PARENTING
7 Masalah yang Bisa Dialami Anak jika Sering Dianggap Dewasa Sejak Kecil
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Minggu, 16 Aug 2026 18:10 WIBSama seperti orang dewasa, anak-anak juga rentan menerima label tertentu berdasarkan sifat dan kepribadian mereka. Salah satu label yang cukup umum adalah ketika anak dianggap dewasa sejak kecil.
Label ini biasanya diberikan ketika anak mungkin dianggap dramatis, berkemauan keras, atau terlalu sensitif. Memberikan label anak dengan anggapan seperti itu ternyata tidak sepenuhnya berdampak positif, Bunda.
Begitu anak mencapai usia dewasa, kenangan akan klasifikasi atau label ini dapat memengaruhi mereka karena menyebabkan beberapa kesulitan. Mereka bisa merasa bersalah, terlalu banyak menganalisis, hingga mengalami hubungan yang tidak seimbang.
Psikolog klinis berlisensi di Amerika Serikat, Dr. Emily Bly, PhD, mengatakan bahwa anak yang sering dianggap dewasa memang memiliki sifat yang berbeda dari anak seumurannya. Penanda ini dapat muncul dari apa yang diamati orang tua dan guru mengenai kemampuan anak dalam mengatur emosi.
"Anak-anak yang diberi label 'dewasa' atau 'berjiwa tua' sering kali bukanlah tipe yang 'membuat keributan' atau menunjukkan perilaku 'bermasalah'," kata Bly, dilansir Parade.
Anak-anak ini juga dianggap memiliki daya pengamatan yang tinggi, serta menunjukkan tingkat kecerdasan emosional atau empati yang luar biasa sejak usia dini. Banyak di antaranya terlihat 'dewasa sejak dini' bukan karena keinginan, melainkan karena keadaan.
"Anak-anak terkadang mengembangkan sifat-sifat 'anak baik' ini sebagai mekanisme bertahan hidup, atau adaptasi terhadap lingkungan yang tidak dapat beradaptasi secara optimal dengan fase perkembangan mereka," ungkap Bly.
Masalah yang bisa dialami anak dengan label 'dewasa sejak dini'
Ada beberapa masalah yang bisa dialami anak jika sering dianggap dewasa sejak kecil, yakni:
1. Perfeksionisme
Sikap perfeksionis adalah salah satu kepribadian yang bisa muncul pada anak jika sering dianggap dewasa sejak dini, Bunda. Sebagai konsekuensi dari perfeksionisme ini, anak-anak akan tumbuh menjadi orang dewasa yang menganggap dirinya sebagai seorang 'workaholic'.
"Jika dihargai karena kedewasaan dan 'kinerja', maka kita akan kesulitan menyesuaikan ekspektasi agar sesuai dengan serangkaian tuntutan yang lebih kompleks," ujar Bly.
2. Kesulitan untuk meminta bantuan
Bly mengatakan bahwa meminta bantuan adalah tantangan bagi anak-anak yang sering dianggap sudah cukup dewasa saat kecil. Tantangan ini secara alami dapat berlanjut hingga anak tumbuh dewasa.
"Anak-anak yang dewasa sering dihargai karena kemampuan mereka untuk tidak membutuhkan apa pun dari orang dewasa di sekitar mereka," ujarnya.
"Saat dewasa, bagian inti dari identitas adalah mereka berpikir sebagai 'pemecah masalah' dan 'pelaku', sehingga mereka seharusnya tidak perlu meminta bantuan. Ketika orang dewasa seperti ini menghadapi masalah, mereka sering kali mengatasinya sendiri tanpa dukungan yang mungkin sangat dibutuhkan," lanjutnya.
3. Suka menanggung tanggung jawab berlebihan
Dalam psikologi, Bly mengatakan bahwa ada konsep ini juga disebut 'kemandirian yang berlebihan'. Hal ini bahkan bisa menjadi ciri kas dari anak-anak yang sering dianggap dewasa sejak dini.
"Fakta bahwa meminta bantuan itu sulit membuat orang dewasa cenderung memikul lebih banyak tanggung jawab daripada yang sebenarnya mampu mereka lakukan," kata Bly.
"Ini adalah awal dari kelelahan (burnout) , yang merupakan risiko besar bagi mereka yang terlalu bertanggung jawab," lanjutnya.
4. Kebutuhan yang ditekan
Apakah Si Kecil sering mengesampingkan kebutuhan sendiri demi memenuhi kebutuhan orang lain? Hal ini bisa menjadi tanda bahwa ia dianggap 'dewasa' saat masih kecil.
"Jika kita dihargai karena tidak banyak menuntut dan tidak memiliki kebutuhan, maka yang akan terjadi adalah kita akan menekan kebutuhan sendiri demi orang lain," kata Bly.
5. Sering merasa Bersalah
Anak yang sering dianggap dewasa sejak kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang sering merasa bersalah. Saat seseorang meminta bantuan, ia akan merasa sangat bersalah bila tidak membantu atau melihat dampaknya pada orang lain.
"Mereka akan berpikir, 'Apakah orang tersebut akan marah bila tidak dibantu?'' atau 'Apakah mereka akan meninggalkan saya?'," ungkap Bly.
6. Terlalu menganalisis sesuatu
Menurut Bly, orang dewasa yang cenderung menyenangkan orang lain sering kali terbiasa untuk 'membaca situasi' ketika mereka masih kecil. Akibatnya, orang-orang ini menjadi sangat peka terhadap kebutuhan orang lain.
"Terkadang, sebagai orang dewasa, mereka bisa terjaga di malam hari sambil berpikir, 'Seharusnya saya mengatakan itu?', 'Apa yang akan dipikirkan orang itu tentang saya?' dan 'Apakah saya meminta terlalu banyak?'," ujar Bly.
"Kecemasan sosial dan kelumpuhan pengambilan keputusan terkadang berada di ujung spektrum tersebut," lanjutnya.
7. Ketidakseimbangan hubungan
Mereka yang sering dianggap dewasa saat masih kecil bisa mengalami masalah dalam menjalin relasi dengan teman dan pasangan. Orang-orang ini sering kali mudah dimanfaatkan dalam hubungan yang toksik karena kepribadian mereka yang suka membantu.
"Merawat seseorang atau menyelesaikan masalah sering kali sudah terlalu dinormalisasi bagi mereka. Mereka mungkin tidak menyadari sampai berada dalam hubungan yang sudah sangat jauh, di mana mereka melakukan banyak pekerjaan berat dan tidak menerima cukup imbalan," kata Bly.
Itulah beberapa masalah yang bisa dialami anak jika sering dianggap dewasa sejak kecil. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Anak 1 Tahun Sudah Bisa Apa Saja? Ketahui Perkembangan Normal Sesuai Usianya
Pentingnya Investasi Hubungan Suami Istri untuk Perkembangan Anak
5 Tips Memahami Perkembangan Emosional Anak
7 Pertanyaan Sederhana yang Membuat Bunda Lebih Dekat dengan Si Kecil
TERPOPULER
2600 Nama Bayi Perempuan Islami, Modern, Keren dari A-Z Lengkap dan Artinya
9 Kondisi Unik tapi Wajar yang Bisa Terjadi setelah Bunda Melahirkan
Kisah Haru Bunda Rayakan Ultah Pertama Si Kecil setelah Alami 20 Kali Keguguran
9 Ciri Orang yang Butuh Me Time, Bukan Berarti Antisosial
Usia Berapa Anak Mulai Coba Makanan Pedas?
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Menyimpan Sayuran agar Tetap Segar dan Tidak Cepat Busuk
9 Kondisi Unik tapi Wajar yang Bisa Terjadi setelah Bunda Melahirkan
2600 Nama Bayi Perempuan Islami, Modern, Keren dari A-Z Lengkap dan Artinya
5 Potret Balian Ibrahimovich Putra Andy /rif yang Kini Sudah Dewasa, Berprestasi di Bidang Olahraga
Kisah Haru Bunda Rayakan Ultah Pertama Si Kecil setelah Alami 20 Kali Keguguran
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Mau Pakai Makeup Tebal Saat Halloween? Siapkan 3 Produk Ini
-
Beautynesia
BeauPicks: Rekomendasi Sepatu Hiking yang Nyaman untuk Naik Gunung
-
Female Daily
Parfum Punya Masa Kedaluwarsa? Kenali 5 Tanda Fragrance Favoritmu Sudah Berubah
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
5 Zodiak Paling Drama Queen, Ada yang Suka Cari Perhatian!
-
Mommies Daily
8 Resep Menu Sehat Murah di Bawah Rp100 Ribu untuk Keluarga, Mudah Dibuat di Rumah