HaiBunda

PARENTING

Ciri-Ciri Anak Alami Anemia & Cara Mengatasinya, Bunda Perlu Tahu

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Sabtu, 01 Aug 2026 16:05 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Tomwang112
Jakarta -

Banyak orang awam memahami anemia merupakan kondisi kekurangan darah. Namun dalam dunia medis, anemia adalah istilah untuk menjelaskan rendahnya nilai hemoglobin (Hb) sesuai dengan umur dan jenis kelamin. Apa itu hemoglobin?

Dikutip dari laman Boston Children's Hospital, bahwa anemia adalah kelainan darah umum yang terjadi ketika tubuh memiliki sel darah merah lebih sedikit dari normal. Sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh menggunakan protein yang disebut hemoglobin. Jika tidak ada cukup sel atau protein ini, maka terjadilah anemia.

Untuk Bunda pahami, anemia seringkali merupakan gejala suatu penyakit, bukan penyakit itu sendiri. Dalam beberapa kasus, anemia bersifat sementara dan disebabkan oleh kekurangan nutrisi atau kehilangan darah.


Dalam kasus lain, anemia merupakan akibat dari kondisi kronis atau bawaan, termasuk gangguan genetik, masalah autoimun, kanker, dan penyakit lainnya.

Meskipun banyak jenis anemia dapat bersifat ringan dan mudah diobati, jenis anemia tertentu dapat bersifat parah, kronis, dan/atau mengancam jiwa. Jenis-jenis anemia meliputi:

  • Anemia defisiensi besi (ADB)
  • Anemia defisiensi besi refrakter (IRIDA)
  • Anemia sideroblastik kongenital
  • Anemia megaloblastik
  • Anemia hemolitik
  • Anemia sel sabit
  • Thalassemia
  • Anemia aplastik
  • Anemia Fanconi
  • Anemia Diamond-Blackfan

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pada anak-anak, kekurangan zat besi atau Anemia defisiensi Besi (ADB) merupakan penyebab anemia terbanyak. Anemia kekurangan zat besi ialah anemia yang disebabkan oleh berkurangnya cadangan zat besi tubuh.

Prevalensi anemia defisiensi besi di Indonesia masih sangat tinggi, terutama pada wanita hamil, anak balita, usia sekolah dan pekerja berpenghasilan rendah. Pada anak-anak Indonesia angka kejadiannya berkisar 40 hingga 50 persen.

Ciri-ciri anak alami anemia

Salah satu ciri-ciri paling umum dari anak yang mengalami anemia adalah kulit pucat. Mengutip laman Kementerian Kesehatan RI, ciri-ciri anak alami anemia tidak hanya terletak pada kulit. Selain wajah pucat, berbagai gejala anemia pada anak yang umum adalah:

  • Kulit atau mata berubah warna kekuningan
  • Bibir pucat
  • Garis kelopak mata jadi sayu
  • Warna kuku anak terlihat lebih pucat dari biasanya
  • Anak rewel atau tidak mau diajak berbicara
  • Badan anak lemas
  • Anak mudah lelah
  • Tidur siang lebih sering atau lebih lama dari biasanya
  • Warna urine (air kencing) anak gelap seperti teh

Jika kasus anemia yang dialami anak sudah cukup parah, mereka akan menunjukkan gejala lain seperti:

  • Napas pendek atau terengah-engah
  • Jantung anak berdebar cepat
  • Sakit kepala
  • Pusing atau kliyengan
  • Tangan atau kaki membengkak
  • Pingsan (hilang kesadaran)
  • Lidah sakit atau membengkak

Diagnosis anemia pada anak

Langkah pertama adalah pemeriksaan ke dokter, nantinya dokter akan membuat diagnosis yang akurat dan lengkap. Anemia biasanya ditemukan selama pemeriksaan medis melalui tes darah sederhana yang mengukur konsentrasi hemoglobin dan jumlah sel darah merah. Prosedur diagnostik untuk menentukan penyebab anemia dapat meliputi:

  • Riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik
  • Pengukuran hematokrit — persentase sel darah merah yang ditemukan dalam volume darah tertentu
  • Elektroforesis hemoglobin untuk menentukan jumlah dan jenis hemoglobin dalam darah
  • Tes darah tambahan
  • Aspirasi dan biopsi sumsum tulang

Cara mengatasi anak yang alami anemia

Tergantung pada penyebab spesifik anemia anak, dokter anak mungkin akan merekomendasikan berbagai macam pengobatan. Pengobatan untuk berbagai bentuk anemia dapat meliputi:

  • Suplemen vitamin dan mineral (zat besi)
  • Perubahan pola makan anak
  • Pengobatan dan/atau penghentian obat penyebab
  • Pengobatan gangguan yang mendasarinya
  • Operasi pengangkatan limpa (jika terkait dengan anemia hemolitik tertentu)
  • Transfusi darah, jika perlu (untuk mengganti kehilangan darah yang signifikan)
  • Antibiotik (sesuai kebutuhan jika infeksi adalah penyebabnya)
  • Transplantasi sel punca (untuk kegagalan sumsum tulang, seperti anemia aplastik, anemia Fanconi, atau anemia Diamond-Blackfan)

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

Anak Bosan Saat Libur? Coba 7 Mainan Tanpa Gadget Ini!

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?

Mom's Life Amira Salsabila

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Parenting Annisa Karnesyia

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

Parenting Tim HaiBunda

Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan

Mom's Life Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa

Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?

5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan

Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?

Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK