parenting
Perkembangan Fisik Bayi 2 Bulan, Berat Badan hingga Panjang Ideal
HaiBunda
Senin, 30 Mar 2026 17:50 WIB
Daftar Isi
Menyaksikan perkembangan fisik bayi rasanya sekejap mata ya, Bunda. Badannya yang mungil mulai berisi, kulitnya yang kemerahan mulai berubah, wajah yang tadinya tanpa ekspresi berarti, kian menjadi ekspresif dan murah senyum. Semua perkembangan tadi mulai terlihat jelas Ketika bayi menginjak usia 2 bulan.
Pada usia 2 bulan, bayi mengalami peningkatan berat badan yang signifikan dan mungkin terlihat bulat dan gemuk. Seiring perkembangan ototnya, lengan dan kakinya mulai bergerak lebih bebas, meregang sehingga tampak lebih tinggi dan ramping.
Dikutip dari laman Pregnancy Birth Baby, selama 2 bulan pertama, bayi tumbuh sangat cepat. Mereka akan terus tumbuh dengan kecepatan ini, kemungkinan bertambah berat sekitar 900 gram dan tumbuh 2,5cm hingga 3,8cm setiap bulan.
Bayi sering mengalami percepatan pertumbuhan sekitar usia 6 minggu. Hal ini mungkin membuat mereka lebih rewel karena ingin makan lebih banyak dari biasanya. Bunda mungkin merasa seperti terus-menerus memberi makan, terutama pada waktu-waktu tertentu dalam sehari.
Pertumbuhan bayi 2 bulan
Lalu, berapa berat badan dan panjang bayi 2 bulan yang ideal? Berikut penjelasannya:
Berat badan (BB) bayi 2 bulan yang ideal
Menurut Tabel Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak Kementerian Kesehatan RI yang mengacu pada WHO, berat badan anak laki-laki umur 2 bulan yang ideal adalah 5,6 kg. Namun, di atas 4,3 kg (-2 SD) hingga di bawah 7,1 kg (+2 SD) masih terbilang normal.
Sementara, untuk anak perempuan, berat badan ideal di usia 2 bulan adalah 5,1 kg. Namun, di atas 3,9 kg (-2 SD) hingga di bawah 6,6 kg (+2 SD) masih terbilang normal.
Panjang badan bayi 2 bulan yang ideal untuk anak perempuan dan laki-laki
Menurut Tabel Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak Kementerian Kesehatan RI yang mengacu pada WHO, panjang badan anak laki-laki umur 2 bulan yang ideal adalah 58,4 cm. Namun, di atas 54,4 cm (-2 SD) hingga di bawah 62,4 cm (+2 SD) masih terbilang normal.
Kemudian, untuk anak perempuan yang berumur 2 bulan, panjang badan yang ideal adalah 57,1 cm. Â Namun, di atas 53,0 cm (-2 SD) hingga di bawah 61,1 cm (+2 SD) masih terbilang normal.
Perkembangan fisik bayi 2 bulan
Bagaimana perkembangan bayi di usia 2 bulan? Berikut perkembangan yang dapat Bunda amati:
Keterampilan motorik
Gerakan bayi yang baru lahir mungkin akan tersentak-sentak pada awalnya, tetapi selama dua bulan berikutnya, sebagian besar bayi mulai mengendalikan gerakan. Leher bayi yang baru lahir juga akan menjadi lebih kuat selama waktu ini. Pada usia dua bulan, saat Bunda menggendong bayi, bayi seharusnya sudah mampu menopang kepalanya sendiri.
Pendengaran
Bayi yang baru lahir dapat mendengar tetapi mereka tidak mengerti arti suara tersebut. Pada usia 1 bulan, bayi mulai mengenali suara-suara yang familiar dan mungkin menunjukkannya dengan menolehkan kepala.
Penglihatan
Dalam tiga bulan pertama, bayi paling memperhatikan wajah. Selama waktu ini, bayi kemungkinan akan memperoleh kemampuan untuk mengikuti objek saat bergerak di depan mata. Secara bertahap, bayi mampu fokus pada objek yang lebih jauh. Sekitar usia 2 bulan, bayi mungkin mulai tersenyum ketika orang lain tersenyum kepada mereka.Â
Komunikasi
Bayi menerima informasi seperti bahasa tubuh pengasuh, ekspresi, dan cara mereka digendong. Namun, cara bayi baru lahir mengkomunikasikan kebutuhan mereka sebagian besar adalah dengan menangis. Pada usia 2 bulan, bayi mungkin akan berceloteh dan mengulangi suara vokal ketika Bunda berbicara atau bermain bersama dengan lembut.Â
Cara optimalkan pertumbuhan dan perkembangan fisik bayi 2 bulan
Ilustrasi/Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak |
Dikutip dari laman Raising Children, untuk mewujudkan pertumbuhan dan perkembangan fisik bayi 2 bulan, Bunda dan Ayah perlu melakukan beberapa hal berikut ini:
1. Gendong dan peluk bayi
Hal ini membantu bayi merasa aman dan nyaman. Selain itu, kebiasaan ini juga dapat membantu mempererat ikatan antara orang tua dan bayi.
2. Bermain dengan bayi
Bayi merasa dicintai dan aman saat bermain bersama. Cobalah aktivitas sederhana seperti berbicara, membaca, dan menyanyikan lagu bayi. Permainan seperti cilukba juga bisa menyenangkan.
3. Tersenyum
Senyum pada bayi membuat mereka merasa senang, aman, dan nyaman. Hal ini juga membantu perkembangan otak bayi dan membangun ikatan dengan orang tua.
4. Lakukan kontak mata
Saat Bunda membuat bayi mengikuti pandangan mata, ini mendorong mereka untuk menoleh. Aktivitas ini membangun kekuatan leher dan kontrol kepala bayi. Mengubah posisi bayi dapat mendorong mereka untuk menoleh ke kedua sisi.
5. Coba tummy time (posisi tengkurap)
Mulailah dengan 1-2 menit tummy time dan tingkatkan hingga 10-15 menit beberapa kali sehari. Kegiatan ini membangun otot kepala, leher, dan tubuh bagian atas bayi, yang penting untuk duduk dan berdiri nantinya. Selalu awasi bayi saat tengkurap, dan tidurkan bayi dalam posisi telentang.
6. Pijat bayi
Pijat bayi termasuk salah satu cara yang bagus untuk menjalin ikatan dengan bayi. Kebiasaan ini juga bisa menenangkan bayi. Memijat punggung bayi dengan lembut juga dapat membantu bayi terbiasa berada dalam posisi tengkurap.
Itulah perkembangan bayi 2 bulan yang perlu diketahui Bunda dan Ayah serta cara mengoptimalkannya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Kapan Leher Bayi Sudah Kuat untuk Tegak?
Parenting
Ternyata Begini Tahapan Bayi Baru Lahir Mengenali Bunda
Parenting
Makna di Balik Bayi yang Banyak Tersenyum, Bukan Berarti Selalu Ceria Bun
Parenting
5 Etika Menjenguk Bayi di Masa Pandemi, Bisa Contoh Felicya Angelista Bun
Parenting
7 Tahapan Perkembangan Bayi 1 Bulan, Penting Untuk Bunda Perhatikan Lho
7 Foto
Parenting
7 Potret Ayah Artis Bantu Mandikan Bayi Baru Lahir hingga Ganti Popok
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ilustrasi/Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak
9 Hal yang Terjadi Selama Fase Perkembangan Bayi hingga Balita
Pola Tidur Bayi Ternyata Bisa Digunakan untuk Memprediksi Autisme
Beda Arti Bonding & Attachment Bayi, Cara untuk Meningkatkan Hubungan dengan Anak