parenting
Bunda Termasuk Orang Tua Overprotektif? Ketahui Ciri-Ciri & Dampaknya ke Mood Anak
HaiBunda
Sabtu, 04 Jul 2026 13:50 WIB
Daftar Isi
Ciri-ciri orang tua overprotektif perlu diperhatikan sejak awal, jangan sampai ini nantinya memengaruhi perkembangan mental dan mood anak. Bunda termasuk salah satunya?
Pola asuh overprotektif dikenal juga sebagai pola asuh helicopter atau helicopter parenting.
Orang tua cenderung terlalu melindungi anak, sampai-sampai jadi sangat terlibat dalam kehidupan sehari-hari anak. Bahkan saat mereka perlu mengambil keputusan sederhana. Â
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal pola asuh overprotektif
Orang tua overprotektif biasanya memiliki perilaku mengontrol berlebihan dan pembatasan terhadap kemandirian anak.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Child Development menyebut bahwa perilaku overprotektif menjadikan orang tua terlalu sering ikut campur, melebihi yang dibutuhkan atau diinginkan anak. Hal ini berisiko menghambat terpenuhinya kebutuhan psikologis dasar anak, terutama di usia remaja.
Dalam praktiknya, kondisi ini sering kali juga berubah menjadi tarik ulur antara orang tua yang terlalu cemas dan remaja yang sedang belajar mandiri.
Studi tentang pola asuh overprotektif
Peneliti dari Erasmus University Rotterdam menemukan bahwa meskipun banyak orang tua berusaha melindungi anaknya, keterlibatan yang berlebihan justru dapat memberikan dampak sebaliknya.
Dalam studinya, peneliti meminta para remaja melaporkan mood mereka beberapa kali setiap hari selama satu minggu, sekaligus menilai sejauh mana mereka merasa orang tuanya bersikap overprotektif.
Hasilnya menunjukkan bahwa para remaja cenderung merasa mood-nya jadi lebih buruk pada ada perilaku overprotektif dari orang tuanya.
Penelitian ini juga menunjukkan adanya hubungan dua arah, yaitu suasana hati yang sedang buruk juga dapat terjadi sebelum meningkatnya persepsi terhadap perilaku overprotektif orang tua.
Hal ini mengindikasikan bahwa orang tua memang bisa menjadi atau setidaknya terlihat lebih protektif ketika remaja sedang mengalami kesulitan.
Penelitian sebelumnya juga melaporkan dampak serupa. Sebuah studi tahun 2023 yang diterbitkan dalam Journal of Youth and Adolescence menemukan bahwa remaja dengan pola asuh overprotektif lebih banyak mengalami kesulitan emosional, perilaku antisosial, serta pencapaian akademik yang lebih rendah.
Alasan orang tua bersikap overprotektif
Perilaku overprotektif mungkin terdengar sebagai sesuatu yang sebaiknya dihindari. Namun, ada alasan psikologis yang membuat banyak orang tua tanpa sadar melakukannya.
"Meski didasari niat baik, pola asuh overprotektif umumnya dipicu oleh kecemasan. Karena itu, perilaku ini muncul dari keinginan untuk mencegah sebanyak mungkin pengalaman buruk yang mungkin dialami anak," ujar peneliti Maura Francis, PhD, LP, seperti dikutip dari Parents.Â
Ciri-ciri orang tua overprotektif
Orang tua yang overprotektif memiliki berbagai karakteristik. Sebagian didorong oleh rasa takut anak mengalami cedera, sementara yang lain khawatir anak tidak akan berhasil tanpa keterlibatan mereka secara terus-menerus.
Meski latar belakangnya berbeda-beda, berikut beberapa tanda umum dan ciri-ciri pola asuh overprotektif:
1. Mengendalikan setiap pilihan anak
Dikutip dari Healthline, jika Bunda terus-menerus mengambil keputusan besar maupun kecil untuk anak tanpa memberi kesempatan baginya mempertimbangkan berbagai pilihan sendiri, bisa jadi Bunda termasuk orang tua overprotektif.
Misalnya, ketika anak ingin mencoba hal baru seperti olahraga atau hobi tertentu, tetapi Bunda memaksa mereka tetap melakukan hal yang sudah dikenal atau yang Bunda inginkan.Â
Sikap ini dapat menghambat keinginan anak untuk berkembang, menunjukkan kurangnya kepercayaan kepada mereka, sekaligus menganggap orang tua selalu lebih tahu daripada anak.
Padahal, penting bagi anak untuk memiliki ruang dalam mempertimbangkan pilihannya sendiri. Orang tua boleh memberikan saran, tapi anak juga perlu percaya diri dengan pendapatnya sendiri.
2. Selalu mencegah anak dari kegagalan
Jika orang tua selalu turun tangan saat anak menghadapi masalah, hal tersebut juga bisa menjadi ciri-ciri pola asuh overprotektif.Â
Setiap anak pada dasarnya memiliki daya juang untuk bangkit kembali atau disebut sebagai resilience, tetapi kemampuan itu hanya berkembang jika mereka diberi kesempatan untuk gagal dulu.
3. Bereaksi berlebihan terhadap kegagalan
Ciri-ciri orang tua overprotektif selanjutnya adalah selalu bereaksi besar saat anak mengalami kegagalan. Reaksi yang demikian sulit membantu anak beradaptasi dan berkembang.
4. Terlalu takut anak terluka
Terjatuh atau mengalami luka ringan merupakan bagian dari masa kanak-kanak. Selama anak tidak berada dalam bahaya yang nyata, cobalah sesekali menahan diri untuk tidak langsung bereaksi.Â
Apabila Bunda selalu bereaksi demikian, anak mungkin tidak akan pernah benar-benar belajar mandiri.
5. Terlalu fokus pada pencapaian
Terlalu fokus pada prestasi anak juga rentan membuat orang tua lupa menikmati momen-momen sederhana bersama mereka.
Perhatian yang hanya tertuju pada prestasi akademik dan pencapaian terukur dapat berdampak buruk pada kesehatan mental dan emosional anak.
Menggunakan hadiah yang berlebihan untuk memotivasi anak atau hukuman yang sangat keras untuk mencegah mereka melakukan kesalahan juga merupakan salah satu tanda pola asuh overprotektif.
Dampak pola asuh overprotektif
Berikut beberapa dampak yang bisa terjadi pada mood dan kesehatan mental anak jika diberi pola asuh overprotektif:
1. Anak menjadi tidak siap menghadapi tantangan
Salah satu dampak yang paling nyata adalah anak menjadi kurang siap menghadapi berbagai tantangan hidup. Alasannya, mereka terbiasa orang tua yang selalu ada untuk membuatkan rencana dan menyelesaikan semua masalah.
2. Anak jadi suka berbohong
Jika anak merasa terlalu dikekang oleh pola asuh yang sangat mengontrol, mereka lebih mungkin jadi suka berbohong nantinya.
Ketika merasa tidak mampu memenuhi tuntutan yang terlalu tinggi atau aturan yang sangat ketat, mereka juga bisa memutarbalikkan fakta demi menghindari respons orang tua.
3. Kurang percaya diri
Apabila orang tua selalu mengerjakan segala sesuatu untuk mereka, mereka akan terbiasa berharap orang tua juga mengerjakan hal-hal lain yang sebenarnya mampu mereka lakukan sendiri.
Akibatnya, alih-alih berani menghadapi tantangan baru, mereka justru lebih memilih menunggu orang lain menyelesaikan masalahnya.
Selain itu, sebuah studi tahun 2013 dari University of Mary Washington di Virginia menemukan bahwa anak-anak yang dibesarkan dengan pola helicopter parenting lebih rentan mengalami kecemasan pada akhir masa remaja.
4. Anak menjadi penakut
Jika orang tua terus-menerus melarang anak melakukan berbagai hal yang sebenarnya hanya berisiko kecil, mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang terlalu takut mencoba hal baru.
Anak mungkin khawatir akan terluka atau ditolak, sehingga akhirnya menghindari mencoba pengalaman baru.
5. Merasa selalu berhak mendapatkan sesuatu
Anak yang terbiasa segala keinginannya dipenuhi oleh orang tua juga akan kesulitan menerima kenyataan bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai keinginannya.
Mereka bahkan bisa merasa berhak mendapatkan sesuatu yang sebenarnya belum mereka usahakan.
Itulah penjelasan tentang ciri-ciri orang tua overprotektif dan dampaknya bagi tumbuh kembang anak. Semoga bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Parenting
7 Perilaku Orang Tua Bisa Timbulkan Trauma pada Anak
Parenting
5 Pola Asuh Bisa Sebabkan Anak Minder, Ini Cara Mengatasinya
Parenting
20 Nasihat Parenting Aneh Sepanjang Masa, Bayi Diletakkan Dalam Sepatu
Parenting
3 Teknik Mengendalikan Emosi Bunda saat Memarahi Anak
Parenting
Kunci Sukses Pola Asuh Ideal, Ini Saran Ahli
7 Foto
Parenting
Potret 7 Anak Artis saat Menikmati MPASI, Ekpresinya Cute dan Gemas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
11 Kalimat Toxic Orang Tua Zaman Dulu yang Diam-Diam Melukai Mental Anak
6 Cara Mendidik Anak Tangguh Tanpa Harus Terlalu Keras
8 Perilaku Seumur Hidup yang Tanpa Disadari Anak Tiru dari Orang Tua