HaiBunda

PARENTING

Bayi Kejang Tanpa Demam: Penyebab, Ciri Bahaya, Pertolongan Pertama & Cara Mencegah

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 09 Mar 2026 18:40 WIB
Menangani anak kejang demam/ Foto: Getty Images/Denis Shevchuk

Kejang disebabkan oleh aktivitas listrik abnormal di otak. Pada bayi, kejang bisa disebabkan karena demam yang kita kenal sebagai kejang demam atau penyebab lainnya.

Pada anak dengan kejang demam, kejang akan terjadi tanpa demam dan disarankan untuk konsultasikan ke ahli neurologi. Dalam hal ini, kita mungkin berurusan dengan sesuatu yang lebih dari sekadar kejang demam

Misalnya, kejang tanpa demam bisa menjadi meningitis, kerusakan otak, stroke, tumor otak, atau gangguan sistem saraf. Beberapa kejang yang berkepanjangan berkembang menjadi epilepsi.


Ciri-ciri bayi menunjukkan kejang, seperti gerakan yang tidak biasa, tatapan kosong, atau perubahan pernapasan. Oleh karena itu, sangat penting untuk segera mencari perhatian medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Mengenal apa itu kejang tanpa demam

Kejang adalah perubahan singkat dan abnormal dalam aktivitas listrik otak. Kejang dapat menyebabkan berbagai masalah. Tidak semua kejang menyebabkan gemetar (konvulsi). Dalam beberapa jenis kejang, anak mungkin menatap kosong. Anak mungkin terlihat normal tetapi mungkin tidak mendengar.

Banyak hal yang dapat menyebabkan kejang. Jika kejang tidak disebabkan oleh demam, penyebabnya bisa jadi gula darah sangat rendah. Atau penyebabnya bisa jadi cedera kepala akibat kecelakaan.

Kejang tanpa demam pada bayi juga bisa menjadi epilepsi. Hal ini dapat menyebabkan kejang yang mungkin kambuh dari waktu ke waktu. Hal-hal lain, seperti irama jantung yang tidak normal atau kecemasan, dapat menyebabkan gejala yang menyerupai kejang.

Satu kali kejang tidak berarti anak memiliki masalah kesehatan yang serius. Tetapi Bunda harus mewaspadai kemungkinan kejang lebih lanjut. Hubungi dokter jika terjadi kejang. Dokter mungkin perlu melakukan lebih banyak tes dan perawatan.

Penyebab bayi kejang tanpa demam

Ada beberapa penyebab bayi kejang tanpa demum, berikut  penyebabnya!

1. Keracunan

Dilansir Cleveland Clinic, neurotoksisitas adalah istilah umum untuk kerusakan neurologis yang terjadi akibat paparan racun alami atau buatan. Hal ini dapat mengakibatkan berbagai masalah neurologis mulai dari yang hampir tidak terlihat hingga yang mengancam jiwa.

2. Cedera kepala

Kejang tanpa demam dapat terjadi akibat masalah selama kelahiran, trauma kepala, atau masalah perkembangan pembentukan otak yang terjadi sebelum lahir. Kerusakan otak yang terjadi sebelum lahir dapat berasal dari faktor-faktor seperti infeksi ibu, nutrisi yang buruk, atau oksigen yang tidak mencukupi.

3. Infeksi otak

Tanpa demam, infeksi serius yang memengaruhi otak, seperti meningitis atau ensefalitis, dapat menyebabkan kejang.

4. Gangguan elektrolit

Dikutip dari Liv Hospital, gradien natrium adalah kunci bagaimana neuron bekerja. Ketika gradien natrium terganggu, hal itu dapat menyebabkan masalah besar. Tubuh bekerja keras untuk menjaga keseimbangan natrium dan air. Ketika elektrolit seperti natrium tidak seimbang, hal itu dapat mengganggu otak. Perubahan ini dapat menyebabkan berbagai masalah otak, mulai dari kebingungan ringan hingga kejang serius.

5. Dehidrasi

Pada bayi, dehidrasi akibat muntah dan diare dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang dapat memicu kejang. Ciri-ciri dehidrasi seperti popok tidak basah selama lebih dari 8 jam, mata cekung, dan nafsu makan yang buruk.

6. Epilepsi

Mengutip dari laman University Hospital Health, epilepsi adalah kondisi kronis yang ditandai dengan kejang berulang yang tidak dipicu oleh demam atau penyebab sementara lain yang dapat diidentifikasi.

7. Hidrosefalus

Hidrosefalus terjadi ketika cairan serebrospinal (CSF) menumpuk di dalam ventrikel otak, menyebabkan ruang berisi cairan ini melebar dan memberi tekanan pada jaringan otak di sekitarnya. Hidrosefalus dapat menyebabkan kejang, komplikasi neurologis yang memengaruhi sebagian besar individu, terutama mereka yang dirawat dengan shunt.

8. Kelainan bawaan lahir

Kelainan bawaan lahir bisa menyebabkan anak memiliki bakat kejang tanpa demam di kemudian hari. Misalnya kondisi genetik tertentu seperti sindrom Dravet juga dapat menyebabkan kejang tanpa demam.

9. Tumor otak

Menurut National Brain Tumor Society, otak bekerja berdasarkan sinyal listrik yang membantu neuron (sel otak) berkomunikasi. Tumor otak dapat mengiritasi jaringan otak di dekatnya dan mengganggu aktivitas listrik normal, yang menyebabkan kejang.

Ciri bayi kejang tanpa demam yang berbahaya

Bahaya jika bayi kejang tanpa demam dibiarkan. Segera cari pertolongan medis jika bayi mengalami kejang tanpa demam dan ciri-ciri berikut terjadi:

  • Kejang berlangsung lebih dari lima menit.
  • Bayi tidak bernapas setelah kejang berhenti.
  • Kejang kedua terjadi segera setelahnya.
  • Tubuh bayi mengalami panas berlebih, yang disebut kelelahan panas.
  • Kejang menyebabkan cedera.
  • Kejang terjadi di dalam air.
  • Bayi kejang tanpa demam saat tidur.

Diagnosis kejang tanpa demam

Di rumah sakit, orang tua wajib berikan informasi sebanyak mungkin mengenai kejang tersebut serta faktor-faktor apa pun yang menurut dokter mungkin berkontribusi terhadapnya. Diagnosis ditegakkan tergantung jenis dan tipe kejang, tes tertentu dapat membantu menentukan penyebab kejang:

  • Jika anak mengalami cedera kepala, jenis rontgen khusus (disebut CT scan atau MRI scan) dapat dilakukan untuk melihat apakah ada kerusakan pada otak.
  • Tes darah atau urin dapat dilakukan.
  • Elektroensefalogram (EEG) dapat dilakukan. Ini adalah tes tanpa rasa sakit yang mengukur pola aktivitas listrik di otak anak (gelombang otak). Hasilnya dapat membantu mengidentifikasi penyebab kejang anak dan memprediksi risiko kejang di masa mendatang.
  • Jika anak mengalami kejang berulang, evaluasi dan pengobatan lebih lanjut akan direkomendasikan. Evaluasi terperinci terhadap kejang anak  akan memandu pilihan pengobatan.

Pertolongan pertama dan pengobatan kejang tanpa demam

Ada cara mengatasi anak yang kejang tanpa demam. Pertolongan pertamanya antara lain:

  • Lindungi bayi dari cedera. Baringkan anak di lantai.
  • Balikkan anak ke samping, yang akan membantu membersihkan mulut dari muntahan atau air liur. Ini akan membantu mencegah lidah menghalangi aliran udara anak. Menjaga kepala dan dagu anak  tetap menghadap ke depan juga akan membantu menjaga jalan napas tetap terbuka.
  • Longgarkan pakaian anak.
  • Jangan memasukkan apa pun ke dalam mulut anak untuk menghentikan kebiasaan menggigit lidah. Memasukkan sesuatu ke dalam mulut dapat melukai  anak.
  • Cobalah untuk tetap tenang. Ini akan membantu menenangkan anak. Hibur anak  dengan percakapan yang tenang dan menenangkan.
  • Catat durasi kejang, jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit, segera bawa ke IGD.
  • Catat tanggal dan waktu terjadinya kejang. Tuliskan detail tentang apa yang terjadi sebelum dan selama kejang. Sertakan apa yang dimakan anak sebelum kejang atau apa yang sedang dilakukan anak  .
  • Sediakan area yang aman agar anak dapat beristirahat. Periksa apakah ada cedera dan tetaplah bersama anak sampai benar-benar sadar dan waspada.
  • Tunggu sampai anak  benar-benar sadar dan waspada sebelum memberinya makan atau minum.

Kejang tanpa demam apa bisa sembuh? Dokter mungkin akan memberikan obat kepada anak untuk mencegah kejang berulang. Pastikan anak  minum obat sesuai resep. Hubungi dokter jika merasa anak  mengalami masalah dengan obat.  Bunda akan mendapatkan detail lebih lanjut tentang obat-obatan spesifik yang diresepkan dokter .

Cara mencegah bayi kejang tanpa demam

Jika anak sudah mengalami kejang tanpa demam, maka obat antiepilepsi (AED) adalah jawabannya obat resep yang dirancang untuk membantu mencegah kejang. Penting untuk tidak pernah berhenti minum obat ini tanpa persetujuan dokter, bahkan jika kondisi tampaknya membaik.

Faktanya, tidak minum obat dengan benar justru meningkatkan risiko kejang yang tidak terkontrol.

Kejang akibat putus obat dapat terjadi jika anak melewatkan pengobatan. Toksisitas obat karena mengonsumsi terlalu banyak obat sekaligus dapat menyebabkan efek samping, yang mungkin termasuk kejang.

Selain itu, kelelahan dan kurang tidur jangka pendek dianggap sebagai pemicu kejang, jadi tidur teratur dapat membantu mencegahnya.

Bagaimana jika bayi sebelumnya normal dan tidak ada bakat kejang? Untuk mencegah kejang tanpa demam pada bayi yakni hindari cedera kepala. Cedera kepala dapat menyebabkan satu kali kejang atau kejang berulang pada seseorang yang tidak menderita epilepsi. Kejang terkait dapat terjadi beberapa minggu, bulan, atau bahkan hingga satu tahun setelah cedera.

Cedera kepala juga dapat memicu kejang tanpa demam pada seseorang yang sudah menderita epilepsi. Jadi, penting untuk melindungi diri  dari cedera kepala di masa mendatang dan kemungkinan terjadinya lebih banyak kejang terkait.

Demikian pembahasan mengenai demam tanpa kejang pada anak dan penanganannya yang dapat dilakukan di rumah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Kondisi Anak yang Membutuhkan Obat Penurun Demam, Kenali Gejalanya Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Alasan Utama Mengapa Saudara Sering Tidak Akur Menurut Terapis Keluarga

Mom's Life Nadhifa Fitrina

10 Pekerjaan yang Pernah Ada tapi Kini Menghilang dari Dunia Kerja

Mom's Life Amira Salsabila

13 Cerita dari Dongeng Rakyat di Luar Negeri yang Mengajarkan Pelajaran Hidup Penting

Parenting Nadhifa Fitrina

Ungkapan Aurelie Moeremans untuk Ibunda, Ingin Lahirkan Anak Laki-laki yang Hormati Perempuan

Kehamilan Annisa Karnesyia

Bisakah Sperma pada Laki-Laki Habis? Ini Faktanya, Bun

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Alasan Utama Mengapa Saudara Sering Tidak Akur Menurut Terapis Keluarga

7 Film Hollywood Action Seru dan Menegangkan, Bisa Ditonton di BLOCKBUSTER SAHUR MOVIES TRANS TV

13 Cerita dari Dongeng Rakyat di Luar Negeri yang Mengajarkan Pelajaran Hidup Penting

10 Pekerjaan yang Pernah Ada tapi Kini Menghilang dari Dunia Kerja

Ungkapan Aurelie Moeremans untuk Ibunda, Ingin Lahirkan Anak Laki-laki yang Hormati Perempuan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK