baru Ultah Pertama
7 Cara Mengenali Atasan dengan EQ Tinggi dari Sikapnya di Tempat Kerja
5 Kebiasaan Ini Bisa Melatih Kecerdasan EQ di Tempat Kerja
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Butuh Banyak Colokan Tapi Nggak Mau Bongkar Dinding? Ini Rekomendasi Produknya
-
Beautynesia
4 Tanda Kalau Otak Butuh Istirahat
-
Female Daily
Boleh Nggak Pakai Retinol Saat Sedang Jerawatan? Ini Jawabannya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Meghan Markle Pakai Anting Putri Diana Saat Momen Langka dengan Pangeran Harry
-
Mommies Daily
10 Kreasi dari Sedotan untuk Anak SD, Murah, Seru, dan Edukatif