HaiBunda

PARENTING

Bayi Ikut Mudik Lebaran? Ini 5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Kamis, 12 Mar 2026 14:50 WIB
Ilustrasi Bayi Ikut Mudik Lebaran? Ini 5 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Orang Tua/Foto: Getty Images/Noah Saob
Jakarta -

Mudik Lebaran selalu menjadi momen spesial untuk berkumpul bersama keluarga. Terlebih lagi, kini Si Kecil pertama kalinya ikut mudik, pastinya ada rasa bahagia tersendiri.

Sesampainya di kampung halaman, bayi akan bertemu dengan banyak keluarga dan kerabat. Biasanya ada yang ingin cubit atau cium pipi Si Kecil karena merasa gemas melihatnya.

Bicara soal ini, ada aturan tak tertulis yang wajib dipahami setiap orang saat bertemu bayi, apalagi dalam momen yang ramai seperti Lebaran. Semua ini demi kesehatan bersama dan mencegah terjadinya penularan penyakit. 


Dikutip dari Cleveland Clinic, sistem kekebalan tubuh bayi masih sangat lemah, terutama bagi yang baru lahir atau berusia beberapa minggu. Selama beberapa bulan pertama, tubuh mereka masih melawan berbagai virus, Bunda.

Untuk menghindari tertularnya virus, sebaiknya Bunda dan Ayah mulai memperhatikan beberapa hal penting saat membawa bayi mudik Lebaran.

Hal-hal yang perlu diperhatikan orang tua saat membawa bayi mudik Lebaran

Menilik dari berbagai sumber, ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan orang tua saat membawa bayi mudik Lebaran:

1. Bayi tidak boleh disentuh

Pada hari Lebaran, sering kali kita melihat bayi disentuh oleh banyak orang. Dalam hal ini, Bunda bisa mulai memberi pengertian supaya Si Kecil tetap aman.

Sekretaris Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia, dr. Andi Saguni, MA, menyarankan agar kebiasaan menyentuh bayi mulai dikurangi. Terlebih lagi kini anak-anak mudah terkena oleh penyakit, termasuk campak.

"Kebiasaan asal sentuh anak balita, bayi balita begitu saat kita kumpul-kumpul, terutama Lebaran, sebaiknya memang dikurangi atau dihindari karena risiko penularan (campak) tinggi," ungkap dr. Andi dalam Konferensi Pers: Update Kasus Campak di Indonesia, dikutip dari kanal YouTube @KementerianKesehatanRI.

Misalnya, Si Kecil tiba-tiba disentuh oleh orang lain. Bunda bisa mengatakan dengan lembut, "Jangan disentuh, ya". Hal ini juga sejalan dengan saran dari seorang dokter keluarga dari Amerika Serikat, dr. Deborah Gilboa, bahwa orang tua bebas menentukan batasan sesuai kenyamanan masing-masing.

"Sebagai orang tua, Anda dipersilakan untuk melakukan apa pun yang diinginkan sesuai dengan tingkat kenyamanan Anda sendiri," ujarnya, dilansir dari TODAY.

Meski sistem kekebalan tubuh bayi sudah mulai kuat di tahun pertama, bukan berarti mereka harus tertular kuman dari orang lain, Bunda.

"Anak-anak yang terpapar kuman di tahun pertama kehidupan memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat. Tetapi, mereka tidak harus tertular kuman dari orang asing," kata dr. Deborah.

2. Pastikan tangan bersih saat menggendong bayi

Ketika bayi masih berusia beberapa minggu, pastikan siapa pun yang ingin menggendongnya mencuci tangan terlebih dahulu. Bunda bisa mengingatkan keluarga supaya kebersihan tetap terjaga.

Dikutip dari Baby Center, menjaga kebersihan itu penting karena sistem kekebalan tubuh bayi belum sepenuhnya kuat. Setelah Si Kecil sudah berusia lebih dari satu atau dua bulan, orang tua bisa sedikit lebih santai dalam melindunginya dari kuman, tapi tetap dianjurkan untuk mencuci tangan.

3. Batasi kunjungan ke tempat liburan yang ramai

Setelah silaturahmi Lebaran, biasanya keluarga kerap menghabiskan waktu untuk liburan. Ketika membawa Si Kecil, ada baiknya orang tua membatasi tempat yang terlalu ramai.

Seorang dokter anak di Santa Monica, Amerika Serikat, dr. Robert C. Hamilton, menyarankan orang tua untuk lebih berhati-hati terutama pada bulan pertama kehidupan bayi. Namun, saat bayi sudah berusia dua bulan, orang tua bisa mulai sedikit lebih leluasa.

"Inilah saatnya untuk menghindari keramaian. Pada usia 2 bulan, Anda bisa sedikit lebih leluasa membawa anak Anda ke tempat-tempat yang ramai," ujarnya seperti dikutip dari Los Angeles Times.

Dilansir dari What to Expect, cara terbaik menjaga keselamatan bayi di tempat ramai adalah dengan sebisa mungkin menghindari keramaian. Jika Bunda tetap harus pergi, Si Kecil bisa digendong menggunakan gendongan yang aman.

Selain itu, Bunda juga bisa meletakkan bayi di stroller supaya orang lain tidak terlalu dekat. Jangan lupa, tetap jaga jarak dan rajin cuci tangan sesering mungkin.

4. Hindari mencium bayi

Meskipun bayi tampak begitu menggemaskan, kebiasaan mencium langsung sebaiknya dihindari, ya. Cara ini untuk menjaga Si Kecil dari risiko terkena virus dan bakteri.

Dikutip dari Medical News Today, mencium bayi baru lahir bisa menyebarkan virus dan bakteri yang tidak disadari orang dewasa. Bayi yang sistem kekebalannya masih lemah sangat rentan terhadap infeksi ini.

Menilik dari World Health Organization (WHO), banyak orang dewasa membawa virus Herpes Simpleks Tipe 1 (HSV-1) penyebab cold sores, yaitu luka atau lepuhan di sekitar mulut. Bahkan, jika orang tersebut tidak pernah menunjukkan gejala, virus bisa tetap berada di tubuh mereka.

Pada anak yang lebih besar, virus ini biasanya tidak menimbulkan masalah serius. Namun bagi bayi baru lahir, tertular HSV-1 bisa sangat berisiko dan membahayakan kesehatan mereka.

Seorang dokter spesialis anak di rumah sakit Kenak Medika Gianyar Bali, dr. Dian Sulistya Ekaputri, Sp.A, menyarankan agar kasih sayang kepada bayi ditunjukkan dengan cara lain yang lebih aman.

"Meskipun tidak dianjurkan untuk mencium bayi secara langsung, Anda masih bisa memberikan cinta dan kasih sayang kepada bayi dengan cara yang aman, seperti memegang bayi dengan lembut dan memberikan hadiah yang aman dan ramah bayi," ungkapnya saat diwawancarai oleh HaiBunda, beberapa waktu lalu.

5. Perhatikan sikap orang lain di sekitar bayi

Merawat bayi memang terasa melelahkan, apalagi ketika Bunda kurang tidur atau sedang stres. Dalam kondisi ini, Bunda bisa hindari kebiasaan orang lain menghakimi kondisi Si Kecil.

Misalnya soal kesehatan bayi, proses persalinan, atau pilihan pakaian dan perlengkapan bayi. Bunda bisa mengingatkan keluarga agar tidak memberi komentar secara berlebihan.

Selain itu, perhatikan juga nada suara ketika ada yang berbicara di dekat bayi. Suara yang terlalu keras bisa membuat Si Kecil terbangun atau menjadi rewel.

Itulah penjelasan mengenai bayi yang ikut mudik Lebaran dan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan orang tua. Semoga bisa bermanfaat, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bingung Tentukan THR untuk Orang Tua? Ini Tips Mengaturnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Krisdayanti Bukber Bareng Azriel dan Calon Menantu, Ini 5 Potret Hangatnya

Mom's Life Amira Salsabila

Berapa THR Ideal untuk Pengasuh Anak dan ART di Rumah?

Parenting Nadhifa Fitrina

Cerita Haru Kelahiran Vidi Aldiano, Harus Caesar tapi 'Disandera' RS karena Kekurangan Biaya

Kehamilan Amrikh Palupi

5 Resep Bolu Gulung Lembut dan Anti Retak, Isi Selai Stroberi hingga Keju

Mom's Life Amira Salsabila

6 Cara Menjaga Keuangan Keluarga Tetap Aman di Tengah Kondisi Ekonomi Sulit Menurut Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Krisdayanti Bukber Bareng Azriel dan Calon Menantu, Ini 5 Potret Hangatnya

6 Cara Menjaga Keuangan Keluarga Tetap Aman di Tengah Kondisi Ekonomi Sulit Menurut Pakar

5 Resep Bolu Gulung Lembut dan Anti Retak, Isi Selai Stroberi hingga Keju

Berapa THR Ideal untuk Pengasuh Anak dan ART di Rumah?

Cerita Haru Kelahiran Vidi Aldiano, Harus Caesar tapi 'Disandera' RS karena Kekurangan Biaya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK