PARENTING
Psikolog Sebut Jenis Mainan yang Sebaiknya Tidak Lagi Diberikan pada Anak
Kinan | HaiBunda
Kamis, 26 Mar 2026 15:20 WIBMeski menghibur, sebenarnya ternyata tak semua jenis mainan bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Ada beberapa jenis mainan yang sebaiknya tak lagi diberikan pada anak.
Disampaikan oleh psikolog tumbuh kembang anak, Dr. Aliza Pressman, bahwa tidak semua mainan diciptakan sama jika dilihat dari manfaatnya bagi perkembangan anak.
Menurut Pressman, mainan untuk anak sepatutnya dipilih yang dapat meningkatkan keterampilan motorik halus, mendorong kemampuan memecahkan masalah, dan mendukung pengaturan emosi anak.
Hal yang tak kalah penting, menyediakan rutinitas 'waktu bermain' juga sangat bermanfaat dan memiliki efek positif bagi tumbuh kembang anak.
Manfaat mainan untuk anak
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), mainan dan permainan yang tepat dapat membantu imajinasi dan membantu perkembangan yang sehat.
"Penelitian menyebutkan bahwa mainan terbaik tidak harus yang mahal atau berbasis digital, tapi yang sederhana dan melibatkan orang tua juga tak kalah baik," ungkap penulis laporan tersebut, Aleeya Healey, MD, FAAP, dikutip dari Healthy Children.
Baca Juga : 9 Ide Stimulasi Bayi Sejak Lahir agar Cerdas |
AAP juga menyebutkan bahwa mainan yang ideal adalah mainan yang sesuai dengan kemampuan perkembangan anak, sekaligus mendorong pertumbuhan keterampilan barunya.
Sebab bagi anak-anak, mainan adalah kunci untuk mengembangkan otak, interaksi bahasa, permainan pretend play, pemecahan masalah, interaksi sosial dan aktivitas fisik.
Jenis mainan yang sebaiknya tidak lagi diberikan pada anak
Lalu apa jenis mainan yang sebaiknya tidak lagi diberikan pada anak? Pressman menganjurkan orang tua untuk menghindari jenis mainan tertentu, salah satunya mainan elektronik.
Jenis mainan ini biasanya perlu diaktifkan dengan baterai dan memiliki suara, lampu atau bahkan bisa bergerak sendiri.
"Hindari mainan elektronik yang terlalu merangsang, karena justru dapat melemahkan kreativitas dan kemampuan pengendalian diri anak," pesan Pressman, seperti dikutip dari Parade.
Ia menuturkan bahwa orang tua sebaiknya memilih mainan yang membantu perkembangan anak melalui permainan terbuka (open-ended play), pemecahan masalah, dan permainan imajinatif. Termasuk dari jenis mainan sensorik yang melibatkan sentuhan, gerakan, dan imajinasi anak.
Lalu jenis mainan apa lagi yang perlu dihindari?
Menurut Dokter Spesialis Anak di Amerika Serikat, Sheela Sathyanarayana, selain mainan elektronik orang tua sebaiknya menghindari pemberian mainan berbahan plastik.
"Bayi dan balita sering memasukkan berbagai benda ke dalam mulutnya, sehingga mainan berbahan plastik bukan pilihan yang baik untuk anak usia 0 hingga 3 tahun," ujar Sathyanarayana, seperti dikutip dari Seattle Children's Hospital.
Bahan plasticizers seperti phthalates dapat membuat anak terpapar bahan kimia buatan yang memengaruhi hormon seperti estrogen dan testosteron. Bahan kimia ini berpotensi mengganggu pertumbuhan normal dan perkembangan otak.
Anak-anak juga memiliki tingkat paparan bahan kimia tersebut lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, karena kadang punya kebiasaan tertentu seperti memasukkan benda ke dalam mulut.
Selain itu, anak-anak juga sebaiknya tidak bermain dengan mainan yang memiliki baterai kecil atau banyak magnet. Benda-benda kecil tersebut memicu risiko tersedak dan dapat melukai jaringan halus di dalam telinga, hidung, dan kerongkongan.
Mainan yang bermanfaat bagi perkembangan anak
Ada beberapa mainan yang diperingatkan oleh para ahli untuk dihindari, lalu ada juga yang sangat direkomendasikan.
"Mainan sensorik, puzzle yang sesuai usia anak, mainan balok, mainan tanpa baterai, serta apa pun yang mendorong permainan imajinatif dan pemecahan masalah berpotensi paling baik untuk perkembangan otak," ungkap Pressman.
Mainan pasir yang bisa dibentuk juga menjadi contoh mainan sensorik untuk anak. Mereka dapat adonan tersebut untuk menciptakan tekstur dan warna sendiri.
Sementara itu, Sathyanarayana menuturkan bahwa orang tua bisa memilih mainan berbahan kayu untuk anak. Penelitian menunjukkan bahwa mainan tersebut umumnya tidak mengandung bahan kimia yang menimbulkan kekhawatiran.
Namun jangan lupa, Bunda tetap perlu memeriksa secara teliti apakah ada serpihan atau tepi tajam pada mainan kayu, jika ada maka sebaiknya dihaluskan terlebih dahulu.
Boneka berbulu dan berbahan lembut juga dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, sehingga Bunda perlu mencucinya secara rutin.
Periksa secara berkala untuk memastikan bagian-bagian kecil seperti mata, hidung, atau kancing bajunya tidak mudah lepas.
Pentingnya rutinitas waktu bermain dengan anak
Pressman menuturkan bahwa bermain kini sering dianggap sebagai aktivitas yang dilakukan setelah kegiatan belajar yang lebih terstruktur atau dianggap lebih produktif. Padahal, bermain santai dan terbuka juga penting untuk tumbuh kembang anak.
"Padahal kenyataannya, bermain merupakan cara belajar yang jauh lebih efektif bagi anak-anak yang masih kecil. Orang tua yang ikut terlibat dalam aktivitas bermain juga sangat bermanfaat," pesan Pressman.
Tak sekadar bermain, kegiatan interaksi bersama anak juga membangun hubungan emosional dan intelektual. Biasakan menjadwalkan waktu bermain tanpa gangguan yang 'dipimpin' oleh anak. Pada waktu ini, jauhkan ponsel dan biarkan anak memilih jenis permainannya.
Itulah penjelasan tentang jenis-jenis mainan yang sebaiknya tidak lagi diberikan pada anak. Pastikan untuk selalu memeriksa kondisi mainan anak dan menyediakan waktu main bersama ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Bosan Saat Libur? Coba 7 Mainan Tanpa Gadget Ini!
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cerita Bunda Belikan Anak Umur 3 Tahun Cuma 4 Mainan, Ini Alasan di Baliknya
5 Rekomendasi Mainan Edukasi Anak 2 Tahun, Cocok Jadi Kado Ulang Tahun
7 Mainan Ini Bikin Anak Happy saat Mandi, Bantu Ia Belajar juga Bun
Manfaat Bermain Detektif bagi Anak, Tingkatkan Skill hingga Kapasitas Memori
TERPOPULER
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
Ciri Kepribadian Orang EQ Tinggi yang Terlihat dari Reaksi Emosional
35 Pantun Penutup Acara Lengkap dari Kegiatan Resmi, Lamaran, Perpisahan hingga Lucu
Cara Mengenali Orang yang Tidak Suka Jadi Pusat Perhatian dari Kebiasaan Sehari-hari
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ramai Selebgram Fahira Almira Bandingkan Pengobatan di RI & Penang, Diduga Ada 'Black Campaign'
Serunya Dhea Ananda Ajak Ibunda Liburan ke China, Daki Gunung Naik Eskalator
35 Pantun Penutup Acara Lengkap dari Kegiatan Resmi, Lamaran, Perpisahan hingga Lucu
Irish Bella Gambarkan Realitas Hamil Anak Ketiga di Trimester 1, Excited tapi...
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Catokan Curl Titanium: Beneran Bisa Hasilkan Korean Wave?
-
Beautynesia
Bisa Diletakkan di Rumah, Ini 3 Benda yang Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
Female Daily
Ini 4 Tips Memaksimalkan Setiap Sudut Rumah yang Bisa Kamu Tiru!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Setelah Jisoo, Rose BLACKPINK Minta Maaf ke Fans Soal Hari Anniversary
-
Mommies Daily
Saat Anak Mulai Remaja dan Punya Dunianya Sendiri, Ini 12 Hal yang Diam-diam Dirindukan Orang Tua