HaiBunda

PARENTING

Kekurangan Zat Besi Ternyata Bisa Turunkan IQ Anak, Ini Kata Dokter

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Kamis, 16 Apr 2026 16:40 WIB
Ilustrasi Kekurangan Zat Besi Ternyata Bisa Turunkan IQ Anak, Ini Kata Dokter/Foto: iStock
Jakarta -

Tahukah Bunda, kekurangan zat besi disebut-sebut dapat mengurangi kecerdasan anak. Mengapa hal itu bisa terjadi?

Kemampuan kognitif, seperti fokus dan daya ingat, berperan besar dalam menunjang proses belajar serta produktivitas sehari-hari. Salah satu nutrisi penting yang mendukung fungsi tersebut adalah zat besi.

Zat besi membantu otak agar tetap bekerja secara optimal dalam menerima dan mengolah informasi. Namun sayangnya, kekurangan nutrisi ini masih menjadi masalah kesehatan yang sering terabaikan.


Banyak orang mengira kekurangan zat besi hanya berkaitan dengan anemia. Padahal, kondisi ini juga dapat memengaruhi perkembangan otak, terutama pada anak.

Dokter ungkap kekurangan zat besi berpotensi menurunkan IQ

Jika tidak ditangani dengan baik, kekurangan zat besi berisiko menurunkan tingkat kecerdasan atau Intelligence qutient (IQ), sehingga memengaruhi kemampuan belajar dan tumbuh kembang secara keseluruhan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Dokter spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Lucky Yogasatria, Sp.A.

“Kekurangan zat besi tidak hanya menyebabkan anemia, tetapi juga bisa memengaruhi perkembangan otak dan menurunkan IQ anak hingga 18 poin,” ungkap Lucky dalam acara Press Conference Peluncuran Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas oleh Maltofer, Selasa (14/4/2026).

Pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari di dalam kandungan hingga usia dua tahun, otak berkembang dengan cepat, bahkan sudah mencapai sekitar 80 persen ukuran otak orang dewasa.

“Dalam masa ini, tubuh membutuhkan zat besi dalam jumlah cukup besar sekitar 11 miligram per hari pada usia 6 bulan hingga 2 tahun,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lucky menjelaskan bahwa zat besi memiliki peran penting dalam pembentukan lapisan pelindung saraf dan neurotransmitter.

“Zat besi berperan penting dalam pembentukan selubung mielin (lapisan pelindung saraf) dan neurotransmitter (penghantar sinyal antar sel saraf), yang sangat menentukan kemampuan otak untuk berpikir, belajar, dan konsentrasi,” jelas Lucky.

Jika anak kekurangan zat besi, pembentukan mielin dan kerja neurotransmitter menjadi tidak optimal. Akibatnya, kemampuan kognitif anak bisa menurun, termasuk daya pikir dan kecerdasan.

Ada juga kondisi yang lebih berat, seperti anemia defisiensi besi, yang dapat berdampak lebih besar terhadap perkembangan otak. Oleh karena itu, Lucky menekankan terkait pentingnya memenuhi kebutuhan harian zat besi anak.

“Pemenuhan zat besi sangat penting sejak dini. Bayi memang memiliki cadangan zat besi sejak lahir, tetapi cadangan ini mulai menurun pada usia 4-6 bulan,” ujar Lucky.

“Oleh karena itu, sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi dapat mulai diberikan suplementasi zat besi sejak usia 4 bulan untuk memenuhi kebutuhan hariannya,” sambungnya.

Cara memastikan zat besi anak terpenuhi

Lucky menyarankan untuk memenuhi zat besi pada anak melalui asupan makanan sehari-hari. Sumber utamanya bisa berasal dari bahan pangan yang kaya zat besi, seperti hati ayam, daging, atau ikan.

“Zat besi pada anak memang utamanya kita utamakan dari garis pertamanya itu adalah asupan, paling tinggi itu pada hati ayam. Boleh juga daging sapi atau ikan,” saran Lucky.

Selain itu, Lucky mengatakan pemberian suplemen zat besi pada anak sangat dianjurkan sejak dini, setidaknya mulai dari usia 4-6 bulan.

“Karena itu, pemenuhan zat besi sangat penting sejak dini. Bayi memang memiliki cadangan zat besi sejak lahir, tetapi cadangan ini mulai menurun pada usia 4-6 bulan,” ungkapnya.

Nah, itulah penjelasan dokter terkait dampak kekurangan zat besi pada perkembangan otak anak. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Pola Makan Ibu Hamil Berpengaruh pada Otak dan IQ Anak, Ini Penjelasannya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Terlihat Adem-Ayem, Suami Yulia Baltschun Akui Berselingkuh

Mom's Life Amira Salsabila

7 Ciri Perempuan yang Suka Traveling Sendiri Menurut Psikologi

Mom's Life Annisa Karnesyia

Bunda Ini Alami Gejala Hamil yang Unik, Perut Berbunyi Aneh Seperti Kodok

Kehamilan Annisa Aulia Rahim

Potret Inong Ayu & Abimana Aryasatya Anniversary ke-25, Kini Dikaruniai 5 Anak

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Pentingnya Cek Kolesterol Anak Sebelum Remaja untuk Cegah Serangan Jantung saat Dewasa

Parenting Indah Ramadhani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

7 Ciri Perempuan yang Suka Traveling Sendiri Menurut Psikologi

Pentingnya Cek Kolesterol Anak Sebelum Remaja untuk Cegah Serangan Jantung saat Dewasa

Bunda Ini Alami Gejala Hamil yang Unik, Perut Berbunyi Aneh Seperti Kodok

10 Contoh Soal Kombinasi Beserta Kunci Jawabannya

Terlihat Adem-Ayem, Suami Yulia Baltschun Akui Berselingkuh

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK