sign up SIGN UP search


parenting

Sindrom Anak Tengah: Saat Muncul Krisis Identitas dan Cari Perhatian

Kinan Rabu, 17 Jun 2020 09:32 WIB
Ilustrasi anak introvert dan ekstrovert caption
Jakarta -

Jika seseorang menjadi anak tengah, disebut-sebut ia akan lebih sulit untuk mendapatkan identitas diri. Bahkan anak tengah kerap merasa dikucilkan dan salah paham.

Kondisi ini dikenal sebagai sindrom anak tengah alias middle child syndrome, Bunda. Jika tidak dicegah dan diatasi sejak dini, kondisi psikis ini memicu anak lebih mudah memberontak dan mencari perhatian dengan cara yang keliru.

Dikutip dari Parents, urutan kelahiran seringkali disebut memengaruhi tipe kepribadian anak. Anak sulung cenderung lebih dapat diandalkan, teliti dan perfeksionis. Sementara anak bungsu cenderung lebih menyenangkan dan tidak rumit.


Kondisi 'cap' ini membuat anak tengah pun rentan merasa dikecualikan atau diabaikan dalam keluarga. Meskipun sebenarnya orang tua sama sekali tidak merasa sudah melakukan pengabaian ini.

"Anak-anak tengah seringkali melampiaskan rasa bingung mereka dengan melakukan hal-hal guna mendapatkan perhatian. Ini perlu dipahami orang tua," ujar terapis anak dan keluarga, Meri Wallace.

Sementara itu, terapis anak lainnya, Michelle P. Maidenberg, menyebutkan bahwa anak tengah juga cenderung lebih ramah dan sopan, karena mereka lebih banyak berkompromi sepanjang hidupnya.

"Banyak terjadi pada akhirnya anak tengah harus tunduk pada keinginan anak sulung dan memenuhi kebutuhan anak bungsu. Ini membantu mereka menjadi lebih mandiri dan mempertahankan harapan yang realistis. Anak tengah cenderung mencari lebih banyak hubungan di luar keluarga, misalnya dari lingkaran sosial yang lebih besar dan persahabatan," imbuhnya.

Ilustrasi anak pemaluIlustrasi anak tengah. (Foto: Getty Images/iStockphoto/KatarzynaBialasiewicz)

Jika anak tengah merasa diabaikan sepanjang masa kanak-kanak, ia mungkin bergumul dengan masalah kepercayaan diri saat beranjak dewasa.

Jadi, jangan lupa tetap memberi perhatian yang adil pada setiap anak ya, Bunda. Pun demikian apabila sedang terjadi pertengkaran, tekankan bahwa hukuman yang perlu diberikan tidak berhubungan dengan saudara-saudaranya.

Jangan lupa berikan pujian, termasuk jika masing-masing anak memiliki potensi dan bakat yang berbeda. Misalnya jika si Sulung mampu jadi juara kelas, sementara anak tengah lebih dominan pada bidang olahraga, maka tetap dukung tanpa perlu membanding-bandingkan.

Menurut Wallace, penting juga bagi orang tua untuk mempertahankan komunikasi efektif pada setiap anak. "Bahkan jika anak tengah sedang merasa diabaikan, ia mungkin tidak akan mengatakan apa-apa. Kenali perbedaan pada sikapnya saat mungkin sedang kecewa," pesan Wallace.

Simak juga cara menebak kepribadian anak dari warna kesukaan dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(som/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi