parenting
Berat Badan Lahir Bayi Rendah Bisa Tingkatkan Risiko Stroke Mematikan hingga 22%
HaiBunda
Jumat, 10 Apr 2026 16:50 WIB
Daftar Isi
Faktor risiko stroke kini sangat beragam. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa rendahnya berat badan bayi saat lahir dapat memicu peningkatan risiko stroke di kemudian hari.
Selama ini, mungkin kita hanya tahu kalau stroke disebabkan oleh tekanan darah tinggi atau kondisi kardiovaskular lainnya. Dengan demikian, temuan terkini yang mengaitkan berat badan lahir dengan risiko stroke merupakan wawasan baru untuk kita.
Penelitian yang dilakukan oleh sejumlah ahli dari Swedia ini ramai diperbincangkan di berbagai forum medis, Bunda. Bahkan dalam waktu dekat, temuan ini akan dipaparkan dalam European Congress on Obesity atau (ECO) yang ke-33 di Turki.
Bukan tanpa alasan mengapa penelitian ini banyak mendapat sorotan. Sebab, hasil studi tersebut mengungkap bahwa berat badan lahir rendah dapat meningkatkan risiko stroke mematikan hingga 22 persen, baik pada perempuan maupun laki-laki.
Studi tentang temuan risiko stroke pada berat badan lahir yang rendah
Dilansir NHS, penelitian ini dilakukan oleh Dr. Lina Lilja dan Dr. Maria Bygdell bersama tim dari Universitas Gothenburg, Swedia. Dalam studi tersebut, para ahli mengamati data 420.173 pria dan 348.758 wanita di Swedia yang lahir antara tahun 1973-1982.
Pengamatan tersebut dilakukannya hingga Desember 2022. Selanjutnya, para ahli mulai menganalisis tentang penyakit stroke dan kematian yang terjadi di Swedia. Dalam analisis tersebut, para ahli menemukan data sebagai berikut:
- Ditemukan 2.252 kasus stroke yang terjadi pada rentang usia dewasa muda (sekitar 18-40 tahun).
- 1.624 dari 2.252 kasus merupakan stroke iskemik yang rata-rata terjadi pada usia 37 tahun.
- 558 dari 2.252 kasus merupakan stroke perdarahan intraserebral (ICH) yang rata-rata terjadi pada usia 33 tahun.
Mengutip dari laman The Sun, stroke iskemik merupakan stroke yang disebabkan oleh penyumbatan aliran darah ke otak. Sementara stroke perdarahan intraserebral adalah stroke yang terjadi karena adanya perdarahan di dalam atau sekitar otak.
Rendahnya berat badan bayi saat lahir dapat menyebabkan stroke ketika dewasa
Dalam menganalisis kedua jenis stroke tersebut, peneliti juga mempertimbangkan berbagai faktor, seperti usia kehamilan, latar belakang peserta, dan berat badan lahir. Menariknya, justru individu dengan berat badan lahir rendah (di bawah 3,5 kg) memiliki risiko terkena stroke hingga 22 persen.
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, perempuan dengan berat badan lahir rendah memiliki peningkatan risiko stroke hingga 18 persen dan laki-laki mencapai 23 persen. Tentunya hasil tersebut membuktikan bahwa kondisi saat lahir akan berdampak jangka panjang pada kesehatan kita di masa mendatang.
Tips untuk mencegah berat badan bayi rendah saat lahir agar terhindar stroke
Melansir dari Stanford Medicine Children’s Health, mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah merupakan upaya yang sangat penting, meskipun kini banyak perawatan yang membuat bayi prematur bertahan hidup. Berikut tips untuk mencegah berat badan bayi rendah saat lahir, Bunda.
- Rutin memberikan perawatan prenatal: Perawatan prenatal secara rutin merupakan langkah terbaik untuk mencegah kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Bunda dapat melakukan pemeriksaan rutin minimal enam kali untuk memantau kesehatan ibu dan janin.
- Atur pola makan sehat selama kehamilan: Upaya ini dapat membantu Bunda dalam menambah berat badan yang cukup agar pertumbuhan bayi semakin optimal serta menjaga kesehatan selama kehamilan.
- Hindari hal-hal yang dilarang: Jangan mengonsumsi alkohol, merokok, atau menggunakan narkoba. Semua hal tersebut dapat menyebabkan berat badan lahir rendah hingga masalah kesehatan lainnya pada Bunda dan Si Kecil.
Demikian penjelasan mengenai risiko stroke yang dapat meningkat karena rendahnya berat badan bayi saat lahir. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
Belajar dari Tio Pakusadewo, Jangan Remehkan Gejala Stroke
Parenting
Bunda, Waspada Terserang Stroke di Usia Muda Seperti Luke Perry
Parenting
Waspada! Anak Bisa Terserang Stroke Seperti Dialami Nukman Luthfie
Parenting
Kisah Bocah 3 Tahun Selamatkan Ayahnya yang Terserang Stroke
Parenting
Waspada, Bayi Juga Bisa Kena Stroke
7 Foto
Parenting
Gemas, 7 Potret Rayyanza Bersama Nagita Slavina dan Raffi Ahmad
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Cerita Anak Baru Lahir 12 Menit yang Terkena Stroke, Ini Gejala yang Dialami
Cerita Anak Usia 2 Tahun Terkena Stroke, Ini Gejala yang Dialami
Tak Sengaja Menjatuhkan Adik, Balita Ini Justru Menyelamatkannya dari Risiko Stroke