PARENTING
Bolehkah Menyalakan White Noise untuk Bayi Semalaman agar Tidur Nyenyak?
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 27 Mar 2026 20:20 WIBMeskipun kini banyak orang tua yang membedong bayi, ternyata masih sedikit yang memanfaatkan suara latar menenangkan atau white noise untuk bayi. Suara ini bisa menjadi alat bantu untuk Si Kecil lebih tenang dan cepat tertidur.
White noise dikenal ampuh untuk bayi yang rewel, lho. Suara khusus ini membantu mereka tidur lebih lama, sama seperti saat Bunda membedongnya.
Lantas, bolehkah menyalakan white noise untuk bayi semalaman? Banyak orang tua yang ingin tahu soal ini karena ingin tidur Si Kecil tetap nyenyak.
Mari kita simak jawaban selengkapnya berikut ini, Bunda.
Bolehkah menyalakan white noise untuk bayi semalaman?
Mengutip dari laman Happiest Baby, sebuah studi terhadap 40 bayi menemukan bahwa white noise membantu 80 persen bayi, tertidur hanya dalam 5 menit. Studi lain juga menunjukkan white noise dapat mengurangi durasi menangis dan meningkatkan waktu tidur pada bayi kolik.
Bahkan, American Academy of Pediatrics (AAP) setuju bahwa white noise dapat meningkatkan kualitas tidur bayi. White noise bekerja dengan cara menenangkan bayi secara alami.
Suara ini mengaktifkan refleks bawaan, atau "tombol reset", untuk meredakan tangisan dan membantu Si Kecil tidur lebih cepat. Suara yang paling efektif untuk bayi rewel adalah yang kasar dan agak keras, yaitu hampir setara dengan tangisan mereka.
Lebih lanjut, Bunda juga bisa memberikan suara ini sendiri dengan mendekatkan mulut ke telinga Si Kecil dan mengeluarkan suara "Shhhhhhhhhhhhhhh" yang kuat.
Karena sulit mempertahankan suara "Shhhhhhhhhhhhhhh" sepanjang tidur siang dan malam, memanfaatkan white noise jadi pilihan yang praktis. Suara ini bisa diatur dengan mudah, sehingga tetap menenangkan bagi bayi.
Volume terbaik sebenarnya tergantung kondisi bayi, Bunda. Jika Si Kecil sedang tenang, white noise bisa diatur antara sekitar 57 desibel (tingkat bisikan) hingga 68 desibel (nyanyian pengantar tidur).
Meski tangisan bayi bisa mencapai 100-120 desibel, menyesuaikan white noise di sekitar 85 desibel biasanya sudah cukup. Sebagai gambaran, suara di dalam rahim bisa mencapai lebih dari 90 desibel, jadi tingkat ini aman untuk tidur bayi.
Jenis white noise terbaik untuk membantu bayi tidur
Meskipun banyak white noise yang menawarkan lebih dari 20 suara, tidak semua suara efektif untuk menidurkan bayi ya, Bunda. Suara yang terus-menerus, monoton, dan bernada rendah justru yang paling ampuh. Berikut penjelasan selengkapnya:
Hujan
Suara hujan terasa damai dan menenangkan bagi bayi dan orang tua. Bunyi tetesan hujan membuat suasana kamar menjadi lebih nyaman dan membantu Si Kecil tidur lebih nyenyak.
Pengering rambut
Bunyi pengering rambut bisa menenangkan bayi yang rewel lho, Bunda. Suara ini cukup keras untuk menarik perhatian bayi dan membuatnya lebih tenang.
Kereta
Irama suara kereta sebenarnya mirip dengan detak jantung manusia. Bayi pun menjadi lebih mudah rileks dan merasa nyaman untuk tidur karena ritme ini benar-benar menenangkan.
Shush
Suara shush meniru persis apa yang dilakukan orang tua untuk menenangkan bayi yang rewel. Teknik ini cukup efektif membuat Si Kecil cepat tenang dan siap untuk tidur.
Bolehkah white noise digunakan sepanjang hari untuk bayi?
Bunda, meskipun white noise bisa membantu tidur Si Kecil, sebaiknya tidak digunakan sepanjang hari, ya. Sama seperti membedong, bayi juga perlu waktu untuk beristirahat.
Memberi jeda ini tentu penting supaya telinga dan otak bayi bisa belajar mengenali suara di rumah. Dengan begitu, Si Kecil bisa lebih terbiasa dengan lingkungan dan suara Bunda sendiri.
Perlu diketahui bahwa white noise sebaiknya digunakan saat bayi sedang rewel atau supaya tidurnya terasa lebih nyaman. Jadi, jangan dipakai terus-menerus ya, Bunda.
Itulah ulasan seputar apakah boleh menyalakan white noise untuk bayi semalaman agar tidurnya lebih nyenyak. Semoga informasinya dapat membantu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Anak Tantrum saat Kumpul Lebaran? Ini 5 Cara Menghadapinya Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Ajak Si Kecil Tetap Aktif Saat di Rumah Aja Yuk
Bacakan Dongeng Bikin Anak jadi Pemalas, Benarkah Bunda?
Bingung Kenapa Anak Suka Dibacakan Dongeng yang Sama Sebelum Tidur, Bunda?
5 Cara Sederhana Beri Contoh Baik pada Anak
TERPOPULER
Cara Membuat Bakwan Jagung Hemat Bahan, Renyah dan Gurih
Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?
Beragam Mitos Tentang Kehamilan Kedua, Ketahui Faktanya Bun
Dokter Ini Lakukan 21 Operasi Caesar dalam 10 Jam, Picu Kontroversi Medis
Pakar Ungkap Cara Menjadi Orang Tua yang Baik, Ternyata Bukan Soal Menjadi Sempurna
REKOMENDASI PRODUK
10 Matcha Bubuk yang Enak, Berkualitas hingga Terjangkau
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Vitamin D untuk Promil, Bagus untuk Suami Istri
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Deep Fryer Kecil Multifungsi Stainless Steel Anti Lengket dan Tahan karat
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sampul Buku Lengkap dari Aesthetic, Plastik Bening, Cokelat, dan Warna
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Alat Pel Lantai yang Bagus dari Putar, Tanpa Bilas & Otomatis
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
25 Taman Bermain Anak Terdekat di Jakarta Lengkap dari Terbesar, di Mall hingga Gratis
Beragam Mitos Tentang Kehamilan Kedua, Ketahui Faktanya Bun
Kisah Keluarga Zion Suzuki Kiper Timnas Jepang di Piala Dunia 2026, Sang Ayah Keturunan Ghana
Kenapa Operasi Caesar Semakin Sering Dipilih dalam Persalinan?
Cara Membuat Bakwan Jagung Hemat Bahan, Renyah dan Gurih
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Mendadak Kena PHK? Ini 8 Cara Atasi Mental Biar Nggak Down!
-
Beautynesia
7 Kebiasaan yang Membantu Uang Bertahan Sampai Akhir Bulan
-
Female Daily
Cek 4 Produk Skin Barrier Terbaik di JakartaXBeauty 2026, Wajib Belanja!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Cerita Tora Sudiro Kirim 'Mata-mata' saat Putrinya Pergi, Ini Kata Psikolog
-
Mommies Daily
Haruskah Anak Tetap Belajar saat Libur Sekolah? Ini Kata Psikolog Pendidikan