sign up SIGN UP search


parenting

Mengenal 4 Tahap Perkembangan Kognitif Anak Sejak Lahir untuk Pantau Si Kecil

Melly Febrida Senin, 04 Jan 2021 13:37 WIB
Happy Asian young mother and daughter playing with abacus, early education at home. caption

Jakarta - Perkembangan kognitif anak merupakan langkah penting dalam fase perkembangan anak yang tak boleh Bunda dan Ayah abaikan ya.  Meskipun, bayi sering dianggap sebagai makhluk yang sederhana dan pasif dalam beberapa bulan pertama kelahirannya, nyatanya mereka terus berkembang dan mempelajari hal baru.

Sebelum abad ke-20, anak-anak sering dilihat sebagai versi mininya orang dewasa. Orang dewasa sering kali mengabaikan keterampilan intelektual bayi dan anak yang sangat kecil.


Tetapi, para pemikir dan peneliti modern telah menemukan bahwa bayi sebenarnya selalu belajar, berpikir, dan menjelajahi dunia di sekitar mereka.

Bagaimana perkembangan kognitif anak dan seperti apa urutannya? Ini adalah beberapa pertanyaan yang dijawab psikolog Prancis Jean Piaget pada tahun 1952, ketika menerbitkan teori terobosannya tentang perkembangan kognitif pada anak-anak.

Piaget memulai penelitiannya dengan mempelajari bagaimana anak-anak bereaksi terhadap lingkungannya. Tetapi, pengamatannya melawan pemikiran saat ini yang mengatakan bahwa anak-anak tidak memiliki kognisi sampai mereka cukup besar untuk belajar berbicara. Pada kenyataannya,  teori perkembangan kognitif menjadi yang paling terkenal dan berpengaruh hingga saat ini.

Berikut empat tahap perkembangan kognitif pada masa kanak-kanak yang diidentifikasi Jean Piaget dikutip Learning Rx:


1. Tahap Sensorimotor

Tahap sensorimotor ini dimulai dari bayi baru lahir hingga usia sekitar 2 tahun.  Selama tahap ini, anak-anak belajar tentang dunia melalui indera mereka dan manipulasi objek.

2. Tahap Praoperasional

Tahap ini dimulai pada usia 2 hingga 7 tahun. Selama tahap ini, anak-anak mengembangkan memori dan imajinasi.  Anak-anak juga mampu memahami berbagai hal secara simbolis dan memahami ide-ide masa lalu dan masa depan.

3. Tahap Operasional Konkret

Tahap oprasional konkret terjadi pada usia 7 hingga 11 tahun. Selama tahap ini, anak-anak menjadi lebih sadar akan peristiwa eksternal, serta perasaan selain dirinya sendiri.  Anak-anak menjadi kurang egosentris dan mulai memahami bahwa tidak semua orang berbagi pikiran, keyakinan, atau perasaan mereka. 

4. Tahap Operasional Formal

Pada saat berusia 11 tahun ke atas anak akan mulai mengalami tahap operasional formal.  Selama tahap ini, anak-anak mampu menggunakan logika untuk memecahkan masalah, melihat dunia di sekitar mereka, dan merencanakan masa depan.

Untuk memperluas pemahaman tentang perkembangan kognisi pada anak-anak, dikembangkan model 'Pemrosesan Informasi' selama dua dekade, setelah publikasi teori Piaget. Model ini menjelaskan bagaimana dan kapan keterampilan kognitif inti anak dikembangkan.

Keterampilan kognitif meliputi perhatian, memori jangka pendek, memori jangka panjang, logika & penalaran, dan pemrosesan pendengaran, pemrosesan visual, dan kecepatan pemrosesan. 

Itu adalah keterampilan yang digunakan otak untuk berpikir, belajar, membaca, mengingat, memperhatikan, dan memecahkan masalah.

Jika teori Piaget menjelaskan apa yang mampu dilakukan seorang anak pada tahap yang berbeda dalam perkembangannya, 'Model Informasi' melihat lebih dekat pada keterampilan kognitif spesifik yang bekerja di belakang layar.

Menurut model ini, perhatian, memori jangka pendek, dan memori jangka panjang berkembang antara usia 2 dan 5 tahun. Pemrosesan pendengaran, yang sangat penting untuk keterampilan membaca yang baik, berkembang antara usia 5 dan 7 tahun. Logika & penalaran juga menjadi lebih mapan selama setelah usia 5 tahun sebagai seorang anak menjadi lebih mampu membuat hubungan antara ide-ide.

Baca kelanjutan mengenai perkembangan kognitif anak di halaman selanjutnya.

Simak juga delapan jenis makanan untuk mencerdaskan otak anak dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Banner Tips Cantik Sehat Saat Pandemi
(rap/rap)
Peran Keluarga dalam Perkembangan Kognitif Anak
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!

Rekomendasi