Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Deretan Kalimat Orang Tua yang Ternyata Menyakitkan bagi Anak

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Senin, 15 Jun 2026 08:50 WIB

Kalimat yang menyakiti anak
Kalimat yang menyakiti anak/ Foto: Getty Images/Antonio_Diaz
Daftar Isi

Di masa tumbuh kembangnya, anak mengingat semuanya dengan baik. Ini termasuk apa yang diucapkan oleh orang tuanya. Pernah kah Bunda pernah tanpa sadar mengatakan kalimat menyakitkan kepada anak saat marah?

Mungkin banyak di antara orang tua, termasuk kita sendiri, sulit bersikap tenang ketika bertengkar dengan anak atau merasa kecewa dengan anak. Pada saat-saat seperti itu, sangat mudah untuk mengatakan kalimat yang menyakitkan.

Jika sudah mereda dan mengingat-ingat, rasanya ingin sekali menarik kembali ucapan. Untuk mencegahnya, kuncinya adalah bagaimana tetap mengendalikan diri agar kita tidak sampai mengatakan sesuatu yang akan disesali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pada akhirnya, mengasuh anak adalah sebuah perjalanan yang penuh dengan suka cita dan tantangan, Bunda. Sebelum menyesal, ketahui beberapa kalimat yang sering disesali orang tua dan bagaimana ungkapan-ungkapan tersebut dapat menyakiti perasaan anak.

1. "Mengapa kamu tidak bisa seperti kakakmu?"

Hindari membandingkan anak satu dengan lainnya. Dikutip dari Psychology Today, perbandingan seperti itu dapat menumbuhkan rasa iri dan persaingan yang tidak sehat di antara saudara kandung, yang menyebabkan perasaan tidak dihargai dan hubungan yang tegang, Bunda.

2. "Bunda sudah melahirkan kamu di dunia!"

Dalam kemarahan, orang tua mungkin berkata, "Kalau Bunda tidak melahirkan kamu, kamu tidak ada di sini sekarang!" Kalimat menyakitkan yang diucapkan seperti itu dapat meninggalkan luka emosional yang dalam, menyebabkan anak-anak berjuang dengan perasaan ditolak (tidak diinginkan) dan rendah diri.

3. "Kamu selalu lupa apa yang Bunda/Ayah katakan."

Orang tua mungkin mengungkapkan frustrasi dengan mengatakan itu. Kalimat menyakitkan tersebut dapat membuat anak merasa tidak mampu berubah, berpotensi memengaruhi kepercayaan diri dan motivasi mereka.

4. "Kamu lebay (berlebihan), itu cuma bercanda."

Mengabaikan emosi anak dapat menghambat kemampuan mereka untuk mengekspresikan diri, menyebabkan mereka menekan perasaan, dan memengaruhi kecerdasan emosional mereka.

5. “Bunda dan Ayah pikir kamu akan lebih baik dari kemarin.”

Orang tua mungkin menyampaikan kekecewaan dengan mengatakan kalimat tersebut. Meskipun memiliki harapan adalah hal yang wajar, mengungkapkan kekecewaan tanpa menawarkan dukungan, dapat menyebabkan perasaan tidak mampu dan kecemasan pada anak-anak.

6. “Kamu pemalas!”

Jangan sampai memberi label pada anak dengan negatif. Dalam bukunya, 10 Days to a Less Defiant Child, psikolog Jeffrey Bernstein Ph.D. mengatakan pelabelan negatif dapat merusak citra diri dan motivasi anak, sehingga menyulitkan pengembangan etos kerja yang kuat dan rasa tanggung jawab.

7. "Tidak ada yang perlu ditakutkan."

Dilansir Huffington Post, terkadang anak-anak takut pada hal-hal yang tidak orang dewasa anggap menakutkan. Entah itu anjing, kegelapan, atau hal lain sama sekali. Tetapi mengatakan "tidak ada yang perlu ditakutkan" kepada mereka adalah meremehkan karena faktanya mereka memang takut. Itulah yang mereka rasakan.

Demikian beberapa kalimat orang tua yang dapat menyangkiti anak, mulai dari membandingkan dengan saudara kandung hingga mengabaikan emosi yang sedang dirasakannya. Semoga dengan membaca artikel ini, bunda menjadi lebih peka dalam menghadapi anak-anak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda