PARENTING
Perkembangan Bayi 10 Bulan, Mulai Berdiri Sendiri & Senang Main Cilukba
Kinan | HaiBunda
Minggu, 12 Apr 2026 11:20 WIBMemasuki usia 10 bulan, Si Kecil akan semakin banyak mencapai kemandiriannya nih, Bunda! Bayi juga semakin pandai belajar berdiri dan senang bermain cilukba.
Perkembangan bayi juga semakin pesat, baik dari segi fisik, kognitif, maupun sosial-emosional. Bayi akan mulai lebih aktif bergerak, mengeksplorasi lingkungan, serta menunjukkan rasa ingin tahu yang semakin besar terhadap dunia sekitarnya.
Setiap bayi memiliki kecepatan perkembangan yang berbeda, tetapi secara umum usia ini ditandai dengan meningkatnya kemampuan motorik, komunikasi, dan interaksi sosial.
Orang tua pun perlu memahami berbagai perubahan ini agar dapat memberikan stimulasi yang tepat serta mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Dikutip dari Pregnancy, Birth, and Baby, beberapa bayi mungkin mengalami sedikit penurunan berat badan pada masa ini. Hal ini bisa disebabkan karena mereka lebih banyak bergerak atau sedang sakit.
Perkembangan bayi usia 10 bulan
Seperti apa saja perkembangan yang dialami oleh bayi usia 10 bulan? Dikutip dari berbagai sumber, berikut penjelasan selengkapnya, Bunda:
1. Perkembangan fisik
Sebagian besar bayi usia 10 bulan sudah dapat merangkak dengan baik menggunakan tangan dan lutut.
Bayi juga kemungkinan sudah bisa duduk dengan mantap dan mungkin dapat berjalan sambil berpegangan pada furnitur, yang disebut sebagai 'cruising'.
Dalam tahap ini, mereka mungkin akan mencoba mengambil mainan dari posisi berdiri dan bahkan penasaran ingin memanjat tangga. Oleh sebab itu, orang tua perlu lebih memperhatikan faktor keamanan di rumah.
2. Perkembangan kognitif
Bayi usia 10 bulan mulai tertarik untuk mengetahui cara kerja sesuatu, mencari benda yang tersembunyi, serta meraih, menggenggam, atau melempar benda.
Mereka juga mulai senang bergerak mengikuti musik, meniru suara sederhana, dan mengambil benda kecil dengan ibu jari dan jari telunjuk.
3. Perkembangan sosial
Pada usia 10 bulan, kecemasan saat berpisah biasanya mulai berkurang dan mungkin akan lebih mudah meninggalkan bayi bersama orang lain yang dipercaya.
Bahkan bayi bisa menjadi sangat murah senyum, sehingga senang bertemu dengan orang baru. Namun tak perlu khawatir, wajar juga jika bayi masih tampak malu atau justru bersembunyi saat berada di lingkungan baru.
3. Perkembangan emosional
Beberapa bayi usia 10 bulan mungkin mulai memiliki ketakutan baru, seperti kaget saat mendengar suara vacuum cleaner atau bel pintu. Di momen seperti ini, pelukan Bunda bisa membuat mereka merasa lebih aman.
Dikutip dari What to Expect, bayi 10 bulan akan mulai lebih memahami konsep keberadaan objek (object permanence). Mereka juga sudah mulai senang diajak bermain cilukba.
4. Perkembangan bahasa
Jangan lupa untuk selalu rutin mengajak Si Kecil bermain dan mengobrol bersama ya, Bunda. Mereka akan mulai menunjukkan tanda-tanda berkomunikasi melalui bahasa tubuh dan ekspresi wajah.
Ocehan-ocehan seperti babbling juga masih akan sering terdengar.
Tips menstimulasi perkembangan bayi 10 bulan
|
|
Ada beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan untuk membantu menstimulasi perkembangan bayi di usia 10 bulan. Berikut ulasannya:
1. Ciptakan lingkungan yang aman untuk eksplorasi
Dikutip dari Mayo Clinic, karena bayi 10 bulan mulai senang eksplorasi, maka pastikan lingkungan rumah cukup aman untuk mereka berkeliling.
Pindahkan segala sesuatu yang dapat membahayakan Si Kecil, termasuk benda-benda berukuran sangat kecil (yang bisa memicu risiko tersedak), atau barang mudah pecah.
Tutup stop kontak listrik dan gunakan pagar pengaman tangga sebagai langkah tambahan. Jika di rumah ada furnitur dengan sudut tajam, beri pelindung atau jauhkan dari area bermain bayi.
2. Membacakan buku
Sediakan waktu untuk membaca setiap hari, meskipun hanya beberapa menit. Pada usia ini, bayi dapat mulai tertarik pada buku.
Hal ini termasuk dari tekstur halaman buku, mengenal kata-kata baru, serta aktivitas seru yang ada di dalam ceritanya. Buat kegiatan membaca lebih menarik dengan menggunakan ekspresi wajah, efek suara, dan suara berbeda untuk setiap karakter.
3. Terus ajak mengobrol
Bicaralah dengan Si Kecil sesering mungkin dan beri kesempatan bagi mereka untuk merespons. Menggunakan bahasa yang jelas, bukan bahasa bayi atau dicadel-cadelkan. Hal tersebut dapat membantu mereka meniru kata dengan benar.
Pastikan semua anggota keluarga menerapkan hal yang sama, agar bayi tidak bingung dalam proses belajarnya.
4. Tetapkan batasan
Bayi belum memiliki pemahaman tentang benar dan salah. Berikan pujian saat mereka membuat pilihan yang baik, serta arahkan mereka menjauh dari situasi berbahaya.
Jika perlu, Bunda bisa menggunakan kata 'tidak' dengan perlahan jika bayi tidak sengaja menyakiti orang lain. Jelaskan dengan tenang mengapa tindakan tersebut tidak boleh dilakukan, lalu alihkan perhatian bayi.
Kapan perlu konsultasi ke dokter?
Bayi mungkin mencapai beberapa tonggak perkembangan lebih cepat atau justru sedikit tertinggal pada yang lain. Hal ini wajar, tapi tetap penting untuk memperhatikan tanda atau gejala lainnya.
Konsultasikan dengan dokter jika Bunda ragu tentang perkembangan bayi atau jika bayi memiliki kondisi-kondisi berikut:
- Tidak merangkak atau selalu menyeret satu sisi tubuh saat merangkak
- Tidak dapat berdiri dengan bantuan
- Tidak mampu melakukan gerakan seperti melambaikan tangan atau menggelengkan kepala
- Tidak mengoceh atau mencoba mengucapkan kata seperti 'mama' atau 'dada'
- Tidak mencari benda yang disembunyikan saat ia melihatnya
- Tidak menunjuk ke benda atau gambar
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)