Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Dongeng Sang Kancil dan Cicak Badung Beserta Pesan Moral di Baliknya

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Sabtu, 02 May 2026 16:10 WIB

Dongeng Sang Kancil dan Cicak Badung Beserta Pesan Moral di Baliknya
Ilustrasi Membaca Dongeng Sebelum Tidur/Foto: Getty Images/iStockphoto/Rachaphak
Jakarta -

Si Kecil suka dibacakan dongeng setiap mau tidur? Kini, banyak cerita dongeng yang kaya akan pesan moral untuk diceritakan kepada anak menjelang tidur, lho.

Salah satunya adalah kisah Sang Kancil dan Cicak Badung yang menarik untuk diikuti anak. Setiap cerita dari sang kancil juga mengandung nilai-nilai moral yang dapat Bunda ajarkan kepada Si Kecil.

Dalam dongeng ini digambarkan bahwa kerja sama itu sangat penting, Bunda. Dengan saling membantu, semua hal pun akan terasa menjadi jauh lebih mudah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tanpa berlama-lama lagi, yuk kita simak dongeng berjudul Sang Kancil dan Cicak Badung yang dilansir dari buku Kumpulan Dongeng Fabel karya Sri Rejeki, S.Pd.

Dongeng Sang Kancil dan Cicak Badung

Pada suatu hari, Sang Kancil berjalan di sekitar kebun sambil mencari buah-buahan. Tidak jauh dari tempat itu, para semut sedang bekerja sama mengumpulkan makanan. Mereka menemukan apel yang jatuh dari pohon, tetapi jumlahnya tidak banyak sehingga harus dibagi dengan hati-hati.

Para semut kemudian memakan apel itu bersama-sama. Mereka tampak gembira karena berhasil mendapatkan makanan. Ketika mereka sedang menikmati apel, datang seekor cicak yang terkenal suka mengambil makanan milik hewan lain.

Cicak memperhatikan apel yang sedang dimakan para semut. Ketika para semut lengah, ia mendekat lalu mengambil sebagian buah apel itu. Para semut melihat perbuatan cicak, tetapi tidak langsung marah. Mereka lalu menceritakan kejadian itu kepada Sang Kancil.

Sang Kancil berpikir sejenak, lalu menyusun rencana agar cicak mendapat pelajaran. Ia meminta para semut berpura-pura seperti biasa dan menyiapkan sisa buah di pinggir tempat makan.

Suatu hari, para semut kembali melanjutkan memakan apel sambil bernyanyi dan menari riang. Sisa apel kemudian diletakkan di pinggir dan tidak ada yang menjaganya. Merasa kondisi sudah aman, cicak datang lagi dan mengambil sisa buah yang tidak dijaga tadi.

Para semut yang mengetahuinya tidak marah dan malah tertawa senang. Cicak sebenarnya merasa curiga dengan hal itu namun tetap memakan buah tersebut sampai kenyang dan tertidur.

Ketika terbangun, cicak berpikir tentang perilaku semut yang tertawa tadi. Karena penasaran, ia mengintip para semut yang saat itu sedang membahas strategi mereka bersama Sang Kancil.

Salah satu semut bertanya, "Kancil, apakah buah yang dicuri cicak tadi bukan cabai?".

Sang Kancil menjawab bahwa buah yang dimakan cicak memang bukan cabai. Ia sengaja tidak memakai cabai agar cicak tidak curiga sejak awal. Jika cicak tahu para semut tertawa karena buah itu cabai, tentu cicak tidak akan memakannya.

Kancil menjelaskan bahwa tujuan mereka bukan menyakiti cicak, melainkan memberi pelajaran agar cicak memahami bahwa mengambil milik orang lain tanpa izin adalah perbuatan yang tidak baik. Mendengar percakapan itu, cicak pun merasa malu.

Cicak akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya dan meminta maaf kepada para semut. Ia berjanji tidak akan mencuri makanan lagi.

Sejak saat itu, cicak berubah menjadi lebih baik. Ia mulai meminta izin jika ingin makan bersama, dan para semut pun menerimanya sebagai teman.

Pesan moral dongeng Sang Kancil dan Cicak Badung

Dari cerita Sang Kancil dan Cicak Badung, Bunda bisa ajarkan kepada anak bahwa kerja sama itu penting. Para semut membuktikan bahwa dengan bekerja sama, mereka bisa menyelesaikan masalahnya dengan lebih baik.

Selain itu, dongeng ini juga mengajarkan bahwa mengambil sesuatu milik orang lain tanpa izin adalah perbuatan yang tidak baik. Cicak akhirnya belajar dari kesalahannya setelah mendapat pelajaran dari para semut dan Sang Kancil.

Tak hanya itu, Bunda juga bisa menyematkan nilai bahwa setiap kesalahan itu masih bisa kita perbaiki. Cicak yang awalnya suka mengambil makanan akhirnya sadar dan meminta maaf dengan tulus.

Pada akhirnya, dongeng ini mengajarkan bahwa kebaikan dan kejujuran akan membawa perubahan yang positif. Dari cerita ini, anak pun bisa belajar bahwa setiap tindakan pasti punya akibat yang perlu dipertanggungjawabkan.

Nah, itulah dongeng Sang Kancil dan Cicak Badung beserta pesan moral di baliknya. Cerita ini bisa jadi hiburan sekaligus pelajaran baik untuk Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda