HaiBunda

PARENTING

Anak Usia 5 Tahun Masih Ngompol di Malam Hari, Normalkah?

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Selasa, 16 Jun 2026 20:30 WIB
Anak 5 tahun ngompol/ Foto: Getty Images/GOLFX

Mulai dari usia dua tahun atau tiga tahun, biasanya seorang anak sudah memiliki kemampuan untuk menahan agar tidak mengompol di malam hari. Mereka bisa menahan untuk tidak buang air kecil selama tidur. Namun, jika anak usia lima tahun masih ngompol di malam hari, normalkah?

Perlu Bunda ketahui bahwa batas usia anak dianggap mampu memiliki kemampuan untuk tidak mengompol adalah usia lima tahun, Bunda.

Menurut Prof. Dr. dr. Irfan Wahyudi, Sp.U K, spesialis urologi subspesialisasi pediatrik, ketika di usia ini mereka masih mengompol di malam hari, mereka dianggap mengalami masalah enuresis. Apa itu enuresis?


Enuresis adalah kondisi di mana pada saat tidur, terutama di malam hari, anak akan mengompol tanpa disadari. Enuresis nokturnal sendiri dibagi menjadi dua jenis yaitu monosymptomatic dan non-monosymptomatic.

Enuresis monosymptomatic, yakni kondisi anak mengompol hanya saat tidur dan tidak mengompol saat terjaga. Sementara, enuresis non-monosymptomatic, yakni kondisi anak mengompol saat tidak tidur ataupun tidak mengompol namun memiliki keluhan berkemih yang lain.

Penyebab anak masih ngompol di usia 5 tahun ke atas

Pada dasarnya, anak-anak tidak mengompol dengan sengaja. Kemungkinan besar, dikutip dari Health Link British Columbia, seorang anak mengompol karena satu atau lebih alasan, seperti:

Pertumbuhan yang terhambat. Anak-anak yang sistem sarafnya masih dalam tahap pembentukan mungkin tidak dapat mengetahui kapan kandung kemih mereka penuh.

Kandung kemih yang kecil. Beberapa anak mungkin memiliki kandung kemih yang cepat penuh.

Hormon antidiuretik yang terlalu sedikit. Tubuh memproduksi hormon ini, yang meningkat di malam hari untuk memberi tahu ginjal agar melepaskan lebih sedikit air. Beberapa anak mungkin tidak memiliki cukup hormon ini.

Tidur nyenyak. Banyak anak yang mengompol tidur sangat nyenyak sehingga mereka tidak terbangun untuk menggunakan kamar mandi. Mereka mungkin akan lebih jarang mengompol seiring bertambahnya usia dan pola tidur mereka berubah.

Faktor emosional atau sosial. Anak-anak mungkin lebih cenderung mengompol jika mereka mengalami stres. Misalnya, seorang anak mungkin memiliki saudara laki-laki atau perempuan baru.

Tanda-tanda enuresis anak yang perlu diwaspadai

Menurut dr. Irfan, hal pertama yang perlu diwaspadai pada kondisi enuresis pada anak adalah ketika frekuensi mengompolnya cukup sering. Misalnya dalam waktu satu minggu, kondisi mengompol hampir setiap malam terjadi.

"Perlu diwaspadai juga ketika anak mengalami enuresis non-monosymptomatic. Jadi, anak tidak hanya mengalami masalah mengompol, namun juga masalah berkemih di siang hari," ungkap dr. Irfan kepada HaiBunda beberapa waktu lalu

Cara Mengatasi Anak yang Masih Ngompol

Pengobatan untuk enuresis nokturnal bervariasi tergantung pada penyebabnya. Dikutip dari Cleveland Clinic, pilihan pengobatan dapat meliputi:

  • Perubahan perilaku sebelum atau selama waktu tidur, seperti terapi menggunakan alarm.
  • Mengelola atau mengobati kondisi medis yang mendasarinya.
  • Mengonsumsi obat-obatan yang dapat mengurangi produksi urine di malam hari.
  • Berkonsultasi dengan profesional kesehatan mental, psikolog, atau terapis untuk mengelola stres, trauma, atau tantangan emosional anak.
  • Menurut dr. Irfan, biasanya, dokter akan melakukan evaluasi atau semacam pengisian buku harian, Bunda. Di mana, ketika anak minum dan berkemih mulai dari bangun tidur hingga esok harinya, Bunda perlu mencatat jumlah serta frekuensinya.
  • Hal ini dilakukan untuk mengetahui seperti apa frekuensi berkemih anak terganggu atau tidak, volume urine cukup, kurang, atau berlebih, serta frekuensi mengompol di malam hari dalam satu minggu.

Risiko anak masih ngompol dibiarkan

Ketika anak usia lima tahun ke atas dibiarkan jika masih mengompol, mereka akan menjadi lebih sulit merespons terhadap terapi yang diberikan kelak. Tidak hanya itu, Si Kecil mungkin juga akan mengalami masalah pada psikologis serta aspek sosialnya.

Ketika seorang anak, terlebih yang sudah mulai berinteraksi dengan teman-temannya, melakukan suatu acara yang mengharuskan mereka menginap di rumah temannya ataupun di sekolah, tentu anak akan mengalami rasa was-was. Hal ini juga akan berdampak pada kepercayaan dirinya.

Ada baiknya segera mencari bantuan ahli untuk mengatasi masalah mengompol ini, Bunda. Bawa Si Kecil memeriksakan diri ke dokter sehingga bisa cepat ditangani sesuai dengan kondisinya. Jika dibiarkan terlalu lama bahkan sampai mereka berada di jenjang SD atau SMP, kondisinya justru akan semakin sulit disembuhkan.

Cara mencegah anak ngompol di usia 5 tahun

Meskipun tidak dapat mencegah semua kasus mengompol, Bunda dapat mengurangi risikonya dengan:

  • Meminta anak tidak minum banyak cairan dua jam sebelum tidur.
  • Meminta anak pergi ke kamar mandi sebelum tidur.
  • Meminta anak mengenakan celana penyerap di malam hari.
  • Memastikan kamar mandi atau toilet mudah diakses anak.
  • Menggunakan penguatan positif atau afirmasi untuk mengakui ketika anak bangun dalam keadaan tidak ngompol.
  • Hindari mempermalukan atau mengolok-olok anak dalam keluarga atau kelompok temannya.

Demikian penjelasan mengenai penyebab anak lima tahun ngompol. Semoga informasinya membantu bunda dalam membesarkan Si Kecil.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Infeksi Saluran Kemih pada Anak: Gejala dan Cara Mencegahnya

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang yang Menghasilkan Uang Lebih Banyak Menurut Penelitian

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Anak Usia 5 Tahun Masih Ngompol di Malam Hari, Normalkah?

Parenting Asri Ediyati

Jadwal & Tekstur MPASI Bayi 7-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu

Parenting Kinan

4 Zodiak Ini Paling Menikmati Gaya Hidup Slow Living, Bunda Termasuk?

Mom's Life Amira Salsabila

Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

Kehamilan Annisa Karnesyia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Ciri Kepribadian Orang yang Menghasilkan Uang Lebih Banyak Menurut Penelitian

Jadwal & Tekstur MPASI Bayi 7-12 Bulan, Bunda Perlu Tahu

5 Bibit Jeruk Lengkap dari Purut, Nipis & Bali

Anak Usia 5 Tahun Masih Ngompol di Malam Hari, Normalkah?

Studi Temukan Mikroplastik di Plasenta dan Bayi Belum Lahir, Waspadai Dampaknya Bun

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK