parenting
Ketahui 3 Imunisasi Bayi Baru Lahir, Jangan Sampai Terlewat Bun
HaiBunda
Rabu, 25 Feb 2026 16:30 WIB
Daftar Isi
Ada sejumlah vaksin untuk bayi baru lahir yang sebaiknya tidak dilewatkan. Vaksin atau imunisasi ini perlu dilakukan sebagai usaha atau ikhtiar untuk mencegah penyakit.
Sebutan bayi baru lahir ditujukan untuk bayi yang berusia 0 hingga 28 hari. Kesehatan bayi di masa ini sangat penting diperhatikan karena bayi baru lahir sangat lah rentan terhadap penyakit.Â
Perlu Bunda ketahui, dikutip dari laman resmi Unicef, ditegaskan bahwa imunisasi sangat aman. Bunda tidak perlu khawatir. Malah, anak jauh lebih mungkin menderita oleh penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi daripada oleh imunisasi itu sendiri.
Setiap orang tua perlu paham bahwa semua imunisasi melalui pengujian keamanan yang ketat, termasuk uji klinis, sebelum disetujui untuk umum. Negara hanya akan mendaftarkan dan mendistribusikan imunisasi yang memenuhi standar kualitas dan keamanan yang ketat.
Di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan jadwal imunisasi. Ada beberapa imunisasi wajib yang perlu didapatkan bayi baru lahir. Apa saja? Simak daftarnya berikut ini dan jangan sampai terlewat ya, Bunda!
1. Imunisasi Hepatitis B
Kemenkes menjelaskan bahwa imunisasi hepatitis B adalah jenis vaksin yang termasuk imunisasi wajib pada bayi. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), vaksin hepatitis B yang diberikan pada bayi sebelum berusia 24 jam, efektif mencegah transmisi infeksi hepatitis B dari ibu ke bayi.
Kemudian, pemberian dosis vaksin hepatitis B pada bayi baru lahir ini perlu dilanjutkan hingga 4 kali dosis , yakni di usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, dan booster di usia 18 bulan. Imunisasi hepatitis B (HB) monovalen disuntikkan intramuskular kepada bayi segera setelah lahir sebelum berumur 24 jam, didahului penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.
2. Imunisasi polio
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polio adalah penyakit yang sangat menular, kebanyakan menyerang anak-anak, menyerang sistem saraf, dan dapat menyebabkan kelumpuhan tulang belakang dan pernafasan, dan dalam beberapa kasus menimbulkan kematian.
IDAI menganjurkan imunisasi polio pertama kali bisa diberikan pada usia 0 hingga 1 bulan. Biasanya, imunisasi polio oral (bOPV) diteteskan ke mulut bayi ketika akan pulang. Jadwal pemberian vaksin polio lengkap terdiri dari bOPV saat lahir, 3x bOPV pada usia 2, 3, 4 bulan dan minimal 2x IPV, sesuai panduan Kemenkes pada usia 4 dan 9 bulan.
3. Imunisasi BCG
Imunisasi BCG adalah imunisasi yang berisi kuman Mycobacterium bovis yang dilemahkan. Imunisasi ini telah digunakan secara luas di dunia. Imunisasi BCG memiliki efek perlindungan terhadap tuberkulosis (TB) berat dan radang otak akibat TB. Namun, perlu Bunda ketahui bahwa vaksin BCG tidak sepenuhnya efektif mencegah infeksi TB primer atau reaktivasi infeksi TB yang laten.
Imunisasi BCG disuntikkan intrakutan di lengan kanan atas segera setelah lahir atau sebelum berusia 1 bulan. Awalnya bekas suntikan akan mengalami kemerahan yang diikuti bisul berisi nanah yang kemudian akan mengering dan menimbulkan jaringan parut.
Jika anak belum pernah terpapar oleh kuman TB, maka reaksi bisul BCG terjadi dalam kurun waktu 2 sampai 12 minggu (paling sering antara 4 sampai 6 minggu).Â
Bagaimana jika bayi terlambat imunisasi?
Jika bayi terlambat imunisasi maka perlu diketahui syarat dan kondisi menurut saran dari dokter anak, Bunda. Untuk imunisasi Hepatitis B, IDAI merekomendasikan imunisasi hepatitis B pada bayi dengan berat lahir kurang dari 2000 gram sebaiknya ditunda sampai saat usia 1 bulan atau saat pulang dari rumah sakit, kecuali bayi dari ibu HBsAg positif dan bayi bugar diberikan imunisasi HB segera setelah lahir, tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer, berikan tambahan 3 dosis vaksin (total 4 dosis).
Untuk bayi yang lahir dari ibu HBsAg positif dapat diberikan vaksin hepatitis B dan hepatitis B imunoglobulin (HBIg) pada paha yang berbeda, segera mungkin dalam waktu 24 jam setelah lahir, tanpa melihat berat bayi. Pemberian HBIg setelah 48 jam efikasinya menurun. Bila terlambat diberikan HBIg masih dapat diberikan sampai 7 hari. Bayi perlu diperiksa anti-HBs pada usia 9-12 bulan. Jika dosis terakhir terlambat tes dilakukan 1-2 bulan setelah dosis terakhir.
Untuk imunisasi polio, apabila imunisasi terlambat diberikan, jangan mengulang pemberiannya dari awal, tetapi lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal, tidak peduli berapa pun interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya.
Kemudian untuk imunisasi BCG, apabila bayi sudah berusia 3 bulan atau lebih, BCG dapat diberikan bila uji tuberkulin negatif. Bila uji tuberkulin tidak tersedia, BCG tetap diberikan namun bila timbul reaksi lokal cepat pada minggu pertama harus dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis TB.
Demikian ulasan mengenai vaksin yang wajib diberikan ke bayi baru lahir. Imunisasi atau vaksin ditegaskan UNICEF aman untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit tertentu. Memberikan anak imunisasi merupakan ikhtiar untuk mencegahnya terserang penyakit. Semoga informasinya membantu ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
4 Cara Mengatasi Kurang Tidur saat Urus Bayi Baru Lahir
Parenting
Penyebab Munculnya Tanda Lahir Bayi, Apakah Bunda Perlu Khawatir?
Parenting
Pakai Gorden Blackout Bantu Bayi Tidur Lebih Nyenyak
Parenting
Simak Yuk, Langkah Tepat Memandikan Bayi Baru Lahir
Parenting
Tentang 7 'Aturan' Menjenguk Bayi Baru Lahir yang Jadi Viral
7 Foto
Parenting
7 Potret Ayah Artis Bantu Mandikan Bayi Baru Lahir hingga Ganti Popok
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
4 Daftar Imunisasi Anak yang Tidak Boleh Terlambat Diberikan
Ketahui Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-6 Bulan agar Tak Terlewat
Ketahui Dampak Bayi Terlambat Vaksin Hepatitis B