PARENTING
Alasan Anak Tengah Sering Merasa Tak Terlihat & Terabaikan Menurut Psikologi
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Sabtu, 25 Apr 2026 18:40 WIBDalam sebuah keluarga, kehadiran anak merupakan anugerah yang membawa kebahagiaan tersendiri. Setiap keluarga pun memiliki tantangan yang berbeda sesuai jumlah anak yang dimiliki.
Ada yang hanya dikaruniai satu anak, ada pula yang lebih dari satu, sehingga suasana keluarga pun menjadi semakin berwarna. Dari situ, peran dan karakter setiap anak juga bisa terlihat berbeda satu sama lain.
Menariknya, urutan kelahiran kerap disebut ikut memengaruhi cara anak bersikap dalam keluarga. Hal ini membuat setiap posisi anak, baik sulung, tengah, maupun bungsu, memiliki karakter yang khas.
Salah satu yang sering menjadi perhatian adalah anak tengah, Bunda. Dalam beberapa situasi, mereka sering dianggap memiliki pengalaman emosional yang berbeda dalam keluarga.
Bicara soal ini, psikologi mengungkap alasan anak tengah sering merasa tidak terlihat dan terabaikan. Lantas seperti apa alasannya?
Alasan anak tengah sering merasa tidak terlihat dan terabaikan
Menilik dari laman Yahoo Life, terdapat beberapa penjelasan psikologi mengenai alasan anak tengah sering merasa tidak terlihat dan terabaikan.
1. Terbiasa mengandalkan diri sendiri sejak kecil
Anak tengah sering berada di posisi yang membuat mereka belajar lebih cepat tentang kemandirian, Bunda. Mereka melihat bahwa perhatian orang tua biasanya terbagi ke kakak atau adiknya.
Dari situ, mereka perlahan mulai mengerti bahwa tidak selalu ada orang yang langsung datang membantu saat ada masalah. Karena itu, mereka cenderung mencoba menyelesaikan sendiri terlebih dahulu.
Kebiasaan ini akhirnya membentuk pola pikir yang cukup kuat dalam diri mereka. Saat tengah menghadapi situasi yang sulit, mereka lebih memilih mencari jalan keluar tanpa harus menunggu bantuan.
2. Anak terbiasa mengendalikan emosi sejak dini
Selanjutnya, anak tengah tumbuh di lingkungan dengan berbagai karakter dan emosi yang cukup kuat. Dari situ, mereka pun belajar bahwa menunjukkan emosi berlebihan tidak selalu membuat keadaan menjadi lebih baik.
Selain itu, anak juga mulai memahami bahwa menjadi paling keras atau paling menonjol bukan cara yang efektif untuk diperhatikan. Bahkan, sikap terlalu emosional justru sering tidak banyak membantu mereka.
3. Anak lebih peka dalam membaca situasi sekitar
Sejak kecil, anak tengah sudah terbiasa memperhatikan situasi di sekelilingnya, Bunda. Mereka tidak selalu menjadi pusat perhatian, sehingga lebih banyak mengamati daripada diperhatikan.
Mereka peka terhadap hal-hal kecil seperti perubahan nada bicara atau suasana yang terasa berbeda. Nantinya, mereka pun menjadi lebih tenang dalam membaca keadaan sekitar.
4. Terbiasa bertindak tanpa menunggu pengakuan
Dalam beberapa situasi, ada orang yang cenderung menunggu kepastian sebelum bertindak. Hal ini biasanya dilakukan karena mereka takut membuat kesalahan.
Berbeda dengan itu, anak tengah sering terbiasa langsung bergerak tanpa banyak menunggu persetujuan. Mereka lebih fokus pada apa yang perlu dilakukan dibandingkan harus menunggu penilaian dari orang lain.
Karena kebiasaan itu, saat ada situasi mendesak, mereka cenderung langsung turun tangan. Bagi mereka, yang terpenting adalah situasinya tertangani, Bunda.
5. Anak terbiasa menyesuaikan banyak hal sekaligus
Dalam kehidupan keluarga, anak tengah tak jarang berada di posisi yang membuat mereka belajar banyak hal sekaligus. Mereka terbiasa memahami perbedaan kebutuhan di antara anggota keluarga.
Tak hanya itu, mereka juga belajar menyesuaikan diri dengan saudara dan orang tua yang memiliki perhatian berbeda. Dari situ, mereka pun terbiasa mengatur banyak hal supaya semuanya bisa tetap berjalan dengan baik.
6. Anak lebih fleksibel dalam menghadapi aturan dan situasi
Berikutnya, anak tengah tumbuh dengan cara pandang yang berbeda terhadap aturan dalam keluarga. Mereka mengerti bahwa setiap kondisi bisa berjalan dengan cara yang tidak selalu sama.
Dalam keseharian, mereka terbiasa melihat bahwa perhatian dan aturan bisa berubah sesuai dengan situasi. Nah dari pengalaman itu, mereka belajar menyesuaikan diri tanpa harus terpaku pada aturan yang kaku.
Hal ini yang membuat mereka lebih fleksibel dalam mengambil keputusan. Mereka cenderung fokus pada apa yang perlu dilakukan daripada harus melihat aturan yang ada.
7. Tetap tenang meski tak selalu menjadi perhatian
Perlu diketahui bahwa anak tengah sering terbiasa melakukan banyak hal tanpa harus terlihat mencolok, Bunda. Mereka menjalankan sesuatu dengan tenang dan tidak selalu menunggu pengakuan.
Selain itu, mereka juga suka menyelesaikan masalah tanpa perlu banyak bicara. Bagi mereka, yang penting keadaan kembali berjalan dengan baik, bukan soal siapa yang terlihat 'berjasa'.
Dalam situasi yang sulit, sikap ini justru menjadi kelebihan tersendiri. Mereka tidak banyak menunjukkan reaksi, tapi tetap fokus pada apa yang harus dilakukan.
Itulah penjelasan mengenai penjelasan psikologi tentang alasan anak tengah sering merasa tidak terlihat dan terabaikan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)