PARENTING
Mengenal Vaksin DPT untuk Bayi yang Tak Boleh Terlewatkan
Kinan | HaiBunda
Sabtu, 25 Apr 2026 16:30 WIBVaksin DPT menjadi salah satu jenis vaksin untuk bayi yang tak boleh dilewatkan jadwalnya. Dengan pemberian vaksin ini, Si Kecil akan terlindungi dari penyakit-penyakit berbahaya.
DPT merupakan kepanjangan dari difteri, pertusis, dan tetanus. Tiga penyakit ini sama-sama disebabkan oleh bakteri dan membahayakan nyawa.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, difteri juga sempat mewabah setidaknya di 20 provinsi di Indonesia pada 2017.
Oleh sebab itu, DPT termasuk sebagai salah satu imunisasi dasar lengkap yang wajib didapat oleh anak sebelum usia 1 tahun.
Penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin DPT
Meski sama-sama disebabkan oleh bakteri, penyakit difteri, pertusis, dan tetanus masuk ke dalam tubuh dengan cara yang berbeda.
Anak bisa tertular difteri dan pertusis saat tak sengaja menghirup atau terkena percikan air liur dari orang yang mengidapnya.
Sementara itu, bakteri tetanus dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit, seperti luka akibat tertusuk paku, jarum, atau luka karena gigitan hewan. Berikut ulasan lengkap tentang ketiga penyakit tersebut:
1. Difteri
Difteri adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diptheriae. Penyakit ini menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan.
Meski tidak selalu menimbulkan gejala, penyakit ini biasanya ditandai oleh munculnya selaput atau lapisan tebal berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel penderita.
2. Pertusis
Pertusis atau batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis, yang sangat mudah menular. Infeksi bakteri ini menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan.
Bila tidak ditangani, pertusis dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti pneumonia, mimisan, perdarahan otak, gangguan paru-paru, dan bahkan kematian.
3. Tetanus
Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Clostridium tetani, bakteri yang banyak ditemukan pada tanah dan kotoran hewan. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka pada kulit.
Saat masuk ke dalam tubuh, bakteri tetanus akan menyerang saraf yang mengendalikan otot. Hal ini menyebabkan penderita penyakit tetanus mengalami kaku atau kejang pada otot rahang, leher, dada, dan perut.
Tetanus yang tidak diobati dapat menyebabkan sejumlah komplikasi serius, seperti gangguan pernapasan, pneumonia, dan kerusakan otak karena kekurangan pasokan oksigen.
Kapan waktu pemberian vaksin DPT?
Menurut data Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan tahun 2017-2020, ada setidaknya 1,6 juta anak di Indonesia yang belum diimunisasi atau belum lengkap diimunisasi. Akibatnya, mereka rentan sakit lantaran tubuhnya tidak mendapat kekebalan yang bisa diperoleh dari imunisasi.
Dikutip dari jadwal vaksinasi anak yang dipublikasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2024, vaksin DPT dapat diberikan mulai usia 6 minggu. Tepatnya pada usia 2, 3, 4 bulan atau 2, 4, 6 bulan. Booster pertama di usia 18 bulan.
Lalu booster berikutnya di usia 5-7 tahun dan 10-18 tahun. Ingat ya Bunda, jika anak sedang sakit, maka pemberian imunisasi DPT dapat ditunda hingga kondisinya membaik.
Apabila imunisasi DPT terlambat diberikan, berapa pun interval keterlambatannya, jangan mengulang dari awal. Lanjutkan imunisasi sesuai jadwal bila anak belum pernah diimunisasi dasar pada usia.
Reaksi tubuh setelah imunisasi DPT
Reaksi yang dapat terjadi segera setelah vaksinasi DPT antara lain demam tinggi, rewel, di tempat suntikan timbul kemerahan, nyeri dan pembengkakan, yang akan hilang dalam 2 hari.
Pastikan untuk memberi lebih banyak minum (ASI atau air putih). Jika anak agak demam, pakaikan pakaian yang tipis dan bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres air dingin.
Hindari memakaikan pakaian atau selimut yang terlalu tebal pada anak setelah imunisasi, karena hal ini justru dapat memerangkap panas di dalam tubuh dan membuat demam tidak kunjung turun.
Untuk mengurangi ketidaknyamanan setelah suntik vaksin, dapat dipertimbangkan untuk pemberian parasetamol 15 mg/kgbb kepada bayi/anak setelah imunisasi, termasuk setelah vaksinasi DPT. Kemudian dilanjutkan setiap 3-4 jam sesuai kebutuhan, maksimal 4 kali dalam 24 jam.
Pemberian obat ini juga sebaiknya dilakukan berdasarkan anjuran dari dokter ya, Bunda. Jika keluhan masih berlanjut dan reaksi-reaksi tersebut menetap atau justru semakin berat, jangan ragu juga untuk segera berkonsultasi ke dokter.
Itulah penjelasan tentang vaksin DPT untuk bayi. Mulai dari penyakit yang bisa dicegah, jadwal pemberian, hingga reaksi yang mungkin terjadi. Jangan lupa selalu cek jadwal imunisasi Si Kecil agar tidak terlewat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Balita Hipotermia saat Mendaki, Ini Usia Aman Anak Diajak Naik Gunung
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
Cara Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir, Simak Angka Normal untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Benarkah Penggunaan Baby Walker Aman untuk Anak Belajar Jalan?
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
TERPOPULER
Mau Liburan ke Jepang? Ini Daftar Biaya yang Naik pada 2026
Intip Potret Syifa Anak Sambung Irish Bella yang Jadi Dokter
5 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Journaling daripada Posting di Medsos
Alasan Anak Tengah Sering Merasa Tak Terlihat & Terabaikan Menurut Psikologi
17 Resep Makanan Internasional yang Mudah Dibuat & Enak Bikin Ketagihan
REKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Skincare Lokal untuk Ibu Hamil yang Aman & Punya Manfaat Terbaik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Mesin Cuci 1 Tabung Bukaan Depan yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Sunscreen untuk Kulit Kering, Bantu Melembapkan Sepanjang Hari
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
11 Rekomendasi Pompa ASI Handsfree Bagus, Berkualitas, & Anti Ribet Beserta Harganya
Dwi Indah NurcahyaniREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Lanyard ID Card Brand Lokal yang Bagus & Awet, Pilih yang Terbaik!
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Seru! Hello Panda Hadirkan Ruang Berbagi Impian untuk Anak di Trans Studio Cibubur
5 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Journaling daripada Posting di Medsos
Mau Liburan ke Jepang? Ini Daftar Biaya yang Naik pada 2026
Alasan Anak Tengah Sering Merasa Tak Terlihat & Terabaikan Menurut Psikologi
17 Resep Makanan Internasional yang Mudah Dibuat & Enak Bikin Ketagihan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Cinlok Jadi Nyata, Deretan Aktor Jepang Ini Menikahi Lawan Mainnya
-
Beautynesia
5 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Kirim Voice Note
-
Female Daily
CORTIS Rayakan Comeback Melalui ‘Seoul Hideout’ yang Dapat Kamu Kunjungi di Seoul!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Park Bo Gum Pakai 'Celana Lakban' Auto Bikin Salfok, Harganya Puluhan Juta
-
Mommies Daily
Baru di Minggu Ini: Pompa ASI Handsfree eufy hingga Spot Ngopi Baru Kurasu di Plaza Senayan