Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

IDAI Bantu Orang Tua Pulihkan Trauma Anak Korban Kekerasan Daycare di DIY

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Kamis, 30 Apr 2026 14:45 WIB

Coretan memenuhi bangunan penitipan anak (daycare) Little Aresha Jogja, Selasa (28/4) pagi.
IDAI Bantu Orang Tua Pulihkan Trauma Anak Korban Kekerasan Daycare di DIY, Siap Jadi Saksi Ahli/Foto: Adji G Rinepta/detikJogja
Jakarta -

Kasus dugaan kekerasan anak di sebuah daycare di Yogyakarta kembali menyita perhatian publik. Situasi ini membuat banyak orang tua turut khawatir karena menyangkut rasa aman anak saat dititipkan.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ikut turun tangan untuk membantu pemulihan anak. Fokus mereka adalah mendampingi kondisi psikologis anak sekaligus memberikan dukungan kepada orang tua korban.

Ketua IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menyampaikan bahwa kasus tersebut telah masuk ranah pidana, Bunda. Karena itu, penanganan utamanya diserahkan kepada pihak kepolisian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Saya kira karena kasus di Yogyakarta sudah masuk ranah pidana, biar ditangani polisi. Dari IDAI, kami bisa menjadi saksi ahli jika dibutuhkan," ungkap Piprim, dikutip dari detikcom, Kamis (30/04/2026).

IDAI fokus dampingi trauma anak korban kekerasan daycare 

Dalam keterangannya, Piprim menjelaskan bahwa saat ini peran IDAI adalah mendampingi keluarga korban. Pendampingan ini difokuskan pada pemulihan kondisi psikologis anak yang terdampak.

"Kalau di Yogyakarta sudah masuk pidana, IDAI membantu mendampingi orang tua pasien, termasuk tata laksana pemulihan trauma," ujarnya.

Selain itu, pendampingan ini dianggap penting, karena dampak kekerasan tidak hanya terlihat secara fisik saja. Kondisi psikologis anak juga bisa terdampak dan berpengaruh pada tumbuh kembang mereka.

Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah muncul dugaan praktik kekerasan di sebuah daycare yang menampung lebih dari 100 anak. Pihak kepolisian mencatat setidaknya ada 53 anak telah ditetapkan sebagai korban.

Beberapa anak juga dilaporkan mengalami luka lebam, terutama di area pergelangan tangan dan kaki. Dugaan sementara, luka tersebut muncul akibat pengikatan yang dilakukan dalam waktu yang cukup lama setiap harinya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda