parenting
Bolehkah Anak-anak Membolos Sekolah untuk Diajak Liburan? Ini Kata Pakar
HaiBunda
Sabtu, 04 Apr 2026 19:20 WIB
Daftar Isi
Saat musim liburan sekolah, biasanya destinasi wisata, transportasi umum, hingga akomodasi penginapan seringkali dipadati pengunjung. Karenanya, tak sedikit orang tua yang enggan mengajak keluarga untuk berlibur tepat di momen tersebut.
Oleh sebab itu, muncul sebuah fenomena para orang tua yang mengajak anak mereka berlibur di luar musim liburan saat tahun ajaran baru. Akan tetapi, fenomena ini sudah pasti menimbulkan beragam pro dan kontra di berbagai kalangan.
Sebuah studi pada tahun 2026 menemukan bahwa siswa dengan jumlah ketidakhadiran yang tinggi cenderung memiliki nilai yang di bawah standar. Bahkan, siswa yang hanya absen beberapa hari saja skor ujiannya tertinggal jauh dibandingkan teman-temannya yang rajin hadir.
Melihat hal tersebut, sejumlah ahli menilai bahwa kehadiran anak di sekolah sangat penting bagi pendidikannya. Sebab, absensi berisiko membuat anak tertinggal pelajaran atau tugas sehingga mereka harus mengejarnya bersama para guru.
Meski demikian, beberapa ahli lainnya juga menilai bahwa berlibur di luar musim liburan sekolah memiliki sisi positif bagi anak. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir, ya. Untuk mengetahuinya lebih lanjut pendapat para pakar tersebut, simak penjelasannya berikut ini.
Pendapat ahli tentang mengajak anak bolos sekolah untuk liburan
Aturan dan kebijakan mengenai pembatasan ketidakhadiran di sekolah dan liburan di luar jadwal resmi tentu berbeda-beda, baik di setiap negara maupun sekolah. Hal ini tentunya menjadi bahan pertimbangan para orang tua dalam memutuskan momen bepergian yang mengajak anak-anak.
Sebagai contoh, di Queensland, orang tua dan anak tetap memiliki tanggung jawab untuk memenuhi jumlah kehadiran di sekolah, dengan datang setiap hari dan sesuai jadwal, kecuali terdapat alasan yang masuk akal. Meski begitu, Queensland menganggap liburan sebagai alasan yang masuk akal, Bunda.
Mantan guru sekaligus dosen di Queensland University of Technology, Dr. Rebecca English, melalui ABC News mengatakan bahwa orang tua tidak perlu merasa bersalah saat mengajak anak berlibur di luar jadwal sekolah. Meski begitu, ia tetap menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan komunikasi dengan pihak sekolah.
Dr. English juga mengingatkan bahwa durasi perjalan perlu diperhatikan. Menurutnya, perjalanan dengan durasi waktu yang singkat masih dapat dimaklumi. Sementara itu, untuk perjalan yang lebih lama, orang tua perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap proses belajar maupun pihak sekolah.
Direktur pendidikan SchoolStatus, Kare Stern, PhD, menyebut bahwa keputusan untuk mengizinkan anak bolos sekolah demi berlibur sebenarnya sangat bergantung pada kondisi masing-masing keluarga. Hal ini dikarenakan setiap situasi tentu memiliki pertimbangan yang berbeda.
Hal serupa juga disampaikan oleh pendidik K-12 bersertifikasi, Hanna Takajo, yang menyarankan orang tua untuk mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan akademik anak sebelum mengambil keputusan. Jika anak mengalami kesulitan belajar mandiri, maka bolos sekolah justru akan menjadi beban baginya.
Manfaat mengajak anak liburan di waktu sekolah
Menurut Kara Stern, liburan bersama keluarga tentu dapat disulap sebagai metode belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan bagi anak, sebab selama itu anak dapat menemukan berbagai pengalaman dan hal-hal menarik yang jarang mereka pelajari di sekolah.
Misalnya, memilih perjalanan dengan akomodasi yang mendukung pendidikan dan hiburan, seperti berkunjung ke destinasi alam yang dapat memberikan pengalaman bereksperimen sekaligus menikmati keindahan alamnya. Liburan seperti ini dipercaya lebih bermanfaat dan mendukung anak untuk bermain sambil belajar hal-hal baru, Bunda.
Selain itu, mengunjungi berbagai daerah yang berbeda dapat memberikan banyak pemahaman dan pengetahuan bagi anak, mulai dari budaya, hingga keberagaman etnis yang tidak selalu didapatkan di sekolah. Pengalaman ini tentunya akan membuka pola pikir anak serta meningkatkan kemampuan adaptasinya, Bunda.
Cara agar tetap produktif saat anak bolos sekolah untuk liburan
Melihat berbagai pertimbangan dari para ahli, orang tua tetap perlu memastikan bahwa waktu liburan tidak mengganggu proses belajar anak secara signifikan. Nah, berikut beberapa tips yang dilansir dari laman Good Housekeeping agar anak tetap produktif meski bolos sekolah demi berlibur:
1. Pastikan ketahui kebijakan sekolah terkait ketidakhadiran
Seperti yang kita tahu bahwa setiap sekolah memiliki kebijakan yang berbeda, Bunda. Mengenai hal ini, orang tua perlu mengetahuinya sejak awal tahun ajaran atau saat orientasi sebagai langkah antisipasi.
Beberapa hal mengenai absensi pada anak yang perlu diketahui, antara lain:
- Berapa lama jumlah maksimal ketidakhadiran anak dalam satu semester?
- Berapa lama batas maksimal orang tua perlu memberitahu pihak sekolah?
- Bagaimana kebijakan terkait tugas yang tertinggal?
2. Membuat rencana yang strategis
Saat merencanakan liburan, pemilihan tanggal dan waktu perlu diperhatikan agar anak tidak kehilangan waktu belajar terlalu banyak, Bunda. Di samping itu, sebaiknya orang tua juga tidak memilih waktu pada tiga minggu pertama masa sekolahnya, atau saat mereka sedang membangun rutinitas di sekolah.
Terlebih, pada siswa SMP dan SMA, yang memiliki lebih banyak masa-masa penting. Maka dari itu, orang tua perlu menyesuaikan waktu dengan jadwal ujian anak, seperti ujian tengah semester, ujian akhir semester, serta ujian praktik agar tidak bentrok.
3. Berkonsultasi dan bekerja sama dengan guru
Sebelum memutuskan liburan, orang tua perlu meminta saran dan masukkan dari para guru yang membimbing Si Kecil. Tanyakan kepada mereka mengenai hal-hal penting yang akan dipelajari saat anak tidak masuk, sehingga orang tua dapat mempelajari materi tersebut selama liburan.
4. Manfaatkan liburan sebagai media belajar
Meskipun liburan identik dengan hiburan dan bersenang-senang, momen ini juga dapat digunakan sebagai media belajar yang berbeda dengan sekolah. Orang tua dapat melibatkan anak dalam aktivitas selama liburan agar mereka tetap mendapatkan pembelajaran.
Orang tua juga dapat menerapkannya melalui hal-hal yang sederhana, seperti membaca peta atau rute transportasi untuk mengasah kemampuan anak dalam mengetahui jarak tempuh, hingga membantu mengatur keuangan selama perjalanan guna mengasah keterampilan matematikanya.
5. Meminta anak membuat catatan selama liburan
Anak bisa semakin produktif saat liburan. Caranya, orang tua bisa mengajak anak untuk menangkap momen segala hal yang ditemui saat liburan, seperti keindahan alam, rambu lalu lintas, menu makanan, atau lainnya. Kemudian, ajak anak untuk menulis satu kalimat keterangan atau caption yang menggambarkan momen tersebut.
Langkah ini dipercaya dapat membantu mengembangkan kemampuan menulis dan pemahaman literasi anak dengan cara yang menyenangkan, dibandingkan pekerjaan rumah yang bersifat textbook. Karenanya, jangan lupa untuk selalu mengabadikan setiap momen yang ada, Bunda.
Demikian penjelasan mengenai boleh atau tidaknya anak bolos sekolah demi berlibur. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Anak Ketahuan Bolos Sekolah? Ini 7 Cara Tepat Orang Tua Menghadapinya
Parenting
Perbedaan Usia Anak Terpaut Jauh, Ini Cara Mona Ratuliu Lakukan Bonding Time
Parenting
Berapa Usia Ideal Anak Masuk TK A? Bunda Perlu Tahu Nih
Parenting
Jelang Ujian Semester, Ajari Si Kecil Doa Memohon Ilmu Bermanfaat
Parenting
Anak Sudah Kenal Huruf, Cynthia Lamusu Bahagia tapi Bingung
7 Foto
Parenting
7 Potret Natarina Anak Taufik Hidayat yang Kini Beranjak Dewasa
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Playground Semarang untuk Ajak Anak Liburan Seru, Lengkap Indoor-Outdoor
10 Tempat Bermain Anak di BSD dan Bintaro, Lengkap dari Terbaru hingga Seru
Nikita Willy Bagikan Tips Memilih Baju Anak saat Traveling, Kenyamanan Nomor Satu