parenting
9 Kebiasaan Anak Dewasa yang Menandakan Pola Asuh Orang Tuanya Berhasil Menurut Psikolog
HaiBunda
Selasa, 03 Mar 2026 18:50 WIB
Daftar Isi
-
Kebiasaan anak dewasa yang menandakan pola asuh orang tua berhasil menurut psikolog
- 1. Anak berpikir sejenak sebelum bertindak
- 2. Bisa menunjukkan beragam emosi
- 3. Belajar menghargai diri sendiri dan orang lain
- 4. Anak mengerti cara mengatasi masalah
- 5. Belajar menetapkan batasan yang sehat
- 6. Anak percaya diri tanpa harus sombong
- 7. Mampu menjaga hubungan dengan orang lain
- 8. Anak mudah beradaptasi
- 9. Mereka memikirkan masa depan
Setiap orang tua pasti ingin merasa berhasil dalam membesarkan anaknya. Namun, makna kata 'berhasil' ini terkadang terasa begitu rumit untuk didefinisikan ya, Bunda.
Ada banyak sekali pilihan gaya parenting yang bisa diambil, mulai dari memastikan anak benar-benar bahagia hingga secara bertahap membentuk mereka menjadi pribadi yang mandiri.
Lantas, bagaimana cara kita mengukur keberhasilan itu setelah anak tumbuh dewasa? Apakah kesuksesan itu dilihat dari kedekatan mereka saat menelepon orang tuanya di sela kesibukan?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak jarang, rasa kurang percaya diri bisa muncul dan membuat Bunda merasa belum maksimal dalam membimbing anak. Padahal dari pandangan para psikolog, ada beberapa kebiasaan anak dewasa yang justru menunjukkan bahwa pola asuh orang tuanya berhasil.
Kebiasaan anak dewasa yang menandakan pola asuh orang tua berhasil menurut psikolog
Dikutip dari laman Parade, ada beberapa kebiasaan anak dewasa yang menandakan bahwa pola asuh orang tuanya berhasil.
1. Anak berpikir sejenak sebelum bertindak
Beberapa anak dewasa tahu cara menenangkan diri sebelum bereaksi dalam berbagai situasi. Seorang psikolog sekolah dan ahli kesehatan mental anak dan orang tua dari Amerika Serikat, Dr. Roseann Capanna-Hodge, Ed.D., memberikan pandangannya terkait hal ini.
"Mereka dapat memperlambat tubuh dan otak mereka sebelum bereaksi, yang mencegah emosi menguasai perilaku mereka. Anak-anak belajar, 'Saya bisa melakukan ini' dan tidak kewalahan oleh rasa takut atau iritasi," jelasnya.
Saat menghadapi tantangan, mereka cenderung menarik napas sejenak dan percaya pada kemampuannya sendiri untuk menyelesaikan masalah.
"Mereka percaya pada kemampuan mereka sendiri untuk memecahkan masalah dan pulih, daripada membutuhkan orang lain untuk menyelamatkan atau mengarahkan mereka," ujarnya.
2. Bisa menunjukkan beragam emosi
Tidak semua anak nyaman untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya, tapi beberapa anak dewasa bisa melakukannya dengan tenang dan percaya diri.
Anak-anak seperti ini biasanya menjadi lebih siap dalam menghadapi kehidupan. Mereka tahu bagaimana mengatur perasaan dan tetap tenang dalam situasi apa pun.
3. Belajar menghargai diri sendiri dan orang lain
Menghargai diri sendiri dan orang lain adalah hal penting yang diajarkan oleh orang tua yang berhasil. Anak yang dibesarkan dengan cara ini belajar menghormati perasaan dan pendapat dari orang lain, sambil tetap menjaga diri mereka sendiri.
4. Anak mengerti cara mengatasi masalah
Selanjutnya, anak-anak yang dibesarkan dengan baik biasanya tahu bagaimana mengatur stres dan emosinya dengan percaya diri. Mereka punya cara tersendiri untuk menghadapi permasalahannya sehari-hari.
Dengan keterampilan ini, mereka bisa tetap tenang dan fokus saat menghadapi situasi yang cukup rumit. Tidak hanya itu, anak juga lebih mampu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.
5. Belajar menetapkan batasan yang sehat
'Batas' bukanlah suatu kata yang buruk. Anak-anak dewasa yang diajarkan tentang batasan sehat bisa menghargai dirinya sendiri sekaligus menghormati orang lain. Mereka juga mengerti kapan saatnya 'ya' atau 'tidak' dengan bijak.
"Orang tua yang 'berhasil' memberi contoh dan mengajarkan apa itu batasan yang sehat dan memperkuatnya, serta menghormatinya, bahkan ketika batasan itu diterapkan pada mereka," kata seorang psikolog di Thriveworks, Birmingham, Amerika Serikat, Dr. Brandy Smith, PhD.
6. Anak percaya diri tanpa harus sombong
Membangun rasa percaya diri pada anak memang bagus untuk perkembangannya, tapi tetap ada batasnya ya, Bunda. Anak dewasa yang sehat secara emosional bisa merasa yakin pada diri sendiri tanpa harus meremehkan orang lain.
Dalam hal ini, psikolog Smith menyarankan orang tua supaya anak diajarkan untuk selalu percaya diri, menghargai orang lain, dan tetap memperhatikan sikap serta perilaku mereka.
7. Mampu menjaga hubungan dengan orang lain
Beberapa anak dewasa mampu tetap dekat dengan orang lain secara perasaan, meski kadang situasinya terlihat begitu sulit. Mereka bisa mendengarkan orang lain, berbagi perasaan, dan tetap peduli tanpa harus menutup diri.
8. Anak mudah beradaptasi
Anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang tepat biasanya bisa mudah menyesuaikan diri dengan adanya perubahan. Mereka tidak mudah stres saat rencana berubah atau menghadapi situasi yang baru.
Dengan kemampuan ini, anak bisa mengambil keputusan dengan lebih tenang dan bijak. Mereka juga paham kapan harus mengikuti alur dan kapan harus mencari solusi sendiri.
9. Mereka memikirkan masa depan
Hidup di momen saat ini memang penting, tetapi anak-anak dewasa yang dibesarkan oleh pola asuh orang tua yang berhasil mampu merencanakan masa depannya. Mereka bisa menikmati kehidupan saat ini tanpa 'terjebak' pada hal-hal yang sudah terjadi.
Bagian tersulit biasanya adalah melihat ke masa lalu tanpa harus terpaku di sana. Anak bisa merenungkan masa lalunya untuk mengambil pelajaran, sambil menyadari bahwa hal itu tidak bisa diubah.
Itulah penjelasan tentang kebiasaan orang dewasa yang menandakan pola asuh orang tuanya berhasil menurut pandangan dari psikolog. Semoga bermanfaat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Kunci Sukses Pola Asuh Ideal, Ini Saran Ahli
Parenting
20 Perbuatan Orang Tua yang Tanpa Disadari Menyakiti Hati Anak, Hindari ya Bun
Parenting
Pentingnya Mengatasi Inner Child agar Tak Pengaruhi Pola Asuh Bunda pada Si Kecil
Parenting
Kini Jadi Psikolog, Caca Tengker Tak Ingin Andalkan Teori dalam Mengasuh Anak
Parenting
Kiat Maya Septha agar Tak Jadi Orang Tua yang Insecure: Harus Jaga Hati
8 Foto
Parenting
Kocak! Ini Perbedaan antara Bunda dan Ayah Saat Mengasuh Anak
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
3 Kalimat yang Harus Dihindari Orang Tua agar Anak Tumbuh Lebih Percaya Diri
Ciri Anak Akan Tumbuh Jadi Pribadi Baik & Empatik, Studi Ungkap Peran Orang Tua
10 Rahasia Membesarkan Anak Remaja Tanpa Drama agar Tak Menjauh dari Orang Tua