HaiBunda

PARENTING

5 Hal Perlu Diperhatikan saat Bayi Baru Lahir Pulang ke Rumah

Asri Ediyati   |   HaiBunda

Jumat, 24 Jul 2026 12:00 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/Narongrit Sritana
Jakarta -

Membawa bayi pulang ke rumah termasuk salah satu momen yang bahagia dan menantang. Beberapa hari pertama di rumah sakit bersama bayi baru lahir mungkin terasa seperti liburan singkat.

Namun, kita tidak menyadarinya saat itu, perawat mengurus kebutuhan kita dan bayi, seseorang membawakan makanan, Bunda bisa tidur, dan konsultan laktasi hanya berjarak satu tombol panggil.

Dua hingga empat hari kemudian, dengan asumsi ibu dan anak sehat, pulang ke rumah terasa seperti momen campur aduk. Campuran emosi, kelelahan karena kurang tidur, dan mungkin sedikit kekacauan.


Bayi juga akan beradaptasi dengan lingkungan barunya. Hal ini terkadang disebut 'trimester keempat'.

Ketika Bunda dan bayi berada di rumah setelah melahirkan, ini adalah waktu yang bahagia dan menyenangkan, tetapi Bunda mungkin juga merasa lelah hingga kewalahan.

Hal yang perlu diperhatikan saat bayi baru lahir pulang ke rumah

Untuk beberapa hari pertama, tidak perlu khawatir tentang jadwal, Bunda dapat melakukan apa yang terasa tepat untuk Bunda dan bayi. Namun, perlu diperhatikan, berikut lima hal penting saat bayi baru lahir pulang ke rumah:

1. Menyusu

Bayi baru lahir menyusu setiap dua hingga empat jam selama total delapan hingga 12 sesi sehari. Pelan-pelan Bunda dapat menyesuaikan kebutuhan Si Kecil menyusu, meski tak terpaku dengan jadwal seharusnya. Satu hal yang penting, percayalah insting Bunda.

“Menyusui memenuhi begitu banyak kebutuhan, kehangatan, kebutuhan untuk mengisap, kontak kulit ke kulit, keinginan untuk dipeluk,” kata Leigh Anne O’Connor, IBCLC, LCCE, konsultan laktasi bersertifikasi internasional di New York City dikutip dari The Bump.

2. Tidur

Ketika bayi pulang ke rumah, mereka sangat lelah. Menurut Helen Moon, pendidik laktasi bersertifikat dan spesialis bayi di AS dan Inggris, hal ini mungkin pertama kalinya bayi terpapar udara segar, dingin, panas matahari, dunia luar. Jadi, perjalanan singkat akan membuat bayi sangat mengantuk.

”Bersiaplah bayi akan langsung tertidur pulas setelah masuk rumah," tutur Moon.

Bayi baru lahir tidur antara dua hingga tiga jam dalam sekali tidur. Jika mereka tidur lebih lama, Bunda perlu membangunkan mereka agar bisa menyusu .Jika bayi dibiarkan tidur lebih dari tiga jam, mereka mungkin menjadi terlalu lesu dan kemudian tidak akan bisa makan cukup.

“Perut mereka sangat kecil sehingga mereka tidak bisa minum banyak susu sekaligus,” kata Moon.

Mulai ajarkan Si Kecil tentang konsep siang dan malam sejak dini. Bunda dapat membiasakan Si Kecil terjaga di siang hari sekitar satu jam di antara tidur siang untuk mengubah jadwal bayi. Jika tidak, Si Kecil akan terjaga di malam hari karena mereka terbiasa dengan goyangan rahim yang membuat mengantuk di siang hari dan cenderung lebih aktif bermain di malam hari.

3. Buang air besar dan kecil

Saat bayi baru saja lahir, cairan kental seperti tar yang muncul pada satu atau dua hari pertama kehidupan. Ketika sampai rumah seharusnya sudah digantikan oleh feses transisi berwarna kehijauan yang akhirnya akan berubah menjadi kekuningan mungkin berbintik-bintik dengan "biji" kecil. Gantilah popok basah minimal tiga hingga enam kali sehari agar tetap membuat bayi nyaman.

4. Tali pusar

Dikutip dari Mayo Clinic, Bunda perlu menjaga agar pangkal tali pusar tetap bersih dan kering hingga lepas, yang biasanya memakan waktu 1 hingga 3 minggu. Hindari mandikan bayi baru lahir dengan langsung berendam. Bunda dapat memandikan bayi baru lahir dengan cara dilap atau sponge bath hingga tali pusarnya benar-benar kering.

Selain itu, lipat popok ke bawah dan hindari pakaian ketat untuk mencegah gesekan dan menjaganya agar tetap terkena udara.

Untuk perawatan tali pusar sehari-hari, usap dengan lembut pangkal tempat tali pusar bertemu dengan kulit menggunakan kapas basah yang bersih atau kain lap basah. Kemudian hindari tisu basah beralkohol, salep, atau bedak.

5. Menangis (dan suara lainnya)

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi tentang kebutuhannya, baik itu lapar, ketidaknyamanan, rewel, atau keinginan untuk menyusu. Setelah kebutuhan terpenuhi, Si Kecil akan tenang.

Jika menggendong dan mengayun bayi tidak berhasil, Bunda dan Ayah disarankan untuk menangkup kepala bayi dengan kedua tangan, mengangkat kepalanya sedikit, serta berbicara kepadanya dengan lembut.

Sebagian besar bayi akan berhenti menangis karena mereka mencoba mendengar Bunda. Mereka juga akan membuka mata dan melihat Bunda. Jika bayi terus menangis meskipun sudah mencoba berbagai cara, segera konsultasikan ke dokter anak ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Alasan Orang Tua Menggabungkan Nama Si Kecil

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

7 Potret Transformasi Bernadya dari Masa Kecil hingga Penyanyi Sukses, Inspirasi Anak Indonesia

Mom's Life Azhar Hanifah

Ketahui Perbedaan Anak Pemalu & Alami Kecemasan, Kapan Tanda Perlu Bantuan Ahli?

Parenting Kinan

Aktris China Tang Wei dan Suami Sutradara Asal Korea Sambut Kelahiran Anak Kedua

Kehamilan Amrikh Palupi

Di Usia 18 Th, Vivienne Anak Angelina Jolie & Brad Pitt Ajukan Penghapusan Nama Belakang Sang Ayah

Mom's Life Amira Salsabila

Lahaula Wala Quwwata Illa Billah: Tulisan Arab, Arti, dan Keutamaannya

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Anne Hathaway Akui Hidupnya 'Surreal' saat Hamil Anak Ketiga, Ternyata....

Ketahui Perbedaan Anak Pemalu & Alami Kecemasan, Kapan Tanda Perlu Bantuan Ahli?

Dude Harlino & Alyssa Soebandono Kembalikan Uang Rp5,2 Miliar Honor dari PT DSI ke Polisi

7 Potret Transformasi Bernadya dari Masa Kecil hingga Penyanyi Sukses, Inspirasi Anak Indonesia

5 Hal Perlu Diperhatikan saat Bayi Baru Lahir Pulang ke Rumah

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK