PARENTING
8 Ciri Bayi Hipotermia yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Jumat, 17 Apr 2026 20:20 WIBCiri-ciri bayi hipotermia sering tidak disadari sejak awal, karena tanda-tandanya bisa terlihat seperti kondisi biasa. Padahal, perubahan pada tubuh bayi bisa jadi tanda yang perlu diperhatikan lebih serius, Bunda.
Mengutip dari World Health Organization (WHO), semua bayi yang baru lahir memang rentan mengalami hipotermia. Risiko ini paling tinggi terjadi pada jam-jam pertama setelah bayi dilahirkan.
Sementara itu, dikutip dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), hipotermia terjadi karena penurunan suhu tubuh yang dipicu oleh berbagai kondisi, terutama akibat tingginya kebutuhan oksigen dan suhu lingkungan yang rendah.
Kondisi ini tidak boleh diabaikan begitu saja karena dapat berpengaruh pada fungsi tubuh bayi. Oleh karena itu, kita perlu mengenali ciri-cirinya sejak awal agar bisa segera mengambil langkah yang tepat.
Ciri-ciri bayi hipotermia yang perlu diwaspadai orang tua
Dikutip dari Oregon Health & Science University (OHSU), National Health Service (NHS), dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), ada beberapa ciri bayi hipotermia yang perlu diwaspadai oleh orang tua. Berikut ini deretannya:
1. Gangguan napas
Bayi bisa tampak merintih, napas menjadi lebih cepat, atau terlihat kesulitan bernapas. Pada kondisi tertentu, bibir atau kulit juga bisa tampak kebiruan, yang menandakan tubuh kekurangan oksigen.
2. Penurunan energi
Bayi terlihat jauh lebih lemas dari biasanya, Bunda. Selain itu, bayi juga bisa menjadi lebih rewel atau justru tampak sangat tenang karena energinya menurun.
3. Perubahan pada kondisi tubuh
Tubuh bayi bisa terasa sangat lemas saat digendong atau justru kaku dan tidak rileks. Dalam beberapa kondisi, Si Kecil juga bisa mengalami gemetar atau gerakan yang tidak normal.
4. Gangguan makan
Selanjutnya, bayi menjadi sulit menyusu dan hisapannya terasa lebih lemah dari biasanya. Akibatnya, asupan susu pun berkurang dan bisa memengaruhi kondisi tubuhnya.
5. Detak jantung dan napas bayi tidak stabil
Detak jantung bayi bisa menjadi terlalu cepat atau justru melambat dari kondisi normal, Bunda. Tidak hanya itu, napas Si Kecil juga bisa menjadi tidak teratur.
6. Perubahan pada kulit
Kulit Si Kecil terasa dingin saat disentuh dan tampak lebih pucat dari biasanya. Dalam beberapa kasus, warna kulit bisa berubah menjadi kebiruan, terutama di bagian tangan dan kaki.
7. Tubuh terasa dingin dan lemas
Saat disentuh, tubuh bayi terasa dingin meskipun sudah mengenakan pakaian. Kondisi ini biasanya disertai dengan tubuh yang sangat lemas dan respons yang menurun.
8. Lebih mudah mengantuk
Berikutnya, bayi akan tampak lebih sering mengantuk, Bunda. Bahkan, ia bisa menolak menyusu atau tidak merespons seperti biasanya.
Penyebab hipotermia pada bayi
Perlu diketahui bahwa hipotermia terjadi ketika tubuh bayi kehilangan panas dan suhu tubuhnya turun di bawah 35 derajat Celsius. Bayi bisa mengalami hipotermia jika:
- Terlalu lama berada di tempat yang dingin, sehingga tubuhnya kehilangan panas secara perlahan.
- Terpapar air dingin, misalnya saat tubuhnya basah dan tidak segera dikeringkan.
- Menggunakan pakaian yang basah atau lembap.
- Tinggal atau berada di lingkungan rumah yang dingin tanpa penghangat yang cukup.
Apa yang harus dilakukan orang tua saat bayi mengalami hipotermia?
Jika Bunda menduga Si Kecil mengalami hipotermia, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sambil menunggu bantuan dari tenaga medis. Simak selengkapnya:
- Segera pindahkan bayi ke dalam ruangan atau tempat yang lebih hangat dan terlindung dari udara dingin.
- Lepaskan pakaian yang basah, lalu bungkus bayi dengan selimut atau handuk kering, dan pastikan bagian kepalanya juga tertutup supaya tetap hangat.
- Usahakan bayi tetap terjaga dengan cara seperti mengajak berbicara atau menyentuhnya dengan lembut.
- Pastikan Bunda selalu mendampingi Si Kecil.
Langkah-langkah di atas bisa menjadi cara parenting yang tepat untuk menjaga kesehatan bayi dari hipotermia. Bunda juga bisa menemukan cara parenting terbaik lainnya dengan klik di sini.
Selain itu, Bunda juga perlu mengetahui bahwa ada beberapa hal yang sebaiknya tidak dilakukan karena tidak membantu dan justru bisa memperburuk kondisi bayi.
- Jangan gunakan air panas untuk mandi atau botol berisi air panas untuk menghangatkan bayi, karena berisiko membahayakan kulitnya.
- Jangan menggosok bagian tubuh seperti lengan, kaki, telapak kaki, atau tangan karena bisa memperburuk kondisi bayi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
White Noise Aman untuk Bayi?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Membentuk Kebiasaan Tidur Bayi Lebih Sehat
6 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Wajib Ada di Rumah Saat Cuaca Dingin
Tips Menggunting Kuku Bayi yang Aman
Aman Enggak Sih Kapur Barus di Dalam Lemari Baju Bayi?
TERPOPULER
Curhat Maissy di Makam Ortu, Ucap Maaf Belum Selesaikan Spesialis Dokter saat Ibunda Tiada
Daftar Resep Pancake Teflon 3 Bahan Sederhana Takaran Sendok Tanpa Baking Powder
Cerita Meisya Siregar Masuki Masa Perimenopause, Alami Mood Swing hingga Mudah Gemuk
5 Potret Artis Ikut Tren Filter AI 80-an, Tampil Jadul tapi Menawan
Kenali Dampak Gangguan Sitem Pencernaan Anak & Cara Mengatasinya
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sandal Jepit Perempuan yang Stylish dan Nyaman untuk Berbagai Aktivitas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Kompor Portable Terbaik untuk Dapur dan Aktivitas Outdoor
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan untuk Masak Nasi Goreng yang Bagus, Anti Lengket, dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Bibit Timun Unggul & Terbaik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Panci Tanah Liat Terbaik, Cocok untuk Dapur Rumahan
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Curhat Maissy di Makam Ortu, Ucap Maaf Belum Selesaikan Spesialis Dokter saat Ibunda Tiada
Daftar Resep Pancake Teflon 3 Bahan Sederhana Takaran Sendok Tanpa Baking Powder
Kenali Dampak Gangguan Sitem Pencernaan Anak & Cara Mengatasinya
Cerita Meisya Siregar Masuki Masa Perimenopause, Alami Mood Swing hingga Mudah Gemuk
5 Potret Artis Ikut Tren Filter AI 80-an, Tampil Jadul tapi Menawan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Udara Lagi Banyak Debu? Ini Cara Pilih Kacamata Sport yang Bikin Mata Tetap Aman
-
Beautynesia
6 Zodiak yang Paling Jago Menciptakan Ide Kreatif, Ada Kamu?
-
Female Daily
Abu Vulkanik Menempel di Wajah? Jangan Panik, Ini Cara Membersihkannya dengan Tepat!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
7 Potret Pernikahan Rafi Anak Adjie Pangestu, Usung Adat Aceh dan Jawa
-
Mommies Daily
“Kok Bisa Jadi Single Parent?” 7 Pertanyaan yang Sebaiknya Jangan Ditanyakan kepada Orang Tua Tunggal