Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Mengenal Pola Asuh 'Beta Mom' yang Dikenal Santai tapi Tetap Peduli dengan Anak

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 28 Jul 2026 15:50 WIB

Ilustrasi Ibu dan Bayi
Ketahui Pola Asuh 'Beta Mom' yang Dikenal Santai Tapi Tetap Peduli dengan Anak/ Foto: iStockphoto/ Getty Images/geargodz
Daftar Isi
Jakarta -

Pola asuh yang diterapkan orang tua kini dapat menyesuaikan rentang kelahiran anak. Bunda yang memiliki anak generasi beta ternyata dapat menerapkan pola asuh yang santai atau dikenal 'Beta Mom'.

Pola asuh beta berfokus pada fleksibilitas, koneksi, dan mempercayai insting ibu untuk lebih menikmati peran sebagai orang tua. Menurut psikiater bersertifikat dan pendiri Saranga Comprehensive Psychiatry, Vinay Saranga, MD, seorang 'Beta Mom' mengambil pendekatan yang jauh lebih santai terhadap peran sebagai ibu.

"Alih-alih terlalu terlibat, seorang ibu beta membiarkan segala sesuatu berjalan apa adanya. Bukan berarti dia tidak peduli atau tidak mencintai anak-anaknya, dia hanya lebih cenderung membiarkan segala sesuatu berjalan dengan sendirinya, dan menyadari bahwa segala sesuatu tidak harus sempurna atau terkontrol sepanjang waktu," ungkap Saranga, dilansir laman Parents.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Saranga mengatakan bahwa pendekatan pengasuhan ini berbeda dari peran tradisional seorang ibu yang mencoba menciptakan masa kecil yang sempurna melalui penjadwalan berlebihan dan terlalu memikirkan setiap aktivitas anak. Sebaliknya, tipe ibu ini membiarkan anak-anaknya memiliki lebih banyak kendali dan memberi mereka ruang untuk membuat pilihan sendiri, termasuk bermain sendiri dan menyuarakan preferensi mereka sendiri.

Hal yang sama juga diungkapkan terapis keluarga, Menurut Kim Feeney, LISW, RPT. Menurutnya, ibu-ibu beta memiliki fokus dan tujuan yang berbeda dibandingkan orang tua sebelumnya.

"Alih-alih bertanya bagaimana saya bisa mendapatkan kepatuhan atau kendali, pergeseran fokus mereka adalah pada apa yang dibutuhkan anak dan bagaimana mereka dapat terhubung dengan anak dalam hal tersebut," kata Feeney.

Feeney mengatakan, menjadi ibu beta dapat mencakup fleksibilitas yang disengaja, pola pengasuhan yang mengutamakan hubungan, dorongan daripada kontrol, kehangatan, dan batasan.

Karakter dari 'Beta Mom'

Berikut adalah beberapa karakteristik dari pola asuh 'Beta Mom' atau ibu yang mengasuh anak generasi beta:

  • Menghindari upaya untuk menjadi sempurna
  • Menolak budaya perbandingan
  • Membiarkan anak menemukan minat mereka sendiri
  • Mendorong anak-anaknya untuk mencari jalan hidup sendiri
  • Fleksibilitas dan memiliki sifat yang santai
  • Menolak untuk membuat jadwal secara berlebihan untuk anak-anaknya
  • Membiarkan anak-anaknya membuat 'kekacauan' atau 'kesalahan'
  • Membiarkan anak-anaknya mengalami konsekuensi secara alami
  • Menolak pola pikir bahwa kita harus melakukan semuanya sendiri
  • Berfokus untuk selalu hadir untuk anak di saat ini

Manfaat menjadi 'Beta Mom'

Tren ibu beta sebenarnya telah berkembang selama bertahun-tahun, Bunda. Semuanya bermula ketika para ibu lelah dengan tekanan bahwa semuanya harus benar dan berjalan lancar.

Selain itu, banyak perempuan telah memperoleh lebih banyak kemandirian dan bisa melakukan lebih banyak hal sendirian. Ini berarti mereka mempercayai naluri dan penilaian mereka serta menyadari bahwa kehidupan yang tertata rapi dan sempurna tidaklah selalu benar.

"Mereka juga menyadari bahwa tidak apa-apa untuk sedikit mengurangi pengawasan terhadap setiap gerak-gerik anak-anak," ujar Saranga.

Menjadi 'Beta Mom' ternyata bisa bermanfaat bagi seorang Bunda. Menurut Saranga, stres dan kecemasan dapat berkurang pada ibu yang menerapkan pola asuh 'Beta Mom'.

"Hubungan seorang ibu dengan anak-anaknya menjadi lebih menyenangkan karena mereka tidak perlu lagi mengatur dan mengoreksi setiap detail kecil," kata Saranga.

Pola pengasuhan ini juga bermanfaat bagi anak, terutama saat mereka bertambah besar. Anak-anak dapat belajar memecahkan masalahnya sendiri dan mengembangkan kepercayaan diri yang lebih besar.

"Keindahan menjadi seorang ibu beta adalah tidak perlu intervensi terus-menerus. Ibu beta tetap mendukung dan sangat menyayangi anak-anak mereka, (tetapi) mereka cenderung tidak terlalu mengawasi anak-anak, menyelamatkan mereka, dan selalu ikut campur," ungkap Saranga.

Meski pola asuh ini dianggap bagus, 'Beta Mom' juga memiliki kelemahan. Selama menerapkan pola pengasuhan ini, Bunda harus memastikan hal itu tidak dilakukan secara berlebihan ya. Jangan sampai, anak-anak merasa diabaikan, kesepian, atau merasa tidak berguna.

"Kita harus ingat bahwa anak-anak tetap membutuhkan bimbingan dan struktur dalam hidup mereka. Jangan salah mengartikan sikap santai sebagai sikap lepas tangan sepenuhnya," ujar Saranga.

Cara menerapkan pola asuh 'Beta Mom'

Bunda ingin menerapkan pola asuh ini ke anak? Saranga menyarankan untuk memulainya secara perlahan. Bunda tidak bisa langsung beralih dari sepenuhnya terlibat dalam segala hal yang dilakukan anak menjadi sepenuhnya menjauh begitu saja.

"Mulailah dengan satu atau dua aktivitas di mana orang tua dapat mengurangi keterlibatan dan membiarkan anak-anak menyelesaikannya sendiri," kata Saranga.

"Mungkin ini memberi kesempatan kepada anak untuk mengatasi masalah yang sesuai dengan usianya sendiri."

Selain itu, Bunda tidak harus menjadi ibu yang terlalu pasif bila memang tidak terbiasa untuk melakukannya. Sebaliknya, fokuslah untuk menjadi orang tua yang lebih fleksibel dan berpikiran terbuka.

"Kita tidak ingin beralih dari fleksibel menjadi tidak konsisten. Anak-anak Anda tetap membutuhkan struktur, bimbingan, dan orang tua yang bersedia menjadi sosok dewasa di ruangan," ujar Saranga.

Demikian serba-serbi pola asuh 'Beta Mom' yang dikenal santai dalam mengasuh anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda