PARENTING
7 Karakteristik Anak Gen Beta dan Cara Mendidiknya, Disebut Lebih Cepat Beradaptasi
Kinan | HaiBunda
Sabtu, 01 Aug 2026 14:00 WIBKarakteristik anak Gen Beta yang lahir mulai tahun 2025 perlu menjadi perhatian, agar kemampuan sosialnya bisa berkembang optimal. Nah, bagaimana cara mendidiknya?
Diketahui bahwa anak Gen Beta atau Generasi Beta merupakan mereka yang lahir di antara tahun 2025 hingga 2039.
Anak-anak ini akan tumbuh di dunia yang dipenuhi teknologi canggih, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan berbagai pengalaman baru lainnya.
Apa itu Generasi Beta?
Dikutip dari Parenting First Cry, Generasi Beta adalah generasi yang lahir setelah Generasi Alpha.
Nama Gen Beta diambil dari alfabet Yunani, mengikuti Gen Alpha, yang menandai dimulainya cara penamaan generasi yang baru.
Menurut peneliti sosial dan futuris Mark McCrindle, penamaan ini mencerminkan cara khas generasi-generasi tersebut dibentuk oleh dunia yang semakin terintegrasi dengan teknologi.
Sebagai individu yang lahir antara tahun 2025 hingga 2039, Gen Beta mencakup anak-anak dari Gen Y yang lebih muda (milenial) dan Gen Z yang lebih tua.
"Mereka juga diperkirakan akan mencapai 16 persen dari populasi global pada tahun 2035," kata McCrindle, dikutip dari ABC News.
Karakteristik anak Gen Beta
Anak-anak Generasi Beta akan tumbuh di dunia yang dipenuhi berbagai teknologi baru yang canggih, seperti robot, kecerdasan buatan (AI), dan realitas virtual (virtual reality/VR).
Kemajuan teknologi tersebut akan membentuk cara mereka belajar, bermain, dan berinteraksi dengan dunia di sekitarnya.
Gen Beta akan menjadi generasi yang dicirikan oleh integrasi teknologi yang signifikan, serta penerimaan yang lebih tinggi terhadap keberagaman.
"Dunia digital dan dunia fisik akan menyatu secara mulus bagi Generasi Beta," imbuh McCrindle.
Karena tumbuh di dunia penuh teknologi canggih, anak Gen Beta diperkirakan akan memiliki sejumlah karakteristik yang membedakan mereka dari generasi sebelumnya, seperti:
1. Kenal teknologi lebih dini
Anak Generasi Beta akan dikelilingi oleh teknologi, bahkan sejak mereka dilahirkan. Dengan berbagai gadget yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, mereka akan lebih cepat memahami cara menggunakan teknologi tersebut.
Dampak positifnya, mereka berpotensi memiliki kemampuan digital yang baik bahkan sejak usia dini.
2. Cepat beradaptasi
Dunia yang dihadapi Generasi Beta akan terus mengalami perubahan, sehingga mereka dituntut untuk mampu menyesuaikan diri.
Anak-anak ini diperkirakan akan terbiasa beradaptasi dengan situasi baru, metode belajar yang terus berkembang, hingga perubahan dalam kehidupan bermasyarakat. Diprediksi anak Gen Beta akan tumbuh menjadi pribadi yang fleksibel.
3. Lebih mampu menghargai keberagaman
Selain lebih fleksibel, Generasi Beta akan hidup di dunia yang semakin menghargai perbedaan pada semua orang.
Mereka akan memahami pentingnya keberagaman dan cenderung menjunjung tinggi nilai kesetaraan serta bersikap baik kepada siapa pun, tanpa memandang latar belakang.
4. Lebih terhubung secara sosial
Karena teknologi memungkinkan koneksi tanpa batasan geografis, Generasi Beta akan tumbuh dalam lingkungan yang sangat global.
Dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya, mereka lebih memiliki pandangan luas tentang dunia dan cenderung lebih inklusif.
Kehidupan sosial mereka akan terjalin melalui platform digital, yang memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia.
Hal ini perlu menjadi perhatian orang tua, terutama untuk tetap mengajak anak berkoneksi dengan lingkungan nyata di sekitarnya. Termasuk mengajarkan tentang sopan santun.
5. Lebih mampu multitasking
Dengan banyaknya interaksi, anak-anak Generasi Beta memiliki potensi untuk mampu multitasking alias melakukan banyak hal secara bersamaan. Termasuk belajar sambil berinteraksi dengan perangkat digital, menonton video, dan berkomunikasi dengan teman.
Kecerdasan mereka secara digital juga lebih berkembang, karena lebih terlatih untuk berinteraksi dengan berbagai platform.
6. Punya kesadaran sosial yang tinggi
Generasi Beta kemungkinan besar akan lebih peduli terhadap masalah sosial dan lingkungan, terinspirasi oleh berbagai gerakan global yang berkembang saat ini. Termasuk di antaranya seperti perubahan iklim dan ketidakadilan sosial.
7. Belajar dengan cara yang sesuai untuk dirinya sendiri
Dengan dukungan teknologi yang semakin canggih, anak Gen Beta dapat belajar sesuai dengan kecepatan belajarnya sendiri. Mereka juga dapat lebih fokus mendalami bidang atau mata pelajaran yang paling diminati.
Cara mendidik anak Generasi Beta
|
|
Dengan banyaknya perubahan besar yang terjadi di dunia saat ini, terutama dalam dunia teknologi, sebagian pakar berpendapat Generasi Beta akan berbeda dari generasi mana pun sebelumnya.
"Mereka akan tumbuh di dunia yang dibentuk oleh kemajuan pesat teknologi, kecerdasan buatan, serta tantangan lingkungan," ungkap psikiater anak, Zishan Khan, MD, dikutip dari Parents.
Membesarkan anak Generasi Beta pun bisa menjadi tantangan baru bagi orang tua. Berikut beberapa cara mendidik Gen Beta yang bisa coba Bunda terapkan:
1. Ajarkan anak memakai teknologi dengan bijak
Alih-alih membiarkan layar menjadi pengalih perhatian, ajarkan anak memanfaatkan teknologi tersebut sebagai sarana belajar yang menyenangkan.
Saat ini tersedia banyak aplikasi dan permainan edukatif yang dapat membantu mereka mempelajari hal-hal baru, mengembangkan keterampilan, sekaligus meningkatkan kreativitas.
2. Bantu anak memahami emosinya
Bantu anak mengenali emosinya dengan menyebutkan apa yang sedang ia rasakan. Termasuk misalnya 'apakah kamu sedang merasa sedih, kesal, atau lelah?'.
Ajak mereka menceritakan perasaannya dan bantu menemukan cara yang sehat untuk mengelola emosi tersebut. Kemampuan ini akan membantu anak menjadi lebih bahagia, sekaligus lebih berempati terhadap orang lain.
3. Prioritaskan kesejahteraan fisik dan mental
Penting bagi orang tua untuk membantu anak menjaga kesehatannya, termasuk menjaga keseimbangan antara kondisi fisik dan mental.
Dorong anak untuk aktif bergerak, pastikan mereka mendapatkan waktu tidur yang cukup, serta sediakan waktu untuk rileks sejenak. Ketika tubuh dan pikirannya sehat, anak akan lebih mampu memberikan kemampuan terbaiknya.
4. Kembangkan kemampuan bersosialisasi
Bantu anak membangun keterampilan komunikasi yang baik dengan mendorong mereka bekerja sama dengan orang lain.
"Orang tua perlu membantu anak-anak mereka mengembangkan kemampuan sosial, kolaborasi, dan kerja sama. Selain itu, juga membantu mereka mengelola peran teknologi dalam kehidupan sehari hari, menggunakannya untuk meningkatkan pengetahuan dan hubungan antarmanusia, bukan untuk mengisolasi diri," pesan pakar pendidikan, Leslie Tyler.
5. Tetapkan aturan screen time untuk seluruh keluarga
Teknologi memang penting dan bisa membantu, tapi penggunaan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif.
Oleh sebab itu, orang tua perlu membuat aturan penggunaan gadget yang berlaku bagi seluruh anggota keluarga, bukan anak saja.
Sebagai contoh, dilarang menggunakan ponsel saat makan bersama atau saat malam hari menjelang tidur.
Sediakan waktu rutin untuk melakukan kegiatan yang menyenangkan bersama, misalnya dengan berjalan-jalan, piknik, atau sekadar membuat kerajinan tangan di rumah.
Itulah penjelasan tentang karakteristik anak Gen Beta dan cara mendidiknya. Ingatlah bahwa orang tua memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak, termasuk anak Gen Beta.
Mereka tetap perlu mengembangkan kemampuan sosial, kolaborasi, dan kerja sama, sambil tetap memanfaatkan teknologi secara bijak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Kosakata Anak Makin Menurun karena Screen Time, Ini Faktanya
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali Karakter Anak Gen Beta Lahir Tahun 2025 & Cara Mendidik
Bunda, Ini Pentingnya Mengajarkan 5 Kata Sakti pada Anak Sejak Dini
5 Karakter Istimewa Si Kecil Berzodiak Pisces, Artistik dan Penyayang
Kenali 5 Karakter Utama Anak yang Bakal Bentuk Kepribadiannya Kelak
TERPOPULER
Ini Dia Negara Paling Jujur dan Paling Tidak Jujur di Dunia, Indonesia Masuk Mana?
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
Darah Haid Menggumpal seperti Daging Hati Ayam, Apakah Normal?
4 Kode Warna dan Abjad Nutri-Level di Produk Pangan Olahan
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Merek Bantal Anti Peyang, Pilih yang Terbaik untuk Si Kecil!
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kartu Ucapan Kelahiran Aesthetic untuk Bayi Perempuan & Laki-laki
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kasur Lantai Lipat Terbaik, Ada yang Orthopedic
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Cuaca Panas Bikin Rambut Cepat Lepek? Ini 7 Produk Perawatan Rambut yang Wajib Dicoba
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Outfit Hijab untuk Ibu Hamil, Nyaman Dipakai dan Tetap Stylish
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Dongeng: Anak Itik Buruk Rupa
Bayi Minum ASI Banyak Hari Ini tapi Besok Sedikit, Normalkah?
5 Potret Andy /rif Bersama Kedua Putranya, Beda Postur Tubuh Ayah-Anak Jadi Sorotan
Seberapa Efektif Pola Asuh 5:1 untuk Bangun Hubungan yang Sehat antara Anak dan Orang Tua?
Rayakan Hari Anak Nasional Lewat Momen Penuh Keceriaan Bersama Anak-anak Pejuang Kanker
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Halaman Rumah Nganggur? Cornilleau 740 Longlife Bisa Jadi Spot Kumpul Seru
-
Beautynesia
7 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kulit Wajah Breakout
-
Female Daily
Review Huda Beauty Lip Contour Stain & Faux Filler Gloss: Lip Combo Viral yang Layak Masuk Wishlist?
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Ronaldo Disebut Menikah Minggu Ini, Gayanya Pakai Cincin Berlian Jadi Sorotan
-
Mommies Daily
12 Rekomendasi Bra Menyusui yang Nyaman, Seamless hingga Big Size