parenting
Mengenal Six Pocket Syndrome, saat Anak Jadi Pusat Perhatian dalam Keluarga
HaiBunda
Minggu, 05 Apr 2026 14:50 WIB
Daftar Isi
Bunda, tak sedikit orang tua yang menganggap anak banyak menuntut dan selalu ingin diperhatikan adalah anak yang manja. Padahal, bisa jadi ini berkaitan dengan kondisi lain, yakni six pocket syndrome.
Dalam kondisi ini, anak yang terbiasa dipenuhi permintaanya akan merasa jadi pusat perhatian dalam keluarga. Meski begitu, hal ini tidak hanya terjadi pada anak tunggal, Bunda. Six pocket syndrome dapat terjadi pada siapapun, terutama anak yang terbiasa dimanja.
Tapi tenang, sebagai orang tua Bunda tetap bisa kok, memberinya kasih sayang sekaligus membantunya belajar mandiri. Nah, untuk mengetahui serta memahami lebih lanjut terkait six pocket syndrome ini, yuk simak penjelasan lengkapnya sebagai berikut.
Apa itu six pocket syndrome?
Istilah six pocket syndrome ini muncul ketika Tiongkok menerapkan kebijakan satu keluarga satu anak yang dilakukan mulai dari tahun 1979, Bunda. Kebijakan ini akhirnya menciptakan struktur keluarga 4-2-1, yang terdiri dari 4 kakek-nenek, 2 orang tua, dan 1 anak.
Enam orang dewasa yang terdiri dari 4 kakek-nenek dan 2 orang tua ini biasanya cenderung mencurahkan materi serta kasih sayang yang berlebih kepada anak tersebut. Mereka tak segan untuk memberikannya mainan, makanan, perhatian, pujian, hingga perangkat elektronik secara cuma-cuma.
Dari sanalah anak sering kali tanpa sadar dijadikan pusat perhatian dalam keluarga, meskipun awalnya ia tidak pernah meminta. Pola asuh yang selalu memprioritaskan dirinya akan membentuk sebuah mindset bahwa semua hal yang ia ingin harus terpenuhi dan pasti ada orang yang akan memenuhi itu semua.
Maka dari itu, anak yang tumbuh dengan lingkungan seperti ini akan lebih sulit untuk bersabar, berbagi, atau menghadapi sesuatu yang di luar ekspektasinya. Tanpa disadari, perlahan hal ini dapat membuat orang tua merasa lelah karena harus memenuhi setiap permintaannya.
Tanda-tanda six pocket syndrome pada anak
Berdasarkan pengamatan psikologis, anak dengan six pocket syndrome kerap menunjukkan beberapa pola perilaku yang identik. Namun, perilaku tersebut bukanlah sifat asli anak, melainkan hasil dari kebiasaan dimanja dan terlalu dilindungi oleh orang dewasa sekitarnya.
Berikut beberapa tanda six pocket syndrome pada anak yang dilansir dari laman Times of India:
- Terlalu bergantung pada orang dewasa hanya untuk hal-hal kecil.
- Banyak menuntut dan meminta.
- Sulit berbagi dengan orang lain.
- Mudah marah saat keinginannya tidak terpenuhi.
- Kecewa berlebihan pada hal kecil yang di luar ekspektasinya.
- Sering mencari perhatian, haus pujian, dan validasi.
Mengetahui tanda-tandanya, orang tua diharapkan bisa mengurangi kebiasaan anak untuk dimanja atau dilindungi secara berlebihan oleh orang dewasa di sekitarnya. Dengan begitu, anak dapat tumbuh dengan kemampuan sosial dan emosional yang lebih seimbang.
Cara mencegah six pocket syndrome pada anak
Mencegah six pocket syndrome pada anak sebenarnya mudah dan sederhana, Bunda. Orang tua hanya perlu menyeimbangkan antara kasih sayang, perhatian, dan kemandirian anak dalam pola pengasuhannya.
Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah six pocket syndrome pada anak yang dikutip dari laman MSN:
- Memberi tanggung jawab sederhana: Bunda bisa membiasakan anak melakukan hal-hal kecil, seperti merapikan mainan bila sudah tidak digunakan, merapikan tempat tidur, atau membantu Bunda di rumah.
- Menetapkan batasan: Penting untuk orang tua memberinya batasan. Bunda dapat menerapkan batasan pada penggunaan gadget atau keinginan dalam membeli sesuatu.
- Melatih kemampuan sosial: Ajak anak untuk bermain bersama teman sebaya agar ia belajar berbagi, bersabar menunggu giliran, dan bekerja sama.
- Berikan apresiasi: Bunda dapat menghargai usaha anak dengan apresiasi bagaimanapun hasilnya.
- Biarkan anak alami kegagalan: Sesekali Bunda dapat membiarkan anak menghadapi kekecewaan dan kegagalan kecil supaya ia belajar menerima konsekuensi, bangkit dari keterpurukan, dan berani mencoba kembali.
Jika diterapkan secara konsisten, langkah-langkah tersebut dapat membantu anak menjadi lebih mandiri dan tidak mudah bergantung pada orang lain, Bunda. Dengan begitu, anak tidak lagi terbiasa jadi pusat perhatian keluarga dan mampu belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.
Demikian informasi mengenai six pocket syndrome, kondisi yang membuat anak jadi pusat perhatian keluarga, serta bagaimana cara mencegahnya. Semoga penjelasannya bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Jelang Ujian Semester, Ajari Si Kecil Doa Memohon Ilmu Bermanfaat
Parenting
10 Tips Ajarkan Anak Anger Management Biar Mudah Tenang & Enggak Gampang Marah
Parenting
Perbedaan Usia Anak Terpaut Jauh, Ini Cara Mona Ratuliu Lakukan Bonding Time
Parenting
Masih Banding-bandingkan Anak? Coba Simak Pesan Kak Seto Soal Inner Strength
Parenting
Berapa Usia Ideal Anak Masuk TK A? Bunda Perlu Tahu Nih
7 Foto
Parenting
7 Potret Natarina Anak Taufik Hidayat yang Kini Beranjak Dewasa
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
15 Ciri Anak Alami Gangguan Kepribadian Narsistik dan Cara Mengatasinya
9 Kesalahan Orang Tua Penyebab Anak Manja Menurut Pakar
7 Tanda Golden Child Syndrome, Ketika Salah Satu Anak Jadi Favorit Orang Tua