PARENTING
10 Kalimat 'Sakti' yang Perlu Didengar Anak dari Orang Tua hingga Kakek-Nenek Menurut Pakar
Azhar Hanifah | HaiBunda
Sabtu, 25 Jul 2026 13:35 WIBKata-kata yang diucapkan orang tua maupun kakek-nenek ternyata memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak. Bukan hanya membentuk rasa percaya diri, ucapan yang positif juga dapat membantu anak merasa aman, dicintai, dan berani menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.
Mengutip dari laman Yahoo Life, para psikolog anak menilai bahwa kalimat yang perlu didengar anak dari orang tua maupun kakek-nenek bukan sekadar ungkapan penyemangat. Ucapan sederhana tersebut dapat membentuk rasa percaya diri, ketahanan emosional, hingga cara anak memandang dirinya sendiri di masa depan.
Lalu, apa saja kalimat tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini, Bunda.
10 Kalimat 'sakti' yang perlu didengar anak dari orang tua dan kakek-nenek menurut pakar
Berikut ini 10 kalimat yang perlu didengar anak dari orang tua dan kakek-nenek menurut pakar
1. "Ayah, Bunda, Kakek, dan Nenek akan selalu menyayangimu apa pun yang terjadi"
Kasih sayang tanpa syarat menjadi fondasi penting bagi perkembangan emosional anak. Menurut psikolog berlisensi Dr. Crystal Saidi, anak perlu diyakinkan bahwa dirinya dicintai bukan karena prestasi atau kesempurnaan, melainkan karena dirinya berharga apa adanya.
Kalimat ini membantu anak merasa aman untuk menjadi diri sendiri tanpa takut kehilangan kasih sayang orang-orang terdekatnya.
2. "Kami percaya kamu bisa mempertimbangkan pilihanmu dan mengambil keputusan yang baik"
Memberikan kepercayaan kepada anak dapat melatih rasa tanggung jawab sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya. Direktur Kesehatan Mental Audrey Hepburn Children's House, Dr. Brett A. Biller, menjelaskan bahwa ungkapan ini mendorong anak untuk berpikir sebelum bertindak serta belajar membuat keputusan secara mandiri.
3. "Kamu pasti bisa"
Dukungan sederhana seperti ini mampu meningkatkan motivasi anak. Dr. Joe Vaccaro, Psy.D., Executive Director Newport Healthcare Southern California, mengatakan bahwa kalimat tersebut menunjukkan optimisme sekaligus menumbuhkan keyakinan bahwa anak mampu menghadapi tantangan.
Sebaliknya, jika terlalu sering mengatakan "kamu tidak bisa" justru berpotensi menurunkan semangat dan membuat anak merasa rendah diri.
4. "Tidak apa-apa kalau kamu merasa seperti itu"
Anak juga perlu mengetahui bahwa semua emosi boleh dirasakan, termasuk sedih, kecewa, takut, atau marah. Menurut Dr. Saidi, mengakui perasaan anak membantu mereka memahami bahwa emosinya valid dan layak didengarkan.
Dengan begitu, anak akan lebih mudah belajar mengelola emosinya secara sehat.
5. "Kami akan tetap ada untukmu, meski semuanya tidak berjalan sesuai harapan"
Kehadiran orang tua dan kakek-nenek saat anak mengalami kegagalan sangat berarti. Dr. Biller menekankan pentingnya tidak hanya memberikan dukungan, tetapi juga benar-benar mendengarkan apa yang ingin disampaikan anak.
Saat anak merasa didengar tanpa dihakimi, mereka akan lebih nyaman meminta bantuan ketika menghadapi masalah di kemudian hari.
6. "Kamu aman"
Rasa aman merupakan kebutuhan dasar setiap anak. Menurut Dr. Saidi, kepastian bahwa anak aman, baik secara fisik maupun emosional, akan membuat mereka lebih percaya diri untuk belajar, bermain, dan mengeksplorasi lingkungan sekitar.
7. "Kami bangga dengan dirimu"
Pujian yang berfokus pada diri anak, bukan hanya pencapaiannya, membantu membangun harga diri yang sehat. Dr. Biller menjelaskan bahwa kebanggaan yang ditunjukkan oleh orang-orang terdekat menjadi dasar bagi anak untuk kemudian mampu menghargai dirinya sendiri saat tumbuh dewasa.
8. "Kami percaya padamu."
Kepercayaan dari orang tua menjadi bekal penting sebelum anak memiliki keyakinan terhadap dirinya sendiri.
Menurut Dr. Biller, saat anak merasakan kepercayaan dari orang-orang terdekat, mereka akan lebih berani mencoba hal baru dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.
9. "Maaf."
Tidak sedikit orang dewasa yang merasa meminta maaf kepada anak dapat mengurangi wibawa. Padahal, menurut Dr. Biller, meminta maaf justru menjadi contoh nyata tentang tanggung jawab atas kesalahan.
Ia menjelaskan bahwa sikap ini juga mengajarkan kerendahan hati dan pentingnya menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain.
10. "Menurutmu bagaimana?"
Pertanyaan ini mengajarkan anak untuk berpikir kritis sekaligus menunjukkan bahwa pendapat mereka dihargai. Dr. Biller mengatakan bahwa dengan mengajak anak menyampaikan pikirannya, orang tua dapat memahami sudut pandang mereka, sekaligus membantu meningkatkan rasa percaya diri dan identitas diri anak.
Ucapan sederhana ternyata dapat memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan emosional anak, Bunda. Dengan membiasakan mengucapkan kalimat-kalimat positif di atas, orang tua maupun kakek-nenek dapat membantu membangun rasa aman, percaya diri, serta hubungan yang lebih hangat dengan Si Kecil.
Demikian pembahasan mengenai beberapa kalimat 'sakti' yang sebaiknya sering diucapkan saat berkomunikasi dengan anak-anak, baik dengan orang tua maupun kakek dan neneknya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)