HaiBunda

PARENTING

Alasan Mengapa Orang Tua Harus Membiarkan Anak Mengalami Kegagalan

Indah Ramadhani   |   HaiBunda

Selasa, 17 Mar 2026 18:50 WIB
Anak alami kegagalan/ Foto: Getty Images/WUT789

Saat anak alami kegagalan, Bunda mungkin merasa sedih dan ingin sekali membantunya. Namun, tidak di setiap situasi orang tua harus melindunginya, membiarkannya sesekali mengalami kegagalan adalah pengalaman yang baik untuk tumbuh kembangnya.

Menurut ilmu psikologi, pertumbuhan dan perkembangan mental anak sudah mulai terbentuk sejak usia dini. Proses ini tentunya dipengaruhi oleh berbagai pengalaman serta cara anak belajar menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-harinya.

Terlebih saat anak memasuki usia sekolah, tantangan yang dihadapi pun semakin beragam, mulai dari akademik, pertemanan, hingga lingkungan baru. Pada fase inilah, orang tua dapat memberikan dukungan sekaligus kesempatan anak belajar menghadapi tantangan yang ditemui.


Nah, untuk memahaminya lebih lanjut, Bunda bisa simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Mengapa orang tua perlu membiarkan anak alami kegagalan?

Salah satu konsep membentuk mental anak yang perlu diketahui orang tua adalah failure immunity. Sebuah konsep parenting di mana anak perlu memahami bahwa kekecewaan, kesulitan, dan kegagalan dapat diatasi dan bukanlah akhir dari segalanya.

Seperti yang disampaikan seorang kepala sekolah dalam laman The Atlantic, Russell Shaw, menurutnya anak perlu belajar menghadapi stres dan kegagalan melalui pengalaman hidup agar memiliki ‘antibodi psikologis’, sebagaimana tubuh yang belajar melawan virus. 

Antibodi psikologis tersebut dianggap sebagai daya tahan anak dalam menghadapi hal-hal yang di luar kepuasannya. Bila daya tahan tersebut tidak terbentuk, dikhawatirkan anak sulit akan untuk menghadapi berbagai tantangan hidup di masa depan.

Apa yang terjadi bila anak tidak diajarkan mengalami kegagalan

Menurut Shaw, anak yang selalu dilindungi dari kegagalan biasanya menjadi lebih takut mencoba, takut membuat kesalahan, terlalu perfeksionis, bahkan merasa sangat terpukul bila mengalami kegagalan yang tidak terduga, sekalipun itu adalah hal yang wajar.

Sebab anak selalu terbiasa diterima dan jarang mengalami kekecewaan, anak pun cenderung tidak siap ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapannya. Karenanya, anak menjadi lebih sulit mengelola stres atau menerima penolakan. 

Apa yang dapat menghambat anak belajar menghadapi tantangan secara mandiri

Dalam beberapa kasus, pola pengasuhan yang modern justru membuat anak kurang memiliki kesempatan untuk belajar menghadapi tantangan. Salah satunya pola overprotective parenting, di mana orang tua sering menyelamatkan anak dari kesulitan.

Terdapat beberapa contoh pengasuhan orang tua yang dapat menghambat anak belajar menerima kesulitan dan kegagalan, seperti yang disampaikan berbagai ahli psikologis, meliputi:

  • Orang tua selalu membantu mengerjakan PR anak.
  • Orang tua selalu menemui guru ketika anak mendapatkan nilai buruk.
  • Orang tua selalu membela anak ketika melanggar aturan di sekolah.

Sekilas apa yang dilakukan mungkin terlihat baik, Bunda. Namun, tindakan melindungi yang berlebihan tanpa disadari bisa memberikan pesan kepada anak bahwa mereka tidak mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.

Hal ini dapat membuat anak kehilangan kepercayaan dan kemampuan diri sendiri. Misalnya, anak menjadi tidak terbiasa menghadapi masalah sendiri, sulit bertahan dalam tekanan, serta takut untuk mencoba kembali setelah mengalami kegagalan.

Apa yang seharusnya orang tua lakukan?

Tentunya membiarkan anak mengalami kegagalan adalah salah satu cara terbaik untuk membentuk diri mereka semakin kuat, Bunda. Ada kalanya orang tua perlu membiarkan anak memecahkan masalahnya sendiri, merasakan kekecewaan, dan belajar menghadapi kesulitan.

Terdapat beberapa cara yang direkomendasikan ahli kepada orang tua untuk membangun konsep failure immunity dalam sebuah parenting. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

  • Jangan terlalu cepat menyelamatkan anak: Bunda dapat membiarkan anak mencoba untuk mengatasi masalahnya sendiri. Cara ini akan membuat anak lebih bertanggung jawab dan mengasah kemampuan berpikir kritisnya.
  • Beri dukungan tanpa mengambil alih: Saat anak menghadapi kesulitan atau kegagalan, Bunda bisa memberinya saran, masukan, atau arahan untuk mereka lakukan. Namun, hindari Bunda yang menyelesaikannya secara langsung.
  • Normalisasi kegagalan: Bunda bisa menceritakan kegagalan yang dialami beserta solusi atau langkah yang dihadapinya. Cara ini akan menyadari anak bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses bertumbuh dan berkembang.

Demikian penjelasan yang dapat disampaikan mengenai alasan anak perlu mengalami kegagalan dalam menjalankan hidup. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Orang Tua Wajib Tahu, 5 Tanda Anak Pemalu yang Perlu Didampingi

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Tanaman Hias Indoor untuk Percantik Rumah saat Lebaran, Ada Peace Lily

Mom's Life Arina Yulistara

Tampil di Oscar 2026, Wunmi Mosaku Ungkap Persahabatan dengan Hailee Steinfeld: Main Satu Film Kini Hamil Bareng

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

Potret Bahagia Joanna Alexandra Prewedding Bareng Kekasih, Beri Ucapan Menyentuh untuk Diri Sendiri

Mom's Life Amira Salsabila

Alasan Balita Hanya Mau Sama Bunda, Benarkah Anak Punya Orang Tua Favorit?

Parenting Indah Ramadhani

Cara Memaksimalkan Teknologi agar Anak Bisa Belajar dan Bermain Lebih Menyenangkan

Parenting Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

11 Ciri Kepribadian Orang Baik Hati Bikin Nyaman dan Senang saat di Dekatnya

5 Potret Gabriella Anak Denny Sumargo & Olivia, Sudah Mulai Asyik Sekolah

7 Tanaman Hias Indoor untuk Percantik Rumah saat Lebaran, Ada Peace Lily

Alasan Balita Hanya Mau Sama Bunda, Benarkah Anak Punya Orang Tua Favorit?

Tampil di Oscar 2026, Wunmi Mosaku Ungkap Persahabatan dengan Hailee Steinfeld: Main Satu Film Kini Hamil Bareng

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK