PARENTING
Perkembangan Bayi 12 Bulan Menuju Toddler, Bunda Perlu Tahu
Kinan | HaiBunda
Minggu, 08 Mar 2026 08:25 WIBSetelah mencapai usia 12 bulan, Si Kecil akan semakin aktif mengeksplorasi dunia sekitarnya. Nah, bagaimana sebenarnya fase perkembangan bayi 12 bulan menuju toddler?
Ya, di rentang usia ini anak akan mulai dianggap memasuki masa toddler atau balita. Akan ada lebih banyak perkembangan yang mampu dicapai oleh anak, pun demikian dengan kebutuhan dasarnya.
Balita membutuhkan banyak tidur dan beragam variasi makanan sehat. Hal ini penting untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan fisiknya, Bunda.
Perkembangan bayi 12 bulan menuju toddler
Ada beberapa fase perkembangan yang akan dilalui oleh bayi 12 bulan menuju toddler. Berikut penjelasannya:
1. Perkembangan fisik dan keterampilan
Dikutip dari Pregnancy, Birth and Baby, toddler pada umumnya sudah dapat berdiri tanpa bantuan pegangan orang tua atau penopang lainnya antara usia 12 hingga 15 bulan. Setelah mereka bisa berdiri, mereka segera mulai lebih banyak bereksplorasi.
Banyak balita mulai berjalan sendiri antara usia 12 hingga 15 bulan, tetapi wajar juga jika ada yang baru mulai berjalan pada usia 15 hingga 18 bulan.
Dengan latihan dan eksplorasi, anak bahkan dapat mulai mencoba memberanikan diri untuk naik tangga, memanjat furnitur, serta mulai berlari.
Rasa ingin tahu anak usia balita sangat tinggi, Bunda. Mereka pun akan jadi semakin aktif, senang menari mengikuti musik, menendang dan melempar bola, mencoret-coret, serta penasaran ingin makan sendiri.
Usia 12–15 bulan
Antara usia 12 hingga 15 bulan, balita bereksplorasi dengan menyusun mainan menjadi tumpukan atau menara, lalu merobohkannya kembali. Sebagian besar anak di rentang usia ini sudah mulai dapat menunjuk orang dan benda yang mereka kenal, ketika diminta oleh Bunda.
Toddler juga mulai ingin belajar minum dari gelas, serta terus meningkatkan kemampuan makan sendiri dengan mengambil berbagai jenis dan tekstur makanan.
15–18 bulan
Pada usia 18 bulan, sebagian besar balita memiliki kontrol yang jauh lebih baik terhadap gerakan tangan dan lengan mereka.
Untuk melatih motorik halusnya, anak juga akan belajar mengambil benda yang sangat kecil, seperti batu kecil atau bagian mainan. Di waktu ini, penting untuk selalu mendampingi anak ketika bermain guna mencegah risiko tersedak ya, Bunda.
2. Perkembangan emosional
Pada usia 12 bulan, balita umumnya sudah memiliki keterikatan emosional yang kuat dengan orang-orang dan mulai menunjukkan kasih sayang kepada mereka.
Biasanya sekitar usia 14 bulan, mereka mulai mengalami kecemasan saat berpisah atau separation anxiety, terutama dengan orang tua. Hal ini biasanya ditunjukkan dengan tantrum.
Usia 12–15 bulan
Balita mulai memahami perasaan orang lain. Sebagai contoh, mereka pun juga tampak sedih jika seseorang di dekatnya terlihat sedih atau menangis.
Usia 15–18 bulan
Anak mulai menyadari tentang dirinya sendiri, lalu menunjukkan tanda-tanda tersipu malu jika ada orang yang memperhatikannya.
3. Perkembangan berpikir dan komunikasi
Jika sebelumnya bayi lebih sering mengoceh atau babbling, kini seiring waktu perkembangan komunikasinya akan meningkat dengan anggukan dan tunjukkan. Mungkin ada 1 atau 2 kata pada usia sekitar 12 bulan, yang meningkat menjadi 6 kata atau lebih pada usia 18 bulan.
Pada usia 18 bulan, balita umumnya akan mulai mengetahui fungsi beberapa benda, seperti telepon.
Usia 12–15 bulan
Antara usia 12 hingga 15 bulan, toddler juga akan mulai:
- Senang memeluk sebagai respons kasih sayang
- Menunjuk bagian tubuh atau mainan kesukaannya ketika Bunda menyebutkannya
- Mengikuti instruksi sederhana (jika Bunda meminta mereka memberikan sesuatu dan mengulurkan tangan, kemungkinan besar mereka akan melakukannya)
Usia 15–18 bulan
Antara usia 15 hingga 18 bulan, balita mampu mengenali nama mereka sendiri. Pada usia 18 bulan, mereka dapat memahami dan mengikuti instruksi sederhana seperti mengambil sesuatu dari ruangan lain tanpa perlu dibimbing dengan isyarat.
Pada usia 18 bulan, balita juga mungkin dapat mengenali dirinya sendiri di cermin.
Aktivitas stimulasi untuk perkembangan bayi 12 bulan menuju toddler
|
|
Dikutip dari Raising Children, Bunda dapat membantu toddler mengembangkan keterampilan baru dengan rutin mengobrol, membacakan buku, dan berinteraksi dengan mereka setiap hari.
Berikut beberapa contoh aktivitas stimulasi untuk mengoptimalkan perkembangan bayi 12 bulan menuju toddler:
1. Berikan pelukan dan kasih sayang
Perhatian dan kasih sayang yang positif sangat baik untuk perkembangan emosional balita. Ingatlah bahwa balita masih belajar tentang jenis-jenis emosi dan bagaimana cara berinteraksi dengan orang lain.
2. Bermain bersama
Bermain membantu balita berkembang secara fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Berikan mainan yang mendorong imajinasi, kreativitas, eksperimen, dan pemecahan masalah mereka.
Misalnya seperti mainan susun balok, bola, atau puzzle sederhana. Selain itu, Bunda juga bisa mengajaknya bermain permainan interaksi sederhana. Termasuk seperti bermain tepuk tangan berirama atau cilukba.
Sebisa mungkin rutin ajak anak bermain di luar ruangan, yang bermanfaat untuk melatih keterampilan fisik toddler dan jiwa eksplorasinya.
3. Mengobrol tentang sehari-hari
Berbicara tentang aktivitas rutin sehari-hari dengan balita dapat membantu mengembangkan kemampuan bahasanya. Misalnya, Bunda dapat menyebutkan bagian tubuh, mainan, sendok, kursi, atau benda rumah tangga lainnya saat mengobrol.
Selain itu, secara bertahap Bunda juga dapat membantu balita belajar bahwa 'kursi' bisa bervariasi, berupa 'kursi besar', 'kursi merah', atau bahkan 'kursi merah besar'.
Bunda juga dapat membangun kemampuan berbicara dan komunikasi balita dengan selalu mendengarkan dan merespons. Hal ini mendorong interaksi dan membuat balita merasa dicintai.
4. Membaca bersama
Selain mengobrol, Bunda juga dapat mendorong kemampuan berbicara dan imajinasi balita dengan membaca bersama dan bercerita.
Menyanyikan lagu juga merupakan aktivitas yang baik untuk mengembangkan kemampuan literasi toddler.
5. Melatih keterampilan sehari-hari
Keterampilan sehari-hari, seperti makan sendiri, minum dari cangkir, dan melepas jaket, terlihat sederhana namun juga melibatkan gerakan otot kecil dan otot besar.
Itulah penjelasan tentang macam-macam perkembangan bayi 12 bulan menuju toddler. Pastikan untuk selalu mendampingi setiap langkah kemajuan perkembangan Si Kecil ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)