HaiBunda

PARENTING

Cara Menyikapi Perbedaan Pola Parenting dengan Saudara dan Keluarga agar Tak Konflik saat Silaturahmi

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Senin, 23 Mar 2026 08:50 WIB
Ilustrasi lebaran/Foto: Getty Images/ibnjaafar

Saat Lebaran, momen kumpul bersama keluarga besar sering memunculkan banyak interaksi. Namun terkadang, beberapa interaksi turut menimbulkan perbedaan pendapat, salah satunya soal pola asuh atau parenting anak.

Seringkali situasi ini membuat Bunda tidak nyaman. Rasanya ada banyak hal yang ingin Bunda sampaikan, tapi sebagian anggota keluarga mungkin belum mampu memahami kondisi dan menerima perbedaan yang terdapat di pola pengasuhan tersebut.

Lantas, bagaimana cara menyikapi hal tersebut agar tidak menimbulkan konflik saat silaturahmi dan suasana Lebaran tetap hangat? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Bunda


Perbedaan pola parenting dari masa ke masa

Pada dasarnya, pola parenting anak seringkali dipengaruhi oleh pengalaman keluarga di masa lalu. Mulai dari cara orang tua dibesarkan oleh kakek-nenek mereka, hubungan dalam keluarga, hingga nilai-nilai keluarga yang diwariskan secara turun-temurun.

Faktor-faktor tersebut tanpa disadari dapat terbawa hingga orang tua membesarkan anak mereka. Oleh karena itu, tak jarang muncul perbedaan pandangan atau perdebatan antara generasi orang tua dengan kakek-nenek dalam menghadapi perubahan dan perkembangan pola asuh.

Tak sedikit kakek-nenek yang merasa sedih atau denial saat cucu mereka mempunyai masalah, seperti gangguan tumbuh kembang atau kesehatan mental. Biasanya, kakek-nenek cenderung tidak mau bersuara karena tidak tega melihat anaknya berada dalam kesusahan.

Namun, kakek-nenek mungkin juga merasa takut dengan apa yang orang lain pikirkan tentang keluarga mereka, sebab gangguan kesehatan mental masih dianggap memalukan bagi beberapa generasi. Rasa tidak nyaman tersebut akhirnya membuat mereka enggan membicarakan masalah tersebut kepada siapapun.

Seiring berjalannya waktu, pandangan orang tua terkait kesehatan mental dan cara mengasuh anak sudah mulai berubah. Kini, banyak orang tua yang lebih fleksibel, mau membuka diri, memahami kondisi anak, dan tidak segan untuk membawa anak ke profesional bila dibutuhkan.

Dengan demikian, hal ini membuktikan bahwa pola parenting kepada anak terus berubah mengikuti zaman dan pemikiran orang-orang yang semakin berkembang. Perubahan yang terjadi diharapkan membawa arah yang lebih baik sehingga masalah yang terdapat di masa lalu tidak terulang kembali.

Cara menyikapi perbedaan pola parenting antar generasi

Untuk menyikapinya, Bunda perlu melakukannya dengan bijak agar hubungan keluarga tetap harmonis. Berikut beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk memberi paham kepada generasi sebelumnya, menurut psikolog anak terpercaya di Amerika, Nicole Beurkens dalam laman drbeurkens.com.

1. Berikan informasi yang jelas dan akurat

Salah satu cara yang bisa Bunda lakukan adalah memberikan informasi yang tepat mengenai pola asuh serta kondisi anak. Beberapa anggota keluarga mungkin membutuhkan pemahaman lebih lanjut melalui edukasi, artikel, buku, atau penjelasan dari profesional agar mereka lebih memahami situasi dan kondisi yang sedang terjadi.

2. Bangun komunikasi yang terbuka dan tenang

Terkadang cara berkomunikasi antara Bunda dengan generasi diatas yang menjadi masalah. Cobalah untuk memulai percakapan yang santai, tenang, dan menegaskan bahwa semua yang dilakukan itu demi kebaikan anak. Jelaskan alasannya dan komunikasikan dengan jujur.

3. Libatkan seorang profesional jika diperlukan

Jika Bunda memiliki dokter, psikolog, atau tenaga profesional khusus yang menangani anak, tidak ada salahnya untuk meminta mereka memberikan penjelasan kepada anggota keluarga, termasuk orang tua yang generasinya berada di atas. Terkadang informasi yang disampaikan orang lain lebih mudah diterima dan dapat meluruskan kesalahpahaman.

Cara merespon pertanyaan yang menyinggung pola parenting

Meskipun kita memahami bahwa perbedaan pandangan dipengaruhi oleh pola pengasuhan yang turun-temurun, terkadang kita masih suka mendengar komentar yang kurang mengenakan datang dari keluarga atau saudara kita, terlebih saat ada perkumpulan.

Karena bertepatan dengan momen Lebaran, lantas, bagaimana caranya menyikapi dengan baik pertanyaan yang menyinggung pola parenting Bunda sehingga suasana dan kebersamaan hangat di momen indah ini tetap terjaga?

1. “Kok anak kamu umur segitu belum bisa baca?”

Pertanyaan atau kritikan ini sering kali muncul saat melihat anak seusianya yang sudah bisa membaca. Bunda tidak perlu khawatir, jawablah dengan “Aku sedang mengajarinya membaca secara bertahap, sebab setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda.”

2. “Kok anaknya enggak diberikan ASI?”

Mungkin pertanyaan seperti itu muncul karena tidak mengerti kondisi Bunda dan Si Kecil yang sebenarnya. Bunda cukup menjawab kondisi yang sebenarnya secara singkat dan tetap tenang, seperti “ASI saya memang tidak keluar, jadi saya mau tidak mau harus memberikan susu formula kepada anak.”

3. “Anakmu kok umur segitu masih saja ngompol?”

Terkadang beberapa kondisi tidak harus mereka ketahui, Bunda. Cukup jawab dengan tegas seperti, “Nggak semua kondisi anak sama, jadi tidak bisa dibandingkan satu sama lain.”

4. “Si Kecil kok tangan/kaki/rambutnya begitu?”

Pertanyaan yang mengarah ke fisik memang tak jarang membuat kita jengkel, Bunda. Namun, cukup sikapi dengan tenang seperti, “Anakku memang akan selalu berbeda dengan anak-anak lainnya, karena tidak ada manusia yang sama bahkan anak kembar sekalipun.”

5. “Kok kamu belum kasih adik sih buat Si Kecil?”

Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling umum ditanyakan, Bunda. Padahal hal tersebut sudah masuk ke ranah pribadi. Oleh karena itu, Bunda bisa menjawabnya dengan, “Maaf ya, itu urusan saya dan suami saya. Saya tidak ingin membicarakan hal itu.”

Demikian penjelasan tentang cara menyikapi perbedaan pola parenting dengan saudara dan keluarga agar tidak menimbulkan konflik. Semoga informasinya bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Meminta THR saat Lebaran, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

6 Tanda Kolesterol Naik pada Kaki dan Kulit

Mom's Life Amira Salsabila

Sheila Dara Lebaran Bareng Keluarga Vidi Aldiano, Disiapkan Makanan Spesial oleh Mertua

Mom's Life Amira Salsabila

Kisah Pilu Ibu Hamil 13 Kali, Hanya 3 Anak yang Selamat

Kehamilan Angella Delvie Mayninentha & Muhammad Prima Fadhilah

Ungkapan Hati Maissy Unggah Momen Kebersamaan Bareng Anak Usai Suami Sebut Sudah Pisah Rumah

Mom's Life Amira Salsabila

Magnesium untuk Ibu Hamil: Manfaat Penting dan Sumber Makanannya

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Sheila Dara Lebaran Bareng Keluarga Vidi Aldiano, Disiapkan Makanan Spesial oleh Mertua

Magnesium untuk Ibu Hamil: Manfaat Penting dan Sumber Makanannya

6 Tanda Kolesterol Naik pada Kaki dan Kulit

Nama Anak Salma Salsabil dan Dimansyah Laitupa Beserta Arti & 30 Rangkaian Namanya

Kisah Pilu Ibu Hamil 13 Kali, Hanya 3 Anak yang Selamat

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK