PARENTING
Ketahui Penyebab & Gejala Hipertensi Paru pada Anak, Sering Tidak Disadari
Nadhifa Fitrina | HaiBunda
Rabu, 20 May 2026 20:20 WIBHipertensi paru pada anak adalah kondisi yang terjadi saat tekanan di pembuluh darah paru meningkat. Maka dari itu, orang tua perlu mengetahui penyebab dan gejala hipertensi paru pada anak sejak dini.
Dikutip dari akun Instagram @jantunganak_ukkidai, hipertensi paru merupakan kondisi serius yang dapat membebani kerja jantung. Kondisi ini juga bisa berdampak pada hidup anak jika tidak segera dikenali.
Pada banyak kasus, kondisi ini kerap tidak langsung terlihat jelas di awal, Bunda. Tanda-tandanya pun sering disangka sebagai keluhan biasa pada anak.
Oleh karena itu, mari kita kenali kondisi ini pada anak agar Bunda bisa lebih peka terhadap perubahan yang mungkin terjadi. Dengan begitu, langkah awal bisa dilakukan sebelum terlambat.
Mengenal hipertensi paru pada anak
IDAI menyampaikan bahwa hipertensi paru pada anak dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri dada. Kondisi ini perlu diperhatikan karena bisa mengganggu kenyamanan anak dalam beraktivitas.
Hipertensi paru adalah kondisi ketika tekanan darah di pembuluh darah paru meningkat secara tidak normal. Akibatnya, pembuluh darah menjadi lebih sempit dan aliran darah tidak berjalan lancar.
Saat aliran darah terganggu, proses pengiriman oksigen ke seluruh tubuh anak juga ikut berkurang. Kondisi ini membuat kerja jantung, terutama bagian kanan, menjadi lebih berat dari biasanya.
Jika terjadi dalam jangka panjang, beban kerja jantung yang terus meningkat berisiko menyebabkan gagal jantung kanan.
Penyebab hipertensi paru pada anak
Setelah mengenal hipertensi paru pada anak, IDAI juga menjelaskan terkait faktor yang menjadi penyebab penyakit ini, Bunda. Berikut penjelasan lengkapnya:
Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB)
Pada anak dengan PJB seperti Atrial Septum Defect (ASD), Ventricular Septal Defect (VSD), Patent Ductus Arteriosus (PDA), dan lainnya, terjadi peningkatan aliran darah dari jantung ke paru-paru.
Penyakit paru
Selain pada anak dengan PJB, penyakit paru juga dapat menjadi salah satu penyebab hipertensi paru pada anak. Beberapa di antaranya yaitu:
- Penyakit paru kronis seperti asma berat dan Displasia Bronkopulmoner (BPD)
- Infeksi paru berulang
- Prematuritas (paru belum sempurna).
Kelainan pembuluh darah
Selain itu, hipertensi paru pada anak juga dapat disebabkan oleh kelainan pada pembuluh darah, seperti:
- Penyempitan atau kerusakan arteri pulmonal
- Hipertensi paru idiopatik (tanpa sebab yang jelas).
Penyakit lain
Selain penyebab sebelumnya, hipertensi paru pada anak juga dapat dipengaruhi oleh beberapa penyakit lain, yakni:
- Penyakit autoimun, seperti lupus dan skleroderma
- Penyakit hati kronis
- Gangguan pembekuan darah (tromboemboli paru)
- Paparan obat tertentu.
Tidak hanya itu, ada pula faktor risiko lain pada anak dengan hipertensi paru. Berikut ini beberapa di antaranya:
- Anak dengan sindrom bawaan lahir, seperti down syndrome
- Riwayat keluarga hipertensi paru
- Kelainan genetik tertentu.
Gejala hipertensi paru pada anak
Setelah mengenal penyebabnya, IDAI juga membagikan beberapa gejala yang sering kali tidak disadari. Simak penjelasan lengkapnya:
Gejala awal:
- Sesak napas saat beraktivitas
- Anak mudah merasa lelah
- Nafsu makan menurun
- Pertumbuhan anak terlihat kurang optimal.
Gejala yang lebih berat:
- Nyeri dada
- Jantung berdebar
- Pusing hingga pingsan
- Bibir atau kuku tampak kebiruan
- Terjadi bengkak pada kaki atau perut.
Pemeriksaan hipertensi paru pada anak
Tenaga kesehatan biasanya mendiagnosis hipertensi paru melalui pemeriksaan fisik serta beberapa tes lainnya, Bunda. Berikut jenis pemeriksaan hipertensi paru yang dilansir dari laman Cleveland Clinic:
- Pemeriksaan awal dari gejala dan keluhan.
- Pemeriksaan fisik, seperti keadaan tangan biru atau tidak, bunyi jantung berbeda atau tidak.
- Pemeriksaan sederhana dengan Elektrokardiogram (EKG) untuk mendeteksi aktivitas listrik pada jantung dan pemeriksaan rontgen dada.
- Saturasi oksigen perifer.
- Pemeriksaan USG jantung untuk melihat kelainan pada jantung.
- Pemeriksaan lanjutan berupa Computerized Tomography (CT), Magnetic Resonance Imaging (MRI), atau kateterisasi jantung.
Demikian informasi terkait penyebab dan gejala hipertensi paru pada anak yang sering tidak disadari. Semoga informasinya dapat bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Kenapa Anak 14 Tahun Bisa Alami Gagal Ginjal? Ini Penjelasan IDAI, Bun
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara Menghilangkan Cegukan pada Bayi, Bunda Perlu Tahu
9 Gejala Demam Berdarah pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Penyebab dan Dampak Stunting pada Anak, Bunda Perlu Tahu
Kotoran Telinga Anak Mengeras, Bagaimana Cara Membersihkannya?
TERPOPULER
5 Potret Tedak Siten Shazza, Anak Bungsu Via Vallen yang Baru Berusia 7 Bulan
Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan
Stop Bilang "Kamu Bisa Melakukannya", Ini Kalimat Penggantinya untuk Membesarkan Anak Sukses
Berhubungan Intim 4 Kali Seminggu Disebut Perbesar Potensi Hamil hingga 16 Persen
Potret Nada Tarina Putri Percaya Diri Tunjukkan Bekas Jahitan Operasi Skoliosis di Punggungnya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Tipe Kepribadian yang Konsisten Melakukan Self-Care, Apa Saja Ciri-cirinya?
Makan Sehari Sekali Bikin Cepat Kurus? Dokter Ungkap Bahayanya
5 Potret Tedak Siten Shazza, Anak Bungsu Via Vallen yang Baru Berusia 7 Bulan
Drama Korea Doctor X: Mafia in White: Sinopsis, Daftar Pemain, hingga Fakta Menarik
Bosan Bilang 'Terima Kasih'? Ini 10 Kata Pengganti yang Lebih Berkesan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Sepatu Lari Baru Buat Lomba Bulan Depan? Ini Cara Break-in Biar Nggak Lecet di Race Day
-
Beautynesia
5 Alasan Kurang Tidur Berdampak Buruk Bagi Kesehatan
-
Female Daily
5 Rekomendasi Flat Shoes untuk ke Kantor, Nyaman Dipakai Seharian tapi Tetap Stylish
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Curhat Model Ditolak di Fashion Show Victoria's Secret, Kesal Sampai Nangis
-
Mommies Daily
8 Drakor dan Film Kim Yoo-jung, Terbaru Ada 100 Days of Deception