Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Hati-Hati! 11 Kata-kata Ayah Ini Ternyata Bisa Membuat Anak Menjauh

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 09 Mar 2026 07:00 WIB

Hati-Hati! 11 Kata-kata Ayah Ini Ternyata Bisa Membuat Anak Menjauh
Ilustrasi Kata-kata Ayah Ini Ternyata Bisa Membuat Anak Menjauh/Foto: Getty Images/iStockphoto/imtmphoto
Daftar Isi
Jakarta -

Ayah sering dianggap sebagai pahlawan di mata anak-anak, Bunda. Kata-kata yang diucapkan setiap harinya bisa membentuk cara mereka memandang dirinya sendiri.

Namun, kalau dalam penyampaiannya ada kata yang salah atau terlalu keras bisa membuat jarak antara Ayah dan anak, lho. Apa yang tampak sebagai tegas atau disiplin terkadang malah membuat anak merasa tersakiti.

Lambat laun, ucapan yang kurang hati-hati ini bisa 'mengikis' kepercayaan anak pada Ayah. Hubungan yang sebelumnya dekat bisa berubah menjadi renggang, dan anak mungkin enggan meminta nasihat atau dukungan dari Ayahnya.

Itulah mengapa Ayah perlu memperhatikan cara berbicara dengan anak, terutama saat mereka masih kecil. Dalam hal ini, ada kata-kata yang ternyata bisa membuat anak menjauh.

11 Kata-kata Ayah yang bisa membuat anak menjauh

Dilansir dari laman Parade, terdapat kata-kata Ayah yang bisa membuat anak menjauh menurut seorang psikolog keluarga asal Amerika Serikat, Dr. Adolph Brown.

1. "Berhenti bertingkah seperti perempuan. Jadilah laki-laki!"

Ucapan membandingkan anak seperti ini bisa membuat anak merasa tertekan. Ucapan seperti, "Kamu jangan terlalu manja, ayo bersikap seperti anak laki-laki!" yang terdengar sepele ternyata bisa menyakiti hati anak.

"Mengucapkan hal-hal seperti ini bisa membuat anak merasa tertekan dan memaksanya bersikap seperti yang tidak sesuai dengan dirinya," kata Dr. Brown.

Tak hanya itu, ucapan seperti ini juga bisa membuat anak enggan untuk mengekspresikan dirinya sendiri. Mereka takut menunjukkan emosi atau sisi lembut yang sebenarnya normal dimiliki setiap anak.

2. "Kamu beruntung karena cantik, tapi jelas bukan yang paling pintar di antara yang lain"

Komentar yang membandingkan anak dengan orang lain bisa membuatnya merasa kurang. Ketika kata-kata itu datang dari Ayah, dampaknya pun bisa sangat terasa.

Anak merasa nilainya hanya diukur dari pencapaian orang lain, bukan dari usahanya sendiri. Dampaknya pun bisa bertahan lama jika tidak diimbangi dengan komunikasi dan dukungan yang positif.

3. "Laki-laki tidak boleh menangis" atau "Jangan terlalu sensitif"

Ketika mendengar kata-kata ini, anak mungkin mulai menahan perasaannya karena takut dianggap lemah. Pesan seperti ini juga memberi kesan bahwa mengekspresikan emosi itu memalukan.

Anak bisa kesulitan memahami dan mengelola perasaannya sendiri. Hal ini pun dapat berpengaruh pada emosionalnya di masa depan. Mereka juga akan sulit membangun hubungan yang sehat dengan orang lain.

Untuk membantu Ayah dan Bunda memahami cara berkomunikasi yang lebih sehat dengan anak, buku parenting Menjadi Orang Tua yang Dibutuhkan Anak bisa menjadi referensi yang bermanfaat. Klik di sini untuk membeli bukunya.

4. "Aku merasa kasihan pada siapa pun yang akan berteman denganmu"

Terkadang tanpa sadar, Ayah bisa mengucapkan sesuatu yang bikin anak merasa sedih. Ketika komentar seperti ini keluar dari mulut Ayah, mereka pun bisa merasa takut dan cemas.

"Komentar ini dapat menanamkan rasa takut dan kecemasan pada putri Anda tentang hubungan di masa depan. Mereka merasa seperti orang yang sulit didekati atau tidak dicintai," ungkapnya.

5. "Kamu memalukan" atau "Itu benar-benar bodoh"

Kata-kata seperti 'Kamu memalukan' atau 'Itu benar-benar bodoh' bisa membuat anak merasa tersinggung dan sedih. Kata-kata kasar seperti ini dapat merusak kepercayaan anak pada Ayahnya.

Para ahli memperingatkan bahwa komentar seperti ini tidak hanya merusak hubungan saja, tapi juga berpengaruh pada rasa percaya diri anak.

6. "Saat aku seusiamu..." atau "Kenapa kamu tidak bisa seperti...?"

Sering kali Ayah bermaksud memotivasi dengan menceritakan hebatnya masa lalu atau kelebihan orang lain kepada anak. Padahal, terus-menerus mendengar kalimat ini justru bisa memicu rasa rendah diri.

Anak akan merasa tidak cukup baik dan mulai memupuk rasa benci karena kehadirannya tidak dihargai apa adanya. Perasaan ini jika dibiarkan akan merusak kepercayaan diri anak hingga ia dewasa nanti.

7. "Kamu anak Bunda"

Hubungan kasih sayang antara Bunda dan anak memang istimewa dan tidak seharusnya dipandang sebelah mata. Jika melihat mereka sangat akrab, sebaiknya Ayah tidak melontarkan ejekan negatif pada anak.

Menggunakan sebutan 'anak Bunda' sebagai ejekan bisa membuat anak merasa bahwa rasa sayangnya kepada Bunda adalah hal yang memalukan. Kalimat ini seolah menyudutkan anak dan membuatnya merasa tidak cukup berani.

8. "Kamu persis seperti Bundamu!"

Ketika sedang kesal, Ayah mungkin spontan mengucapkan kalimat yang membandingkan perilaku anak perempuan dengan sifat Bundanya. Namun, kalau kalimat tersebut diucapkan dengan nada marah, hal ini bisa melukai harga diri anak.

Anak perempuan cenderung menjadikan Bunda sebagai sosok panutan. Ketika Ayah menunjukkan kekecewaan lewat kalimat tersebut, mereka mungkin akan merasa bahwa menjadi seperti Bundanya adalah suatu hal yang buruk.

9. "Ada apa denganmu?!" atau "Kamu tidak berusaha cukup keras"

Ayah mungkin suka merasa gemas saat melihat hasil belajar anak tidak sesuai ekspektasi hingga terlontar kata-kata ini. Padahal, terus menyalahkan anak setiap kali ada masalah bukanlah cara tepat untuk mendidik mereka.

10. "Aku berharap punya anak laki-laki saat kamu lahir"

Mengatakan kepada anak perempuan bahwa Ayah mengharapkan anak laki-laki saat ia lahir adalah ucapan yang sangat membekas di hati. Meski waktu telah berlalu, kalimat ini sulit sekali dilupakan hingga ia dewasa nanti.

Walaupun Ayah mungkin bermaksud bercanda atau sekadar berkeluh kesah, dampak yang diterima anak justru bisa serius. Bunda bisa mengingatkan Ayah bahwa setiap anak adalah anugerah terindah tanpa memandang jenis kelaminnya.

11. "Aku tidak punya waktu untuk sekarang"

Ketika Ayah sedang sibuk, tak jarang terucap kalimat menolak untuk mendengarkan cerita atau keluhan anak. Padahal, bagi mereka penolakan ini bisa membuatnya merasa tidak berharga dan kehadirannya dianggap sebagai beban bagi Ayahnya sendiri.

Itulah penjelasan tentang kata-kata Ayah yang ternyata bisa membuat anak merasa menjauh. Semoga informasinya bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda