parenting
Jangan Kasih 5 Hal Ini ke Bayi 0-6 Bulan, Bunda Perlu Tahu
HaiBunda
Jumat, 24 Apr 2026 09:30 WIB
Daftar Isi
Di usia kurang dari 6 bulan, bayi hanya bisa mengonsumsi ASI dan/atau susu formula saja. Selain itu, bayi tidak boleh diberikan asupan lain ya, Bunda.
Beberapa asupan tertentu terkadang dianggap 'aman' untuk bayi, tapi nyatanya tak selalu demikian. Perlu diketahui bahwa sistem pencernaan bayi di bawah usia 6 bulan masih sangat lemah.
Hal ini membuat bayi 0-6 jadi sangat sensitif terhadap pemberian asupan-asupan tertentu. Oleh sebab itu, Bunda sebaiknya tetap waspada dan mengawasi Si Kecil.
Sistem pencernaan bayi 0-6 bulan
Dalam beberapa jam pertama setelah lahir, bayi baru lahir akan mulai memerlukan makanan pertamanya.
"ASI atau susu formula adalah dua pilihan yang dapat dikonsumsi bayi selama bulan-bulan awal kehidupannya, karena bayi belum dapat mengunyah dan menelan makanan padat," kata dokter anak Ricardo Baler, MD, dokter anak dari UNC Health.
Di waktu ini, sistem pencernaan bayi masih dalam tahap perkembangan dan belum matang sempurna. Tubuhnya hanya mampu mencerna ASI dan/atau susu formula.
Beberapa bayi bahkan lebih sering mengalami gangguan pencernaan seperti kolik, kembung, dan muntah karena otot saluran cernanya belum kuat.
Apa saja yang tidak boleh diberikan pada bayi 0-6 bulan?
Berikut beberapa hal yang tidak boleh diberikan pada bayi berusia kurang dari 6 bulan seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Madu
Dikutip dari Kids Health, bayi yang berusia di bawah 1 tahun tidak boleh diberikan madu. Hal ini karena madu memiliki sejenis bakteri (disebut Clostridium), yang bisa menyebabkan botulisme pada bayi.
Botulisme pada bayi atau infant botulism dapat menyebabkan kelemahan otot, dengan tanda-tanda seperti tubuh menjadi lemas, kemampuan mengisap yang buruk, tangisan yang lemah, sembelit, dan serta penurunan tonus otot.
Hindari memberikan madu atau makanan olahan apa pun yang mengandung madu, sampai setelah anak berusia 1 tahun.Â
2. Air putih
Dikutip dari Very Well Health, bayi berusia kurang dari 6 bulan ginjalnya masih dalam proses berkembang. Oleh sebab itu, ginjal bayi pun belum mampu mengeluarkan kelebihan air dari tubuh mereka.
Ketika terlalu banyak air menumpuk, hal ini dapat mengganggu keseimbangan cairan dan mineral. Dalam kasus yang lebih serius, kondisi ini dapat menyebabkan keadaan berbahaya yang dikenal sebagai water intoxication.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh bayi menerima lebih banyak air daripada yang dapat ditanganinya dengan aman.
Kelebihan air juga dapat mengencerkan elektrolit penting, yaitu mineral seperti natrium, kalsium, dan kalium, yang berperan dalam mengatur keseimbangan cairan, pergerakan otot, dan fungsi saraf.
Ketika kadar elektrolit turun terlalu rendah, tanda-tanda yang terjadi di antaranya seperti:
- Warna kebiruan di sekitar bibir, jari tangan, atau jari kaki
- Kulit teraba dingin, terutama pada tangan atau kaki
- Rewel
- Mual atau muntah
- Pembengkakan pada wajah, tangan, atau kaki
- Kejang (gerakan tersentak tiba-tiba, kaku, atau tatapan kosong)
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi dapat mulai diberikan sedikit air putih mulai usia 6 bulan, biasanya ketika mereka mulai mengonsumsi makanan padat.
Pada usia ini, ginjal bayi sudah lebih berkembang dan mampu memproses sedikit tambahan cairan selain ASI atau susu formula dengan aman.
3. Teh
Menurut NHS (National Health Service), teh dan kopi tidak cocok untuk bayi atau anak kecil. Dianjurkan hanya pemberian ASI dan/atau susu formula untuk bayi kurang dari 6 bulan.
Air putih juga bisa diberikan di masa MPASI, guna membantu memastikan bayi mendapat nutrisi dan hidrasi yang optimal. Teh tanpa kafein (decaf), teh chamomile, dan teh herbal lainnya juga tidak dianjurkan selama 12 bulan pertama Si Kecil.
Kafein dalam teh merupakan stimulan yang dapat menyebabkan masalah serius pada bayi, termasuk kekurangan zat besi, dehidrasi, gangguan penyerapan nutrisi, dan kejang dalam kasus yang jarang terjadi.
Sistem pencernaan dan ginjal bayi yang masih sangat sensitif belum mampu mencerna teh, termasuk jenis teh herbal.
4. Jus buah
Di usia 0-6 bulan, bayi sebenarnya sudah mendapatkan semua nutrisi dan cairan yang dibutuhkan dari ASI atau formula. Oleh sebab itu, pemberian jus buah sebenarnya tidak perlu dilakukan, Bunda.Â
Sistem pencernaan bayi di usia kurang dari 6 bulan juga masih belum matang, sehingga pemberian jus buah berisiko dapat menyebabkan masalah seperti diare, kembung, atau tidak nyaman pada perut.
Kandungan gula alami dalam jus buah juga cukup tinggi, sehingga berisiko mengganggu keseimbangan gula darah.
5. Obat-obatan tanpa resep dokter
Pemberian obat-obatan untuk bayi di usia kurang dari 6 bulan hanya boleh dilakukan atas resep dokter. Jadi, jangan berikan obat sembarangan jika sebelumnya tidak konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, Bunda.
Sebagian besar jenis obat yang dijual bebas belum tentu aman untuk bayi 0-6 bulan. Jika bayi memiliki keluhan tertentu, termasuk demam atau pilek, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak.
Itulah penjelasan tentang hal-hal yang tidak boleh diberikan pada bayi usia 0-6 bulan. Utamakan kesehatan dan keselamatan Si Kecil, hindari sembarang memberikan makanan atau minuman tanpa konsultasi ke dokter.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
Parenting
Bayi Usia 6 Bulan Sudah Bisa Apa Saja? Ketahui Perkembangan Motorik & Sensoriknya
Parenting
Cara Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir, Simak Angka Normal untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Parenting
Benarkah Penggunaan Baby Walker Aman untuk Anak Belajar Jalan?
Parenting
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Bolehkah Menjemur Bayi Baru Lahir Langsung Terkena Matahari? Ini Penjelasan IDAI
Berat Badan Lahir Bayi Rendah Bisa Tingkatkan Risiko Stroke Mematikan hingga 22%
Bayi 5 Bulan Sudah Bisa Apa Saja? Ketahui Perkembangan & Cara Mengatasinya