PARENTING
9 Cara Menghemat Pengeluaran Tanpa Mengurangi Gizi Anak saat Kondisi Ekonomi Sulit
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Selasa, 10 Mar 2026 16:20 WIBDi tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat, banyak orang tua mulai mencari cara agar pengeluaran tetap stabil. Salah satu yang kerap dipikirkan adalah tentang menghemat pengeluaran tanpa mengurangi gizi anak.
Selama ini, tidak sedikit orang yang percaya bahwa makanan sehat itu identik dengan harga yang mahal. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu jika pengelolaannya dilakukan dengan tepat, Bunda.
Contohnya ketika seseorang membandingkan buah organik dengan buah biasa di pasar atau supermarket. Sekilas memang tampak bahwa pilihan yang lebih sehat memiliki harga lebih tinggi.
Hal yang sama juga terasa saat kita melihat isi keranjang belanja yang diisi bahan segar seperti sayur atau ikan. Jika dibandingkan dengan keranjang yang berisi makanan instan, pilihan ini bisa terlihat lebih murah di kasir.
Padahal, kondisi tersebut tak selalu berarti makanan sehat harus mahal, lho. Oleh karena itu, Bunda perlu menyimak lebih jauh tentang cara menghemat pengeluaran tanpa mengurangi gizi anak.
9 Cara menghemat pengeluaran tanpa mengurangi gizi anak
Dilansir dari The Nutrition Source dan Healthy Children, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk menghemat pengeluaran tanpa mengurangi gizi anak:
1. Buat daftar belanja
Salah satu cara untuk mengatur pengeluaran adalah dengan merencanakan menu terlebih dahulu untuk beberapa hari ke depan. Bunda bisa membuat daftar belanja berdasarkan bahan makanan yang memang dibutuhkan.
Lewat cara ini, Bunda jadi lebih fokus saat berada di toko bahan makanan. Semua yang perlu dibeli sudah tercatat, sehingga kecil kemungkinan ada bahan penting yang terlewat atau justru membeli barang yang tidak diperlukan.
2. Pertimbangkan menu tanpa daging
Tidak semua sumber protein harus berasal dari daging atau ikan ya, Bunda. Protein nabati seperti kacang-kacangan, tempe, atau tahu juga bergizi dan biasanya lebih ramah di kantong.
Jika masih ingin memasukkan daging dalam menu, Bunda bisa menggunakannya dalam porsi lebih kecil. Misalnya hanya sebagai campuran masakan, sementara bahan utamanya tetap berasal dari protein nabati.
3. Pilih makanan dan camilan yang mengenyangkan
Beberapa jenis makanan ringan biasanya mudah sekali dihabiskan dalam waktu singkat. Contohnya keripik yang tanpa terasa bisa habis setengah bungkus hanya dalam sekali makan, berbeda dengan buah yang biasanya lebih mengenyangkan.
Oleh karena itu, Bunda bisa memilih menu makanan dan camilan yang tetap sesuai dengan keuangan keluarga. Sebelum berbelanja, coba cek bahan makanan yang sudah tersedia di kulkas atau freezer agar tidak membeli yang sebenarnya masih ada.
Sebagai pilihan, Bunda bisa menyiapkan camilan sehat seperti wortel, tomat ceri, atau yogurt. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa makanan yang kurang mengenyangkan dapat membuat seseorang lebih sering merasa lapar.
4. Manfaatkan diskon bahan makanan
Saat berbelanja, Bunda bisa menyesuaikan daftar belanja jika ada bahan makanan yang sedang diskon. Misalnya sayuran segar, unggas, atau ikan yang harganya lebih murah dari biasanya.
Jika itu termasuk makanan yang sering dimasak di rumah, Bunda dapat membeli dalam jumlah sedikit lebih banyak. Bahan tersebut nantinya bisa disimpan untuk digunakan di waktu berikutnya.
5. Beli bahan makanan pokok dalam jumlah lebih banyak
Selanjutnya, Bunda bisa membeli bahan makanan pokok yang tahan lama dalam jumlah lebih banyak. Misalnya biji-bijian utuh atau kacang kering yang bisa disimpan cukup lama di rumah.
Memang, produk dengan kemasan besar atau ukuran keluarga biasanya terlihat lebih mahal di awal. Namun jika dihitung per satuannya, harganya justru lebih hemat dibanding membeli kemasan kecil, lho.
6. Pilih produk dengan merek toko yang lebih terjangkau
Produk dengan merek yang lebih terjangkau juga bisa jadi pilihan untuk menghemat pengeluaran keluarga, Bunda. Banyak dari produk tersebut sebenarnya memiliki kandungan yang mirip dengan merek yang lebih terkenal.
Jika memperhatikan daftar bahan pada kemasannya, biasanya isi produknya hampir sama bahkan terkadang identik. Perbedaannya hanya terletak pada merek dan tampilan kemasannya saja.
7. Pilih buah dan sayur yang sedang musim
Memilih buah dan sayur yang sedang musim juga bisa menghemat pengeluaran keluarga. Biasanya bahan makanan yang sedang musim dijual dengan harga lebih terjangkau dibandingkan dengan yang tidak musim.
Beberapa produk mungkin tampak sedikit layu, tapi masih aman dan enak untuk dimakan. Jika Bunda berencana mengolahnya pada hari yang sama atau keesokan harinya, pilihan ini bisa tetap menjadi solusi hemat tanpa mengurangi gizi anak.
8. Beli bahan makanan secukupnya
Ketika menyiapkan bahan makanan di rumah, ada baiknya membeli sesuai kebutuhan saja ya, Bunda. Terlalu banyak membeli bahan yang mudah busuk bisa membuat makanan tidak sempat digunakan dalam waktu sekitar satu minggu.
Beberapa bahan seperti sayuran, jamur, beri, alpukat, dan pisang termasuk yang mudah cepat rusak sehingga perlu lebih diperhatikan penyimpanannya.
9. Manfaatkan rempah dan bumbu dapur
Seperti kita ketahui bahwa rempah segar, bumbu, dan bawang bisa membuat masakan terasa lebih lezat. Bahan-bahan ini menjadi kunci agar makanan di rumah tetap enak.
Beberapa bumbu seperti bawang bombai dan bawang putih memiliki masa simpan yang cukup lama. Tapi, biasanya yang dijual dalam kemasan di supermarket umumnya lebih cepat layu atau rusak.
Itulah beberapa cara untuk menghemat pengeluaran tanpa mengurangi gizi anak, Bunda. Semoga informasinya bisa membantu, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Lebih Baik Hadiah Uang atau Barang untuk Anak? Ini Penjelasan Pakar
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
7 Manfaat Minyak Ikan untuk Anak, Benarkah Bisa Menambah Nafsu Makan?
Perhatikan Bun, Ini 3 Tantangan Terbesar soal Kesehatan Anak Usia Dini di Indonesia
5 Jenis Vitamin yang Bantu Si Kecil Cepat Kembali Fit setelah Sakit
4 Tanda Anak Kekurangan Yodium yang Tingkatkan Risiko Penyakit Gondok
TERPOPULER
6 Hal yang Bisa Diungkap dari kebiasaan Orang Bicara Sambil Menyentuh Hidung
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
Momen Siraman dan Pengajian Syifa Hadju Jelang Nikah, Ayu Berkebaya Hijau Usung Adat Jawa
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Skincare Lokal untuk Ibu Hamil yang Aman & Punya Manfaat Terbaik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Cuci 1 Tabung Bukaan Depan yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Kering, Bantu Melembapkan Sepanjang Hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Pompa ASI Handsfree Bagus, Berkualitas, & Anti Ribet Beserta Harganya
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lanyard ID Card Brand Lokal yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
6 Hal yang Bisa Diungkap dari kebiasaan Orang Bicara Sambil Menyentuh Hidung
Payudara Ketiga Muncul Usai Melahirkan?
3 Tips Menjaga Kesehatan Selama Beribadah Haji
Ternyata Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bikin Anak Mudah Cemas dan Ganggu Mentalnya
Kisah Langka Perempuan Perutnya Selalu Tampak Hamil 9 Bulan setiap Usai Makan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Meyden Temukan Catatan Terakhir Sang Ayah yang Meninggal Sendirian, Isinya...
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Unik Orang dengan Kecerdasan Tinggi di Rumahnya
-
Female Daily
YSL Libre Berry Crush: Flanker Terbaru yang Juicy dan Cocok untuk Siang Hari
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Inilah Top 6 Puteri Indonesia 2026, Ada Banten, Bali Hingga Papua
-
Mommies Daily
Kuis: Tipe Transportasi yang Paling Cocok dengan Kepribadianmu