PARENTING
Tak Perlu Mainan Mahal, Ini 9 Ide Stimulasi Kognitif Anak dengan Benda di Rumah
Asri Ediyati | HaiBunda
Rabu, 24 Jun 2026 13:00 WIBPerkembangan kognitif menyangkut bagaimana anak-anak berpikir, mengeksplorasi, dan memahami berbagai hal. Ini adalah perkembangan pengetahuan, keterampilan, pemecahan masalah yang membantu anak-anak untuk berpikir dan memahami dunia di sekitar mereka.
Perkembangan otak merupakan bagian dari perkembangan kognitif. Sebagai orang tua, penting untuk mendorong perkembangan kognitif anak sejak ia lahir karena hal itu memberikan dasar bagi keberhasilan anak di sekolah dan di kemudian hari.
Untuk mengoptimalkan perkembangan kognitif anak, stimulasi adalah kuncinya. Bagaimana memberikannya stimulasi? Tidak lain adalah dengan cara bermain, Bunda.
Sejak bayi, bermain merupakan bagian penting dalam kehidupan anak. Dikutip dari laman Center on The Developing Child Harvard University, bagi bayi dan balita, interaksi sederhana dan menyenangkan dengan orang dewasa membantu mengembangkan arsitektur otak yang kokoh, fondasi kesehatan seumur hidup, dan dasar ketahanan tubuh.
Melalui permainan dan aktivitas bermain, anak-anak dapat berlatih dan memperkuat keterampilan fungsi eksekutif penting yang akan membantu mereka sepanjang hidup, termasuk belajar memfokuskan perhatian, memperkuat memori kerja, dan mengembangkan pengendalian diri dasar.
Ada beberapa ide stimulasi yang dapat membantu perkembangan kognitif anak dengan memakai benda sederhana di rumah. Berikut ide-idenya yang dapat Bunda ikuti.
1. Putar Musik
Dilansir Brain Balance Center, musik adalah alat yang hebat untuk membantu meningkatkan perkembangan banyak keterampilan kognitif penting. Musik dapat mendorong anak-anak untuk mengembangkan koordinasi (saat menari), serta memori dan identifikasi kata, persepsi sensorik, dan banyak lagi.
2. Pelajari Bentuk dan Warna
Ajarkan anak-anak tentang bentuk dan warna, lalu bantu meningkatkan keterampilan kognitif dengan mengulanginya secara teratur. Pilih mainan dengan berbagai bentuk, lalu minta anak untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk tersebut. Lakukan hal yang sama dengan mainan dengan warna yang berbeda.
Latihan-latihan ini dapat membantu dalam mempelajari informasi dan mengembangkan memori. Untuk anak yang lebih besar, teka-teki atau malam permainan keluarga adalah cara yang bagus untuk memperkuat keterampilan kognitif yang berkaitan dengan bentuk dan warna.
3. Bercermin
Bercermin dapat menjadi latihan yang bagus untuk anak-anak kecil yang sedang mengembangkan keterampilan kognitif. Saat anak Anda bercermin, mintalah mereka membuat ekspresi wajah yang terkait dengan berbagai emosi. Bermain dengan cermin dapat membantu anak-anak mengembangkan citra diri mereka sendiri. Ini juga akan membantu anak mengidentifikasi dan mengekspresikan emosi dengan tepat.
4. Bikin Proyek Seni
Proyek seni dapat membantu meningkatkan imajinasi anak-anak dan kemampuan untuk menghasilkan gambar dan ide. Selain itu, proyek seni juga dapat membantu anak-anak mengembangkan keterampilan motorik halus mereka secara bersamaan.
5. Buang dan Isi Wadah Mainan
Balita senang memasukkan barang ke dalam wadah dan membuangnya berulang kali. Bunda mungkin pernah melihat balita mengosongkan keranjang cucian yang penuh dengan pakaian atau wadah yang penuh dengan mainan.
Dorong dan alihkan aktivitas menyenangkan ini dengan menyediakan mereka berbagai wadah (seperti mangkuk, kotak, atau keranjang kosong) dan barang-barang yang aman untuk mengisinya, seperti mainan atau kaus kaki.
6. Bermain dengan Puzzle
Bermain dengan puzzle adalah cara yang sangat baik untuk memperkuat otak Si Kecil. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengerjakan puzzle melibatkan berbagai kemampuan kognitif. Ketika bermain puzzle, anak melihat berbagai potongan dan mencari tahu di mana letaknya dalam gambar yang lebih besar. Ini bisa menjadi cara yang bagus untuk menantang dan melatih otaknya, Bunda.
7. Bermain Kartu
Dikutip dari Healthline, penelitian dari tahun 2023 menemukan bahwa bermain kartu membantu meningkatkan keterampilan berpikir penting seperti pengendalian diri, dan kemampuan untuk beralih antar tugas pada anak-anak yang menghadapi tantangan sosial. Studi tersebut menunjukkan bahwa bahkan permainan kartu yang tidak dirancang untuk meningkatkan fungsi otak pun masih memiliki efek positif pada keterampilan ini.
8. Petak Umpet Sederhana
Pada usia ini, balita mungkin menikmati bersembunyi dan mendengarkan mencari mereka dengan keras sementara mereka melacak lokasi kita secara mental. Upayakan agar permainan tetap seru dengan melebih-lebihkan gerakan dan kata-kata.
9. Bangun Kosakata Lewat Buku atau Flash Card
Kosakata yang kaya akan membuat anak berwawasan luas. Penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak wilayah otak yang terlibat dalam tugas kosakata, terutama di area yang penting untuk pemrosesan visual dan pendengaran. Misalnya, membacakan buku ensiklopedia dengan membahas dan berdiskusi dengan apa yang telah dibaca. Bunda juga bisa melatihnya dengan memberikan flash card.
Demikian beberapa cara untuk menstimulasi perkembangan kognitif anak, Bunda. Mulailah dengan hal-hal sederhana melalui membaca buku, bermain puzzle, dan diajak mendengarkan musik.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Bisakah IQ Seseorang Meningkat dan Berubah? Ini Penjelasan Psikolog
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Ide Stimulasi Perkembangan Kognitif Anak Usia 5-8 Tahun, Bunda Perlu Tahu
7 Ide Stimulasi Sensori Anak Usia 3 Tahun untuk Dukung Perkembangan Otak
9 Ide Stimulasi Anak 1-2 Tahun agar Perkembangannya Optimal, Lakukan di Rumah Yuk
10 Jurus Jitu Bangun Kreativitas & Imajinasi Si Kecil ala Caca Tengker
TERPOPULER
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Potret 2 Anak Gracia Indri yang Menggemaskan, Curi Perhatian di Pesta Pernikahan Sang Tante
Potret Terbaru Gita Gutawa Usai Lama Tak Muncul, Kini Sibuk di Balik Layar
REKOMENDASI PRODUK
5 Pasta Gigi Bayi 1 Tahun ke Atas yang Aman Jika Tak Sengaja Tertelan, Pilih Terbaik Cegah Karies
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Selang Gas yang Bagus dan Aman, Miliki 3 Lapis Pengaman
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Kebiasaan Bicara yang Menandakan Orang Tidak Cerdas Bersosialisasi
Olivia Allan Jalani Program Bayi Tabung Terakhir untuk Anak Kedua, Denny Sumargo Mohon Doa
5 Potret Jung Eun Chae yang Viral sebagai Polisi di Drama Korea 'Flex X Cop 2'
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bilang "Tolong" dan "Terima Kasih" Menurut Psikologi
Cara Meracik Buah Pinang Muda, Diklaim Dukung Vitalitas Pria & Pemulihan Rahim setelah Melahirkan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Polo Oversized Linen-Twill: Adem Buat Cuaca Panas Jakarta?
-
Beautynesia
Ini Perbedaan Anoreksia dan Bulimia yang Perlu Diketahui
-
Female Daily
Kulit Lagi Overwhelmed Sama Skincare? Ini 5 Tanda Wajahmu Butuh Istirahat
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Video: Bikin Salfok! Michelle Halim Bawa Tas Anggur ke Fashion Show
-
Mommies Daily
Brand Hijab yang Dipakai Nikita Willy: 4 Rekomendasi dan Kisaran Harganya