PARENTING
Patokan Kenaikan Berat Badan Bayi yang Normal sesuai Usianya
Kinan | HaiBunda
Sabtu, 16 May 2026 18:30 WIBPatokan kenaikan berat badan bayi yang normal perlu dipahami orang tua untuk menunjang tumbuh kembang optimal. Bagaimana standar BB ideal menurut World Health Organization atau WHO?
Berat badan bayi merupakan salah satu indikator penting untuk melihat apakah pertumbuhannya sudah sesuai. Oleh karena itu, berat badan bayi perlu ditimbang secara rutin.
Patokan kenaikan berat badan bayi biasanya dipantau menggunakan standar dari WHO. Kurva ini dapat membantu orang tua dan tenaga kesehatan untuk melihat apakah berat badan bayi sudah ideal, kurang atau justru berlebih dari usianya.
Patokan kenaikan berat badan bayi sesuai standar BB ideal menurut WHO
Setiap bayi memiliki pola pertumbuhan yang berbeda-beda. Dikutip dari laman resminya, WHO sudah menetapkan standar berat badan ideal berdasarkan usia dan jenis kelamin anak.
Berikut berat badan bayi yang sesuai dengan standar WHO:
Anak Perempuan
Usia dan berat badan ideal
0 bulan: 3,2 kg
1 bulan: 4,2 kg
2 bulan: 5,1 kg
3 bulan: 5,8 kg
4 bulan: 6,4 kg
5 bulan: 6,9 kg
6 bulan: 7,3 kg
7 bulan: 7,6 kg
8 bulan: 7,9 kg
9 bulan: 8,2 kg
10 bulan: 8,5 kg
11 bulan: 8,7 kg
12 bulan: 8,9 kg
18 bulan: 10,2 kg
24 bulan: 11,5 kg
Secara umum, bayi perempuan akan mengalami kenaikan berat badan cukup cepat pada 6 bulan pertama kehidupan. Setelah itu, kenaikannya cenderung lebih lambat dibanding masa awal kelahiran.
Anak Laki-laki
Usia dan berat badan ideal
0 bulan: 3,3 kg
1 bulan: 4,5 kg
2 bulan: 5,6 kg
3 bulan: 6,4 kg
4 bulan: 7 kg
5 bulan: 7,5 kg
6 bulan: 7,9 kg
7 bulan: 8,3 kg
8 bulan: 8,6 kg
9 bulan: 8,9 kg
10 bulan: 9,2 kg
11 bulan: 9,4 kg
12 bulan: 9,6 kg
18 bulan: 10,9 kg
24 bulan: 12,2 kg
Bayi laki-laki memiliki berat badan sedikit lebih tinggi dibanding bayi perempuan di usia yang sama. Meski begitu, orang tua sebaiknya tidak hanya fokus pada angka berat badan, tetapi juga melihat konsistensi pertumbuhan bayi dari bulan ke bulan.
Dokter atau tenaga kesehatan lain biasanya akan memantau berat badan bayi menggunakan grafik pertumbuhan.
Jika berat badan bayi masih mengikuti jalur kurva pertumbuhan dengan baik, maka kondisi tersebut umumnya masih dianggap normal.
Penyebab kenaikan BB bayi tidak ideal meski doyan makan
Si Kecil sudah banyak menyusu dan makan, tapi kenaikan berat badannya terasa masih kurang? Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebabnya, Bunda.
Berikut faktor penyebab kenaikan BB bayi tidak ideal walaupun sudah doyan makan:
1. Tidak mendapatkan cukup kalori
Untuk menambah berat badan, asupan kalori bayi harus lebih besar daripada jumlah kalori yang mereka keluarkan.
Dikutip dari Healthline, ada tiga alasan utama mengapa berat badan bayi mungkin tidak bertambah seperti yang diharapkan:
- Bayi tidak mendapatkan cukup kalori
- Kalori yang masuk tidak dapat diserap dengan baik
- Bayi membakar terlalu banyak kalori
2. Alergi dan sensitivitas makanan
Sebagian bayi mungkin saja mengalami alergi atau intoleransi makanan. Produk gluten dan susu sapi bisa menjadi penyebab iritasi bagi bayi yang sensitif, yang dapat memicu diare.
3. Masalah kesehatan yang melibatkan sistem pencernaan
Masalah pada sistem pencernaan dapat membuat berat badan anak tidak naik. Misalnya kondisi seperti gastroesophageal reflux (GER), diare kronis, fibrosis kistik, penyakit hati kronis, dan penyakit celiac.
Kondisi-kondisi ini dapat mempersulit anak untuk menyerap nutrisi dan kalori yang cukup untuk menambah berat badannya.
4. Porsi makanan belum cukup
Salah satu hal yang perlu diperhatikan apabila Berat badan anak turun padahal makan banyak adalah frekuensi dan jumlah porsi makanan Si Kecil.
Pilih makanan yang kaya nutrisi dan kalori, seperti daging, telur, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Selain itu, ingatlah bahwa idealnya bayi perlu makan lebih sering dibandingkan saat hanya mengonsumsi ASI.
5. Jadwal makan belum teratur
Bayi mungkin merasa kenyang dengan makanan padat, sehingga kemudian tidak mau minum susu (ASI maupun susu formula) dalam jumlah yang cukup.
Padahal konsumsi ASI tetap penting di tahun pertama usia anak, termasuk setelah masa MPASI. Jika bayi masih mengonsumsi ASI, pastikan teknik menyusu sudah benar agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Cara agar kenaikan BB bayi optimal
Untuk bantu memastikan kenaikan berat badan bayi lebih optimal, berikut beberapa cara yang dapat diterapkan:
1. Menyusui
Dikutip dari laman Harvard Health Publishing, ASI dirancang sempurna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi. Hal ini juga menjadi sumber utama nutrisi utama bayi, terutama pada 6 bulan pertama kehidupan.
2. Perhatikan kualitas MPASI
Saat bayi mulai MPASI, berikan makanan bergizi seimbang yang mengandung protein hewani, karbohidrat, lemak sehat, sayur, dan buah.
Contoh protein hewani misalnya seperti telur, daging ayam, ikan, dan daging sapi.
Lemak sehat termasuk di antaranya minyak zaitun dan alpukat. Asam oleat dalam keduanya dapat mengurangi peradangan, serta kandungan lemak omega 3 di dalamnya juga sangat baik untuk otak anak.
Protein hewani dan lemak sehat sangat penting untuk membantu kenaikan berat badan bayi.
3. Atur jadwal makan teratur
Biasakan bayi makan utama dan camilan sehat sesuai jadwal. Hindari terlalu banyak camilan rendah gizi yang membuat bayi cepat kenyang.
4. Menu camilan yang tepat
Setelah 6 bulan atau lebih, jadwal yang lebih padat dapat membantu mendorong kebiasaan makan yang sehat. Pastikan untuk menjadwalkan waktu camilan di pertengahan pagi dan sore hari untuk memberikan cadangan makanan.
Beberapa pilihan buah seperti pisang, pir, dan alpukat bisa menjadi menu camilan yang tepat. Buah-buahan ini memiliki kandungan kalori yang lebih tinggi.
5. Ajak makan bersama keluarga
Makan bersama keluarga dapat mendorong Si Kecil untuk makan lebih banyak dan mencoba makanan baru. Minimalkan distraksi dengan mematikan ponsel dan televisi.
6. Pastikan bayi cukup tidur
Tidur yang cukup membantu proses pertumbuhan bayi berjalan optimal. Saat tidur, tubuh bayi memproduksi hormon pertumbuhan yang penting untuk perkembangan fisik.
7. Konsultasikan ke dokter bila perlu
Jika berat badan bayi tidak naik dalam waktu lama, turun drastis, atau bayi tampak lemas dan sulit makan, segera konsultasikan ke dokter anak.
Dokter akan memerlukan pemeriksaan fisik untuk mencari tanda-tanda bahwa anak mungkin tidak mengonsumsi cukup kalori atau kemungkinan gangguan medis.
Selain itu, gejala lain seperti kelelahan, pucat, ekstremitas kurus, lipatan kulit kendur di lengan dan paha, serta hilangnya lemak di pipi juga perlu dipantau.
Itulah penjelasan tentang patokan kenaikan berat badan bayi yang normal sesuai usianya. Pastikan bayi mendapatkan nutrisi cukup, pola makan teratur, serta pemeriksaan tumbuh kembang secara rutin agar kenaikan berat badannya optimal ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Bocah Tewas Tenggelam Saat Les Renang, Jadi Pengingat untuk Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Cara Lingkar Kepala Bayi Baru Lahir, Simak Angka Normal untuk Anak Laki-laki & Perempuan
Benarkah Penggunaan Baby Walker Aman untuk Anak Belajar Jalan?
6 Cara Merawat Gigi Bayi 6-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu
Yuk, Simak Saran Dokter Sebelum Memijat Bayi
TERPOPULER
5 Potret Alyssa Daguise Ajak Baby Soleil Pertama Kali Berenang di Usia 3 Bulan
Deretan Bunda Seleb Bareng Anaknya yang Jadi Dokter
Keluarga dengan 1 Penghasilan Makin Sulit Bertahan, Ini Alasannya Menurut Pakar
5 Warna Ini Sering Dipakai Orang Pemikir Tingkat Tinggi Menurut Psikologi
Cara Membuat Cheesecake Lembut dan Creamy, Resep Mudah untuk Pemula
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Portable Solar Generator untuk Cadangan Listrik di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Stiker Label Nama Buku Tulis & Pelajaran yang Aesthetic hingga Lucu
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Teko Pemanas Air Listrik Terbaik dengan Watt Kecil
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Merek Sabun Mandi untuk Ibu Hamil yang Aman
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Hair Mask untuk Rambut Kering dan Rusak
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Zodiak Paling Langka, Ternyata Hanya Sedikit yang Memilikinya
5 Potret Alyssa Daguise Ajak Baby Soleil Pertama Kali Berenang di Usia 3 Bulan
Keluarga dengan 1 Penghasilan Makin Sulit Bertahan, Ini Alasannya Menurut Pakar
Deretan Bunda Seleb Bareng Anaknya yang Jadi Dokter
Cara Membuat Cheesecake Lembut dan Creamy, Resep Mudah untuk Pemula
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Tips Bawa Hair Dryer Saat Traveling Biar Rambut Tetap Rapi di Mana Saja
-
Beautynesia
7 Cara Mengenali Orang dengan IQ Sangat Tinggi dari Kalimat Sehari-hari
-
Female Daily
Cari Lip Product Halal? Ini 5 Rekomendasi Produk dari Wardah yang Wajib Ada di Pouch Makeup!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Hasil Hubungan Gelap, Nasib Hak Waris Anak Kim Min Hee Tuai Perdebatan
-
Mommies Daily
Dari Agent Kim Reactivated, Ini 10 Pelajaran Parenting yang Bisa Dipetik Orang Tua