Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

9 Kebiasaan Anak Dewasa yang Menandakan Pola Asuh Orang Tuanya Berhasil Menurut Psikolog

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Selasa, 03 Mar 2026 18:50 WIB

9 Kebiasaan Anak Dewasa yang Menandakan Pola Asuh Orang Tuanya Berhasil Menurut Psikolog
Ilustrasi Kebiasaan Anak Dewasa yang Menandakan Pola Asuh Orang Tuanya Berhasil Menurut Psikolog/Foto: Getty Images/Prostock-Studio
Daftar Isi
Jakarta -

Setiap orang tua pasti ingin merasa berhasil dalam membesarkan anaknya. Namun, makna kata 'berhasil' ini terkadang terasa begitu rumit untuk didefinisikan ya, Bunda.

Ada banyak sekali pilihan gaya parenting yang bisa diambil, mulai dari memastikan anak benar-benar bahagia hingga secara bertahap membentuk mereka menjadi pribadi yang mandiri.

Lantas, bagaimana cara kita mengukur keberhasilan itu setelah anak tumbuh dewasa? Apakah kesuksesan itu dilihat dari kedekatan mereka saat menelepon orang tuanya di sela kesibukan?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tak jarang, rasa kurang percaya diri bisa muncul dan membuat Bunda merasa belum maksimal dalam membimbing anak. Padahal dari pandangan para psikolog, ada beberapa kebiasaan anak dewasa yang justru menunjukkan bahwa pola asuh orang tuanya berhasil.

Kebiasaan anak dewasa yang menandakan pola asuh orang tua berhasil menurut psikolog

Dikutip dari laman Parade, ada beberapa kebiasaan anak dewasa yang menandakan bahwa pola asuh orang tuanya berhasil.

1. Anak berpikir sejenak sebelum bertindak

Beberapa anak dewasa tahu cara menenangkan diri sebelum bereaksi dalam berbagai situasi. Seorang psikolog sekolah dan ahli kesehatan mental anak dan orang tua dari Amerika Serikat, Dr. Roseann Capanna-Hodge, Ed.D., memberikan pandangannya terkait hal ini.

"Mereka dapat memperlambat tubuh dan otak mereka sebelum bereaksi, yang mencegah emosi menguasai perilaku mereka. Anak-anak belajar, 'Saya bisa melakukan ini' dan tidak kewalahan oleh rasa takut atau iritasi," jelasnya.

Saat menghadapi tantangan, mereka cenderung menarik napas sejenak dan percaya pada kemampuannya sendiri untuk menyelesaikan masalah.

"Mereka percaya pada kemampuan mereka sendiri untuk memecahkan masalah dan pulih, daripada membutuhkan orang lain untuk menyelamatkan atau mengarahkan mereka," ujarnya.

2. Bisa menunjukkan beragam emosi

Tidak semua anak nyaman untuk mengekspresikan perasaan dan pikirannya, tapi beberapa anak dewasa bisa melakukannya dengan tenang dan percaya diri.

Anak-anak seperti ini biasanya menjadi lebih siap dalam menghadapi kehidupan. Mereka tahu bagaimana mengatur perasaan dan tetap tenang dalam situasi apa pun.

3. Belajar menghargai diri sendiri dan orang lain

Menghargai diri sendiri dan orang lain adalah hal penting yang diajarkan oleh orang tua yang berhasil. Anak yang dibesarkan dengan cara ini belajar menghormati perasaan dan pendapat dari orang lain, sambil tetap menjaga diri mereka sendiri.

4. Anak mengerti cara mengatasi masalah

Selanjutnya, anak-anak yang dibesarkan dengan baik biasanya tahu bagaimana mengatur stres dan emosinya dengan percaya diri. Mereka punya cara tersendiri untuk menghadapi permasalahannya sehari-hari.

Dengan keterampilan ini, mereka bisa tetap tenang dan fokus saat menghadapi situasi yang cukup rumit. Tidak hanya itu, anak juga lebih mampu menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.

5. Belajar menetapkan batasan yang sehat

'Batas' bukanlah suatu kata yang buruk. Anak-anak dewasa yang diajarkan tentang batasan sehat bisa menghargai dirinya sendiri sekaligus menghormati orang lain. Mereka juga mengerti kapan saatnya 'ya' atau 'tidak' dengan bijak.

"Orang tua yang 'berhasil' memberi contoh dan mengajarkan apa itu batasan yang sehat dan memperkuatnya, serta menghormatinya, bahkan ketika batasan itu diterapkan pada mereka," kata seorang psikolog di Thriveworks, Birmingham, Amerika Serikat, Dr. Brandy Smith, PhD.

6. Anak percaya diri tanpa harus sombong

Membangun rasa percaya diri pada anak memang bagus untuk perkembangannya, tapi tetap ada batasnya ya, Bunda. Anak dewasa yang sehat secara emosional bisa merasa yakin pada diri sendiri tanpa harus meremehkan orang lain.

Dalam hal ini, psikolog Smith menyarankan orang tua supaya anak diajarkan untuk selalu percaya diri, menghargai orang lain, dan tetap memperhatikan sikap serta perilaku mereka.

7. Mampu menjaga hubungan dengan orang lain

Beberapa anak dewasa mampu tetap dekat dengan orang lain secara perasaan, meski kadang situasinya terlihat begitu sulit. Mereka bisa mendengarkan orang lain, berbagi perasaan, dan tetap peduli tanpa harus menutup diri.

8. Anak mudah beradaptasi

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang tepat biasanya bisa mudah menyesuaikan diri dengan adanya perubahan. Mereka tidak mudah stres saat rencana berubah atau menghadapi situasi yang baru.

Dengan kemampuan ini, anak bisa mengambil keputusan dengan lebih tenang dan bijak. Mereka juga paham kapan harus mengikuti alur dan kapan harus mencari solusi sendiri.

9. Mereka memikirkan masa depan

Hidup di momen saat ini memang penting, tetapi anak-anak dewasa yang dibesarkan oleh pola asuh orang tua yang berhasil mampu merencanakan masa depannya. Mereka bisa menikmati kehidupan saat ini tanpa 'terjebak' pada hal-hal yang sudah terjadi.

Bagian tersulit biasanya adalah melihat ke masa lalu tanpa harus terpaku di sana. Anak bisa merenungkan masa lalunya untuk mengambil pelajaran, sambil menyadari bahwa hal itu tidak bisa diubah.

Itulah penjelasan tentang kebiasaan orang dewasa yang menandakan pola asuh orang tuanya berhasil menurut pandangan dari psikolog. Semoga bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda