Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Balita 1,5 Tahun Alami Hipotermia Usai Diajak Orang Tua Mendaki Gunung Ungaran

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 13 Apr 2026 17:10 WIB

Balita 1,5 Tahun Alami Hipotermia Usai Diajak Orang Tua Mendaki Gunung Ungaran
Ilustrasi Balita 1,5 Tahun Alami Hipotermia Usai Diajak Orang Tua Mendaki Gunung Ungaran/Foto: Getty Images/Deepak Sethi
Jakarta -

Belakangan ini viral seorang balita berusia 1,5 tahun mengalami hipotermia saat diajak oleh orang tuanya mendaki Gunung Ungaran, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu 11 April 2026. Peristiwa ini diketahui terjadi di tengah perjalanan pendakian.

Tim SAR gabungan dari Basarnas yang saat itu sedang bersiaga dalam event Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat menuju lokasi. Mereka pun segera menuju kawasan Puncak Bondolan tempat keluarga itu berada.

Pihak Basarnas menyebutkan bahwa suhu tubuh balita tersebut turun drastis hingga dalam kondisi kritis. Melihat situasi tersebut, petugas pun segera melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian untuk mencegah kondisinya semakin memburuk.

"Suhu tubuhnya turun drastis, kondisi kritis. Tim Basarnas yang tengah siaga di event Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat," ujar Basarnas lewat video YouTube @BasarnasOfficial, dikutip dari laman CNN Indonesia, Senin (13/04/2026).

Simak ulasan selengkapnya berikut ini, Bunda.

Kronologi balita alami hipotermia saat dibawa mendaki ke Gunung Ungaran

Korban berjenis kelamin perempuan yang bernama Lan Lan ini diketahui tinggal di kawasan Candi Golf, Tembalang, Kota Semarang. Peristiwa bermula saat keluarga yang terdiri dari Ayah, Bunda, dan anak tersebut mulai mendaki bersama.

Mereka dilaporkan tiba di area puncak sekitar pukul 14.00 WIB. Tak lama setelah itu, cuaca di sekitar gunung tiba-tiba berubah buruk disertai hujan deras. Kondisi ini membuat suhu tubuh balita tersebut menurun cukup drastis.

Akibat dari perubahan cuaca itu, balita tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda kedinginan yang cukup parah. Kondisi ini membuatnya semakin lemah, bahkan dirinya terus menangis karena tubuhnya tidak mampu menahan suhu dingin.

Melihat kondisi tersebut, petugas yang berada di lokasi pun langsung bergerak memberikan pertolongan pertama. Mereka segera berkoordinasi untuk melakukan tindakan cepat di tengah cuaca yang masih kurang bersahabat.

Upaya pun dilakukan untuk menstabilkan suhu tubuh korban secepat mungkin, agar kondisinya tidak semakin memburuk di tengah situasi darurat tersebut.

"Evakuasi dilakukan di Puncak Bondolan. Petugas berupaya keras menghangatkan tubuh korban, menstabilkan kondisinya," demikian pernyataan Basarnas dalam video tersebut.

Penanganan darurat dilakukan dengan langkah-langkah penghangatan tubuh untuk mencegah kondisi balita semakin memburuk, Bunda. Tim Basarnas juga terus memantau kondisi Si Kecil agar suhu tubuhnya bisa kembali stabil.

Evakuasi balita setelah mengalami hipotermia

Melansir dari CNN Indonesia, setelah kondisi Si Kecil mulai membaik, tim SAR langsung melanjutkan proses evakuasi. Mereka menurunkan korban bersama kedua orang tuanya menuju basecamp.

Tujuannya supaya balita tersebut bisa segera mendapatkan penanganan medis yang lebih lengkap. Selain itu, proses ini dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi sebelumnya sempat turun drastis.

"Setelah penanganan hipotermia, korban berhasil dievakuasi turun ke basecamp," tulis Basarnas.

Petugas pun memastikan bahwa fokus utama mereka adalah mengembalikan kondisi tubuh balita agar kembali stabil, Bunda. 

Itulah ulasan mengenai balita 1,5 tahun yang mengalami hipotermia setelah diajak orang tuanya mendaki Gunung Ungaran.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda