Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

9 Ciri Anak yang Pernah Dipermalukan Saat Kecil Menurut Psikolog

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Minggu, 08 Mar 2026 13:05 WIB

6 Kebiasaan Orang Tua yang Tak Disadari Bisa Merugikan Anak di Masa Depan
Ilustrasi Ciri Anak yang Pernah Dipermalukan Saat Kecil Menurut Psikolog/Foto: Getty Images/Tran Van Quyet
Daftar Isi
Jakarta -

Masa kanak-kanak terasa seperti masa yang paling menyenangkan untuk dikenang. Banyak yang mengingatnya sebagai waktu untuk bermain dan hidup tanpa banyak beban.

Ketika masih kecil, anak biasanya belum perlu memikirkan banyak tanggung jawab atau kewajiban lainnya. Hari-hari mereka lebih banyak diisi dengan belajar, bermain, dan menemukan hal baru di sekitarnya.

Meski begitu, tidak semua pengalaman masa kecil selalu berjalan indah, Bunda. Beberapa anak mungkin mengalami situasi yang membuat mereka merasa tidak nyaman atau bahkan kurang percaya diri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ada kalanya anak merasa dirinya berbeda atau dianggap berlebihan oleh orang lain. Misalnya karena cara berbicara, kebiasaan makan, atau hal kecil yang sebenarnya masih wajar terjadi pada anak.

Perasaan tidak nyaman seperti itu bisa meninggalkan kesan yang cukup lama. Berkaitan dengan hal ini, ada beberapa ciri anak yang pernah dipermalukan saat kecil menurut para psikolog.

9 Ciri anak yang pernah dipermalukan saat kecil menurut psikolog

Dikutip dari laman Parade, psikolog membagikan penjelasan lebih lanjut mengenai ciri yang terlihat pada anak yang pernah dipermalukan saat masih kecil.

1. Terlalu keras menilai diri sendiri

Anak yang pernah dipermalukan saat kecil biasanya jadi sangat keras pada dirinya sendiri. Mereka selalu menuntut yang terbaik dan sulit merasa puas dengan apa yang sudah mereka lakukan.

Seorang psikolog klinis anak di Amerika Serikat, Dr. Jennifer Rolnick, PsyD, mengatakan bahwa kebiasaan ini muncul karena mereka terbiasa mendapat kritik atau cemoohan dari orang di sekitarnya. Lambat laun, suara itu terasa seperti ada di dalam pikiran anak, Bunda.

"Suara itu biasanya berasal dari orang dewasa yang sering mengkritik atau meremehkan, lalu anak mulai memikirkan sendiri," katanya.

Akibatnya, anak cenderung mengkritik dirinya sendiri terlebih dahulu sebelum orang lain melakukannya.

2. Anak sering mengutamakan orang lain

Anak yang pernah dipermalukan biasanya sering menahan perasaan mereka sendiri. Mereka merasa lebih aman jika selalu membuat orang lain senang.

"Hal ini mencerminkan bagaimana anak mungkin telah terampil dalam menjaga perdamaian, sering kali mengorbankan jati diri yang sebenarnya," jelas Rolnick.

Kebiasaan ini membuat mereka terlihat pendiam atau terlalu penurut, padahal sebenarnya ada perasaan yang tertahan. Sebagai orang tua, Bunda perlu peka memahami tanda tersebut.

3. Merasa tidak nyaman saat menjalin hubungan

Bagi banyak orang, punya sahabat yang sangat dekat itu rasanya menenangkan, ya. Namun, bagi anak yang masa kecilnya sering dipermalukan, membuka diri kepada orang lain justru bisa terasa menakutkan.

"Kalau anak menunjukkan perasaan tapi dibalas dengan ejekan atau diabaikan, mereka akan belajar sejak kecil bahwa dekat dengan orang lain itu berisiko," jelas Rolnick.

"Seiring waktu, hal ini bisa membuat anak menjaga jarak, takut ditolak, atau panik saat ada yang mencoba dekat secara emosional," lanjutnya.

4. Perfeksionis

Beberapa anak merasa harus selalu melakukan yang terbaik karena pernah merasa malu dengan kesalahan mereka sebelumnya. Mereka jadi terus berusaha mencapai sesuatu demi menjaga harga diri.

Sifat perfeksionis ini membuat anak sulit menerima kegagalan, Bunda. Mereka selalu ingin memastikan semuanya sempurna agar tidak kembali merasa malu.

5. Selalu merasa waspada

Anak yang pernah dipermalukan sejak kecil cenderung sangat peka terhadap perasaan orang lain. Mereka selalu memperhatikan reaksi sekitar, terutama perasaan negatif.

Seorang psikolog klinis sekaligus pemilik Fox Chapel Psychological Services, Amerika Serikat, Dr. Deborah Gilman, PhD, menuturkan bahwa anak memperhatikan suasana sekitar sebagai cara bertahan hidup.

"Anak memperhatikan suasana sekitar seperti cara bertahan hidup, memperhatikan nada suara atau tanda-tanda bahaya," kata Gilman.

Akibatnya, anak bisa cepat menangkap kalau ada seseorang yang sedang kesal atau stres. Mereka bahkan sering menyadarinya sebelum orang lain menyadari perasaan itu.

6. Sering merasa bersalah dan meminta maaf

Beberapa anak yang pernah dipermalukan sejak kecil cenderung sering merasa bersalah, bahkan ketika tidak sepenuhnya salah. Mereka kerap meminta maaf untuk hal-hal kecil agar tidak menimbulkan masalah.

Mengapa demikian? Hal ini karena anak sejak kecil sudah belajar bahwa perilaku mereka bisa membuat orang lain marah, sehingga sering merasa perlu berhati-hati dalam setiap tindakan.

7. Takut menjadi perhatian orang lain

Selanjutnya, kalau anak pernah dipermalukan sejak kecil kerap merasa gelisah ketika menjadi pusat perhatian. Mereka takut melakukan kesalahan yang bisa membuat orang lain kecewa.

Situasi yang menuntut perhatian orang lain bisa membuat anak cemas atau tertekan. Akibatnya, anak sering menahan diri untuk tidak menonjol atau tetap diam.

8. Cenderung pemalu dan tertutup

Jika orang tua pernah mempermalukan anak sejak kecil, biasanya mereka tumbuh menjadi lebih pendiam dan tidak terlalu berbagi banyak tentang dirinya. Mereka merasa lebih nyaman jika menahan diri daripada membuka cerita pribadi.

9. Anak menunjukkan emosi yang kuat

Anak yang pernah dipermalukan sering terlihat pendiam dan selalu berusaha menyenangkan orang lain. Meski begitu, mereka juga bisa menunjukkan emosi yang kuat, Bunda.

Karena rasa malu yang dahulu mereka alami begitu menyakitkan, anak bisa bereaksi dengan emosi yang kuat saat menghadapi situasi yang mengingatkan masa lalunya.

Itulah beberapa ciri anak yang pernah dipermalukan saat masih kecil menurut psikolog. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda