HaiBunda

PARENTING

Deretan Kalimat Sederhana yang Dipakai Orang Tua untuk Membesarkan Anak Berkarakter Baik

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 19 Jun 2026 16:50 WIB
Ilustrasi Deretan Kalimat Sederhana yang Dipakai Orang Tua untuk Membesarkan Anak Berkarakter Baik/Foto: Getty Images/nathaphat
Jakarta -

Setiap orang tua tentu menginginkan anak-anaknya tumbuh dengan karakter yang baik. Namun dengan banyaknya saran parenting saat ini, kita pun jadi bingung harus mulai dari mana.

Bunda, membesarkan anak tidak selalu harus dengan cara yang rumit. Justru dari percakapan sehari-hari, anak pun banyak belajar tentang sikap. Lambat laun, hal itu membentuk cara mereka bersikap.

Di era sekarang, ada banyak gaya pengasuhan yang bikin orang tua merasa ragu. Tidak semua saran terasa cocok untuk dijalani. Tapi yang sering terlupakan, justru kata-kata orang tua yang paling diingat anak.


Kalimat yang Bunda ucapkan setiap harinya dapat membantu anak memahami perasaan dan empati. Lebih dari itu, mereka juga belajar tentang batasan dan cara menghargai orang lain.

Karena itu, ada beberapa kalimat sederhana yang sering digunakan orang tua untuk membesarkan anak agar berkarakter baik. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

11 Kalimat sederhana yang dipakai orang tua untuk membesarkan anak berkarakter baik

Dikutip dari laman Your Tango, orang tua yang membesarkan anak-anak yang benar-benar baik biasanya menggunakan kalimat-kalimat ini dengan konsisten:

1. "Kamu boleh marah, tapi tetap dengan cara yang baik"

Emosi seperti marah atau kesal itu wajar terjadi pada anak. Justru, perasaan itu perlu dikenali dan disampaikan, bukan dipendam. Kalau terus ditahan, anak jadi lebih mudah cemas di kemudian hari.

Orang tua yang membesarkan anak dengan baik biasanya tetap memberi ruang untuk anak mengekspresikan emosinya. Tapi tetap ada batasannya, yaitu tidak menyakiti diri sendiri atau orang lain, Bunda.

2. "Apa yang bisa kita pelajari dari kesalahan ini?"

Bunda, anak sebenarnya jauh lebih mudah belajar saat orang tua juga mau terbuka soal kesalahan. Bukan berarti harus selalu sempurna ya, tapi justru dari hal yang kurang tepat itu anak bisa menemukan banyak pelajaran.

Ketika orang tua berani menceritakan kesalahan sendiri dan mau bertanggung jawab, anak jadi punya contoh bagaimana bersikap dewasa. Anak juga belajar bahwa setiap orang bisa salah, tapi yang penting adalah memperbaikinya.

Bunda perlu tahu bahwa kebiasaan belajar dari kesalahan memang perlu dilatih terus-menerus. Tapi di saat yang sama, ini menjadi hal penting untuk perkembangan pribadi, empati, dan ketekunan seseorang.

3. "Tidak apa-apa kalau kamu merasa sedih"

Sedih itu bukan sesuatu yang harus ditutupi atau dianggap salah. Anak justru perlu tahu bahwa semua perasaan itu boleh saja diungkapkan, termasuk saat mereka sedang tidak baik-baik saja.

Saat orang tua mau memvalidasi perasaan anak, anak jadi menerima emosinya sendiri. Mereka juga belajar bahwa setiap orang itu bisa merasakan hal yang berbeda-beda dalam situasi yang sama.

4. "Apakah kamu butuh bantuan atau hanya ingin Bunda dengarkan?"

Sering kali, anak sebenarnya tidak langsung butuh nasihat. Kadang mereka hanya ingin didengarkan terlebih dahulu tanpa buru-buru diarahkan.

Saat orang tua lebih banyak memberi nasihat tanpa diminta, hal itu justru bisa memicu jarak dalam hubungan. Anak merasa pendapatnya tidak benar-benar didengar.

Sebaliknya, orang tua yang terbiasa bertanya dan mendengarkan akan membantu anak belajar komunikasi yang sehat.

5. "Kamu paling tahu tubuhmu sendiri dibandingkan siapa pun"

Bunda, anak perlu tahu kalau tubuh mereka adalah milik mereka sendiri. Jadi mereka juga punya hak untuk merasakan, memilih, dan mengatakan tidak kalau merasa tidak nyaman.

Saat anak merasa punya kendali atas tubuhnya, mereka juga mudah belajar soal batasan. Misalnya dalam hal sentuhan, pelukan, atau hal-hal kecil yang membuat mereka tidak nyaman.

Orang tua yang terbiasa memberi ruang seperti ini dapat membantu anak tumbuh lebih berani dalam menjaga dirinya sendiri. Anak juga jadi lebih mengerti cara berkomunikasi saat ada sesuatu yang dirasa kurang pas.

6. "Bunda menghargai pendapat kamu, tapi Bunda tetap punya pendirian sendiri"

Sebagai orang tua, kita harus mengerti bahwa anak tetap perlu didengar saat mereka menyampaikan pendapatnya. Tapi di saat yang sama, mereka juga belajar bahwa tidak semua hal bisa mereka atur sendiri.

Saat orang tua konsisten dengan keputusan yang diambil, anak pun mengerti bahwa perbedaan pendapat itu hal yang biasa. Mereka juga jadi paham cara menghargai pilihan orang lain meski tidak selalu setuju.

Sebagaimana dikemukakan oleh para ahli klinis dari Child Mind Institute, anak yang tumbuh dengan batasan yang sehat bersama orang tua cenderung punya hubungan yang lebih baik saat dewasa, baik dengan keluarga, teman, maupun pasangan.

7. "Terima kasih sudah melakukan itu"

Ucapan sederhana seperti ini tak jarang punya dampak besar bagi Si Kecil. Anak merasa mendapat apresiasi dari Bunda, bahkan untuk hal-hal kecil yang sudah mereka lakukan.

Saat orang tua terbiasa m  engucapkan terima kasih, hubungan dengan anak juga terasa lebih hangat. Anak pun mudah mengerti pentingnya saling menghargai dalam keluarga.

8. "Jalan kamu mungkin beda dari jalan Bunda, tapi Bunda tetap dukung kamu"

Setiap anak punya jalan hidupnya sendiri yang tak selalu sama dengan orang tuanya. Itu hal yang wajar, dan justru perlu dihargai ya, Bunda.

Saat anak tidak terus dibandingkan atau dipaksa mengikuti arah tertentu, mereka jadi lebih leluasa menjadi diri sendiri. Mereka juga tidak merasa harus mencari validasi lewat hal-hal yang berlebihan.

9. "Bunda percaya sama kamu"

Bunda, kalimat seperti ini membuat anak merasa lebih kuat dan yakin dengan dirinya sendiri. Anak pun tahu kalau ada orang tua yang percaya pada kemampuan mereka.

Saat anak tumbuh tanpa dukungan dan kepercayaan, mereka cenderung mencari pengakuan dari orang lain. Tapi ketika kepercayaan itu hadir dari orang tua, anak jadi lebih tenang dan tidak mudah bergantung pada penilaian orang lain.

10. "Pendapat kamu itu penting"

Kalimat ini sebenarnya punya arti besar untuk anak. Mereka jadi tahu kalau apa yang dipikirkan itu tidak diabaikan oleh orang tua. Dengan begitu, anak lebih nyaman untuk terbuka dan menyampaikan isi hatinya.

Kalau sejak kecil anak tidak terbiasa dihargai pendapatnya, mereka bisa tumbuh dengan kebiasaan memendam perasaan. Ini bisa terbawa sampai dewasa dan membuat mereka sulit mengekspresikan emosinya.

Seorang penulis buku Taking Up Space, Focused, and Braced, Alyson Gerber, anak yang tumbuh di lingkungan yang kurang mendukung kerap kesulitan mengekspresikan diri saat dewasa nanti.

11. "Bunda tahu ini tidak mudah, tapi tidak apa-apa"

Anak pasti akan bertemu dengan hal-hal yang tidak selalu berjalan mulus. Maka dari itu, wajar saja kalau mereka merasa kesulitan atau kecewa.

Sebagai orang tua, kita mungkin ada keinginan untuk langsung membantu atau menyelesaikan semua masalah anak. Tapi kalau terlalu sering dilakukan, anak jadi tidak punya kesempatan untuk belajar mandiri.

Itulah deretan kalimat sederhana yang bisa dipakai orang tua untuk membesarkan anak berkarakter baik. Semoga informasinya dapat membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Psikolog Sebut 4 Jenis Mainan yang Sebaiknya Tidak Lagi Diberikan pada Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Potret Liburan Kiky Saputri & Keluarga ke Korea Selatan, Cantiknya Kayya Curi Perhatian

Mom's Life Nadhifa Fitrina

9 Ciri Perempuan Punya High Value yang Jarang Disadari, Selalu Tentukan Batasan

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Cerita Kiper Korea Selatan di Piala Dunia 2026 yang Tak Bisa Saksikan Kelahiran Anak, Alasannya Bikin Haru

Kehamilan Annisa Karnesyia

10 Bisnis Ibu Rumah Tangga yang Fleksibel dan Berpotensi Tambah Penghasilan

Mom's Life Arina Yulistara

Deretan Kalimat Sederhana yang Dipakai Orang Tua untuk Membesarkan Anak Berkarakter Baik

Parenting Nadhifa Fitrina

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Perempuan Pintar dan Kompeten, Kerap Ucap 11 Kalimat Profesional Ini

Potret Liburan Kiky Saputri & Keluarga ke Korea Selatan, Cantiknya Kayya Curi Perhatian

20 Contoh Cerita Fiksi Singkat dengan Berbagai Tema yang Penuh Pesan Moral untuk Anak

Kisah Bunda Alami Keguguran tetapi Tak Bisa Mendapatkan Bantuan Medis, Ternyata Ini Alasannya

9 Ciri Perempuan Punya High Value yang Jarang Disadari, Selalu Tentukan Batasan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK