parenting
Ini yang Bisa Terjadi pada Perkembangan Otak Anak jika Sering Gunakan AI Chatbot
HaiBunda
Sabtu, 30 May 2026 15:50 WIB
Seiring dengan semakin dekatnya teknologi dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan chatbot berbasis AI kini diketahui mulai banyak digunakan oleh anak-anak dan remaja.
Sebuah laporan melihat kekhawatiran terkait penggunaan aplikasi AI chatbot. Salah satu aplikasi disebut memungkinkan seseorang dapat berinteraksi dengan karakter AI seperti percakapan manusia.
Hal ini kemudian menarik perhatian banyak peneliti yang mencoba melihat lebih jauh bagaimana interaksi tersebut berjalan. Dikutip dari CBC News, studi menemukan bahwa dalam penggunaan tertentu, aplikasi ini dapat menampilkan konten yang tidak sesuai untuk anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Kampanye Keamanan Daring dari Parents Together, Shelby Knox, menyebut bahwa kini banyak AIÂ chatbot yang menyarankan kekerasan, termasuk melukai diri sendiri hingga orang lain.
Enggak cuma itu, kategori yang paling mengkhawatirkan adalah melibatkan pelecehan terhadap anak, dengan hampir 300 kasus yang tercatat selama penelitian mereka, Bunda. Simak selengkapnya berikut ini.
Kesalahpahaman akibat AI chatbot yang bisa meniru manusia
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, AI chatbot dapat meniru orang sungguhan dengan sangat mirip. Kondisi ini bahkan pernah dialami langsung oleh seorang koresponden bernama Sharyn Alfonsi.
Saat itu, Alfonsi menemukan chatbot yang bisa meniru dirinya dengan cukup detail. Mulai dari suara hingga tampilan, AI chatbot tersebut terlihat sangat mirip, meskipun kepribadiannya sudah diubah.
Dalam interaksi tersebut, AI chatbot itu mengeluarkan pernyataan yang tidak sesuai dengan dirinya, Bunda. Bahkan, ada ucapan yang bertentangan dengan kebiasaan asli Alfonsi.
Situasi ini kemudian membuat para peneliti memberikan perhatian khusus. Mereka menilai hal seperti ini dapat menimbulkan kesalahpahaman bagi orang yang melihat atau mendengarnya.
Ketika suara dan wajah terlihat sama, orang bisa saja mengira bahwa pernyataan tersebut benar-benar berasal dari orang yang ditiru. Tidak hanya itu, hal ini juga dapat berdampak pada perkembangan otak anak.
Kerentanan otak anak terhadap penggunaan AI chatbot
Direktur Winston Center on Technology and Brain Development di University of North Carolina, Dr. Mitch Prinstein, menyampaikan bahwa otak anak-anak memiliki kerentanan terhadap penggunaan AI chatbot.
Ia menilai teknologi seperti Character AI dan ChatGPT perlu mendapat perhatian khusus, Bunda. Prinstein menyebut bahwa AI chatbot sebagai bagian dari "kehidupan baru yang menakutkan" yang belum sepenuhnya dipahami oleh orang tua.
Namun, ia memperkirakan sekitar tiga perempat anak-anak sudah menggunakan teknologi tersebut dalam keseharian mereka. Hal ini berarti bahwa penggunaan AI sudah sangat dekat dengan kehidupan anak-anak.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa bagian otak anak yang mengatur kontrol diri belum berkembang sepenuhnya. Itulah sebabnya, anak lebih rentan terhadap sistem AI yang dapat memicu respons dopamin, yaitu reaksi di otak yang menimbulkan rasa senang hingga membuat mereka kecanduan.
"Karena bagian otak anak-anak yang mengatur pengendalian diri belum berkembang sempurna hingga sekitar usia 25 tahun. Maka pengguna muda sangat rentan terhadap sistem AI yang sangat menarik karena bot tersebut dapat memicu respons dopamin," jelas Prinstein, dikutip dari CBC News.
Selain itu, ia melihat bahwa AI chatbot memang sengaja dibuat untuk selalu menyetujui pengguna. Beberapa chatbot bahkan terlihat seperti memberikan layanan konseling atau terapi.
Prinstein mengatakan bahwa banyak orang tua yang telah menyampaikan kekhawatirannya terkait hal ini, Bunda.
"Kami telah mendengar banyak orang tua berbicara tentang hal ini dan kehilangan mereka," katanya.
"Apa yang terjadi sepenuhnya dapat dicegah jika kita memiliki perusahaan yang memprioritaskan kesejahteraan anak daripada keterlibatan anak untuk mengekstrak sebanyak mungkin data dari mereka," lanjutnya.
Itulah penjelasan mengenai hal yang bisa terjadi pada perkembangan otak anak jika sering menggunakan AI chatbot. Semoga informasinya dapat bermanfaat, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
20 Perbuatan Orang Tua yang Tanpa Disadari Menyakiti Hati Anak, Hindari ya Bun
Parenting
Saat Si Kecil Memukul Dirinya Sendiri, Apa yang Harus Diwaspadai?
Parenting
6 Hal yang Bisa Bunda Lakukan untuk Mendorong Si Kecil Berperilaku Jujur
Parenting
Anak Tak Mau Ditinggalkan dan Cemas Berpisah, Harus Bagaimana?
Parenting
Tips Agar Anak Tak Jadi Pelampiasan Emosi Bunda
5 Foto
Parenting
Bagikan Foto Lebaran, Deretan Artis Ini Masih Rahasiakan Wajah Anak
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ini yang Sebenarnya Terjadi saat Orang Tua Memukul Anak, Ketahui Cara Menahan Emosi
5 Kesalahan Orang Tua yang Bisa Memperpendek Usia Anak, Sering Dianggap Sepele
Benarkah Nonton TV Bisa Merusak Perkembangan Otak Anak?