HaiBunda

PARENTING

Haru, Keluarga Bocah 6 Th Korban Kecelakaan di Chinatown Berterima Kasih pada Warga Singapura & Indonesia

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 10 Apr 2026 17:40 WIB
Haru, Keluarga Bocah 6 Th Korban Kecelakaan di Chinatown Berterima Kasih pada Warga Singapura & Indonesia/Foto: Getty Images/iStockphoto/Khaosai Wongnatthakan
Jakarta -

Bunda masih ingat kisah tragis yang dialami bocah perempuan enam tahun asal Indonesia bernama Sheyna Lashira Smaradiani, yang meninggal setelah ditabrak mobil di kawasan Chinatown, Singapura? Baru-baru ini, keluarga korban merilis sebuah penghormatan untuk orang-orang yang telah menunjukkan kebaikan.

Sheyna Lashira Smaradiani atau akrab disapa Nana menjadi korban meninggal setelah ditabrak mobil di kawasan Chinatown, Singapura, pada 6 Februari 2026. Saat kejadian, Nana tengah menyeberang jalan bersama ibundanya, Raisha.

Dalam insiden kecelakaan ini, ibunda Nana selamat setelah dilarikan ke rumah sakit. Nana diketahui berada di Singapura untuk berlibur bersama orang tua dan adik laki-lakinya. 


Keluarga ucap terima kasih pada warga Singapura dan Indonesia

Dalam ucapan belasungkawa yang dirilis oleh pengacara, keluarga Nana mengungkapkan rasa dan terima kasih kepada orang-orang yang telah menunjukkan kebaikan di tengah tragedi tersebut. Keluarga mengatakan bahwa mereka telah dikuatkan oleh kebaikan orang lain, termasuk kebaikan dari warga Singapura dan Indonesia.

Secara khusus, keluarga berterima kasih kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura, Hotmangaradja Pandjaitan. Setelah tragedi tersebut, Hotmangaradja telah membuka rumahnya untuk ayah Nana, Ashar Ardianto, dan memberinya tempat untuk berduka serta menenangkan diri.

Mereka juga mengucapkan terima kasih kepada tim di Rumah Sakit Umum Singapura yang telah merawat Raisha. Terakhir, keluarga menyampaikan apresiasi kepada Ascott Group, karena telah menyediakan akomodasi bagi keluarga, yang menggambarkannya sebagai 'tempat perlindungan'.

"Kepada seluruh rakyat Indonesia dan Singapura, terima kasih dari lubuk hati kami yang terdalam... Terima kasih telah berada di sana ketika kami tidak mampu berdiri sendiri. Terima kasih telah mengibarkan bendera belas kasih, cinta, dan kemanusiaan setinggi-tingginya sehingga keluarga yang berduka ini dapat beristirahat di bawahnya ketika mereka sudah tidak memiliki kekuatan lagi untuk berdiri," demikian isi keterangan keluarga mendiang Nana, dilansir laman Mothership.

Keluarga menggambarkan Nana sebagai 'heartbeat made visible' atau detak jantung yang terlihat bagi orang tuanya. Mendiang Nana disebut sering menulis surat ungkapan cinta untuk ibundanya, yang sebagai balasannya akan mencurahkan kasih sayang untuk sang putri.

Nana juga dikenang sebagai anak yang ceria dan bersemangat. Ia adalah sosok anak yang sangat dicintai oleh orang-orang di sekitarnya.

"Tidak ada buku panduan, tidak ada preseden, tidak ada algoritma yang dapat mengajarkan orang tua tentang bagaimana menanggung kehancuran akan cinta terhadap anak mereka," kata bunyi penghormatan tersebut.

Perlu diketahui, Sheyna Lashira Smaradiani meninggal dunia setelah ditabrak di South Bridge Road, Singapura. Menurut keterangan Kepolisian Singapura (Singapore Police Force atau SPF), kecelakaan ini melibatkan satu mobil dan dua pejalan kaki yang tengah menyeberang jalan. Korban adalah seorang anak berusia 6 tahun dan ibunya yang berusia 31 tahun. Saat itu, keduanya sedang berkunjung ke Singapura dari Indonesia.

Dilansir CNBC Indonesia, SPF mengatakan bahwa usai kejadian, kedua korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Singapura dalam kondisi sadar. Namun, nyawa Nana tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia akibat luka-luka yang dialaminya.

Kronologi kejadian diungkap oleh seorang saksi

Insiden tragis yang merenggut nyawa Nana diungkapkan oleh seorang saksi mata yang berjalan tepat di belakang korban. Melalui unggahan di laman Facebook SG Road Vigilante, saksi mengatakan bahwa mobil tiba-tiba keluar dari area parkir tanpa memperhatikan pejalan kaki yang sedang menyeberang.

"Saya berjalan tidak jauh di belakang ibu dan anak itu. Pengemudi hanya melihat ke kiri saat berbelok ke kanan, lalu tiba-tiba berakselerasi," tulis saksi tersebut, yang juga mengungkap kalau roda belakang mobil sempat melindas tubuh sang ibu.

"Saya tidak mengerti mengapa pengemudi berakselerasi begitu cepat saat keluar dari tempat parkir," sambungnya.

Jenazah Sheyna Lashira Smaradiani dimakamkan pada 8 Februari 2026, di TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Keluarga dan kerabat mengantarkan bocah enam tahun ini ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Demikian kabar terbaru dari keluarga bocah enam tahun korban kecelakaan di Chinatown, Singapura.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Simak video di bawah ini, Bun:

Menurut Psikolog, Ini 7 Tanda Seseorang Terlahir Baik Hati

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Awet Muda, 5 Bunda Artis Ini Dikenal seperti Kakak-Adik dengan Anak Gadisnya

Mom's Life Amira Salsabila

9 Kalimat yang Sengaja Diucapkan untuk Menjatuhkan Mental Seseorang

Mom's Life Amira Salsabila

Tanda-tanda Awal Anak Autis yang Bisa Orang Tua Ketahui Berdasarkan Usianya

Parenting Indah Ramadhani

Haru, Keluarga Bocah 6 Th Korban Kecelakaan di Chinatown Berterima Kasih pada Warga Singapura & Indonesia

Parenting Annisa Karnesyia

Peneliti Temukan Sperma Lebih Berkualitas bila Ejakulasi Dilakukan Lebih Sering

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Potret Tampan Air Rumi Putra Irish Bella, Dekat dengan Ayah Sambung

Peneliti Temukan Sperma Lebih Berkualitas bila Ejakulasi Dilakukan Lebih Sering

50 Contoh Majas Simile Lengkap dengan Pengertian dan Ciri-cirinya

9 Kalimat yang Sengaja Diucapkan untuk Menjatuhkan Mental Seseorang

Awet Muda, 5 Bunda Artis Ini Dikenal seperti Kakak-Adik dengan Anak Gadisnya

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK