PARENTING
Kapan Waktu Tepat Ajarkan Anak Toilet Training?
Kinan | HaiBunda
Rabu, 19 Aug 2026 18:20 WIBToilet training menjadi salah satu tahapan penting dalam proses tumbuh kembang Si Kecil. Nah, kapan waktu tepat ajarkan anak toilet training?
Sering kali orang tua mungkin mengira toilet training akan berlangsung secara mudah dan alami, karena buang air merupakan fungsi tubuh.
Namun nyatanya, proses ini membutuhkan waktu dan terkadang dapat membuat anak maupun orang tua merasa stres.
Kemampuan anak dalam berkomunikasi juga sangat penting saat toilet training. Faktor ini pun menjadi perlu diperhatikan oleh orang tua sebelum memulai proses latihan.
Dikutip dari Mayo Clinic, pada usia 15 bulan anak biasanya mulai tertarik untuk mencoba mengenakan dan melepas pakaiannya sendiri. Ini bisa menjadi salah satu tanda anak mulai penasaran dengan cara menggunakan toilet.
Kapan waktu yang tepat mulai toilet training?
Dikutip dari laman resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tidak ada patokan usia tertentu yang berlaku untuk semua anak dalam memulai toilet training.
Kesiapan anak dapat dilihat dari kematangan fisik dan psikologisnya. Umumnya, kesiapan tersebut mulai muncul pada usia sekitar 18 bulan hingga 2,5 tahun.
Namun menurut peneliti Alina Lynden, setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda.
"Mereka belajar berjalan dan berbicara pada waktu yang berbeda, begitu pula dengan kemampuan menggunakan toilet," kata Lynden, seperti dikutip dari BBC.
Memasuki usia sekitar 18 bulan, anak umumnya mulai berada dalam masa peka karena kemampuan mengontrol sistem sarafnya semakin berkembang. Mereka pun semakin mengenal dan memahami fungsi tubuhnya.
Tanda-tanda anak siap toilet training
Berikut beberapa tanda yang dapat menunjukkan bahwa Si Kecil sudah mulai siap menjalani toilet training:
1. Mulai tertarik menggunakan toilet
Anak yang mulai siap toilet training biasanya menunjukkan rasa ingin tahu ketika melihat orang lain menggunakan toilet.
Pada tahap ini, Bunda dan Ayah dapat mulai mengenalkan fungsi toilet kepada anak sekaligus menjelaskan cara menggunakannya.
2. Popok lebih sering kering
Perhatikan kondisi popok Si Kecil dalam kesehariannya. Jika popok dapat tetap kering dalam waktu yang lebih lama, hal ini dapat menunjukkan bahwa anak mulai mampu menahan buang air.
Hal ini juga dapat menjadi salah satu tanda bahwa anak mulai siap untuk toilet training.
3. Usia
Secara umum, anak mulai mampu mengenali dan mengontrol keinginan untuk menggunakan toilet pada rentang usia sekitar 18 bulan hingga 3 tahun.
Namun, usia bukan satu-satunya patokan ya, Bunda. Kesiapan setiap anak tetap perlu dilihat dari kemampuan fisik dan psikologisnya.
4. Mampu mengungkapkan keinginan untuk buang air
Jika anak sudah dapat memberikan tanda atau memberi tahu Bunda ketika ingin buang air kecil maupun besar, hal ini juga dapat menunjukkan bahwa ia mulai siap toilet training.
Hal yang tak kalah penting, perhatikan pula kemampuan anak dalam mempertahankan perhatian. Misalnya, apakah ia sudah mampu duduk dalam satu posisi selama sekitar 2 hingga 5 menit.
5. Tidak nyaman dengan popok yang basah atau kotor
Apakah Si Kecil mulai menunjukkan rasa tidak nyaman ketika popoknya basah atau kotor?
Respons tersebut dapat menjadi cara anak menunjukkan bahwa ia sudah tidak betah menggunakan popok yang basah atau kotor. Anak mungkin juga mulai berusaha menahan buang air.
Tanda-tanda lain yang perlu diperhatikan
Selain tanda di atas, ada beberapa ciri lain yang dapat menunjukkan anak sudah siap menjalani toilet training:
- Mampu meniru dan menunjukkan ketertarikan untuk belajar, misalnya mengikuti orang tua ke kamar mandi.
- Mampu mengembalikan benda ke tempatnya, baik ketika diminta maupun atas kemauannya sendiri.
- Mulai menunjukkan kemandirian, misalnya dengan sering mengatakan 'tidak'.
- Sudah mampu berjalan dan duduk dengan baik.
- Mampu menyampaikan keinginan untuk buang air kecil atau buang air besar.
- Mampu melepas dan mengenakan pakaiannya sendiri.
Cara memulai toilet training
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mulai melatih Si Kecil menggunakan toilet:
1. Kenalkan kata-kata sederhana tentang toilet
Mulailah mengenalkan kata-kata sederhana yang berkaitan dengan buang air dan toilet, seperti 'kencing', 'pipis', 'pup', dan 'toilet'. Gunakan istilah yang sesuai dengan kebiasaan yang diterapkan di rumah dan keluarga.
Usahakan kata-kata tersebut digunakan secara rutin dalam percakapan sehari-hari. Misalnya, Bunda dapat menjelaskan kepada anak bahwa setiap orang perlu buang air kecil dan buang air besar.
Bunda juga dapat menjelaskan bahwa pipis dan pup merupakan sisa yang dikeluarkan oleh tubuh, sehingga harus dibuang.
2. Jelaskan fungsi toilet
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memberikan penjelasan sederhana mengenai fungsi toilet. Dengan begitu, anak dapat memahami alasan dirinya perlu belajar menggunakan toilet dan celana dalam, bukan terus bergantung pada popok.
3. Tunjukkan kapan anak perlu pergi ke toilet
Ajak anak ke toilet dan bantu atur posisi duduknya di pispot. Latihan ini dapat dilakukan ketika anak menunjukkan tanda-tanda ingin buang air kecil atau buang air besar.
Anak mungkin menunjukkan ekspresi wajah tertentu, memegang area genital, atau menarik celananya.
Beberapa anak juga tampak berjalan mondar-mandir, berjongkok, menggerutu, atau bergerak-gerak di tempat juga dapat menjadi tanda bahwa anak ingin menggunakan toilet.
Bantu anak mengenali berbagai sinyal tersebut, misalnya Bunda dapat mengatakan, 'Bunda tahu itu artinya kamu perlu menggunakan toilet', kemudian segera ajak ia ke kamar mandi.
Hentikan sementara aktivitas yang sedang dilakukan anak dan bawa ia ke kamar mandi. Berikan pujian ketika anak mulai memahami bahwa dirinya perlu buang air.
Pastikan pula anak mengenakan pakaian yang longgar dan mudah diturunkan atau dinaikkan.
4. Ajak anak saat ingin mengganti popok
Ajarkan anak untuk memberi tahu Bunda ketika popoknya sudah kotor. Usahakan proses mengganti popok berlangsung dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan.
Hindari menunjukkan kemarahan saat anak pada awalnya sering gagal. Jangan membentak, memarahi, atau menghukum anak karena popoknya kotor atau ia buang air kecil saat sedang mengganti popok.
5. Buat jadwal ke toilet
Bila diperlukan, Bunda juga dapat membuat jadwal bagi Si Kecil untuk pergi ke toilet. Jika anak belum mampu memberi tahu kapan ingin buang air dan belum menunjukkan tanda-tanda yang jelas, cobalah ajak ia ke toilet setiap sekitar 2 jam.
Waktu yang dapat dipilih antara lain pada pagi hari setelah bangun tidur dan segera setelah anak selesai tidur siang.
Berapa lama toilet training berlangsung?
Penelitian menunjukkan bahwa proses toilet training dapat berlangsung cukup lama dan hasilnya berbeda-beda pada setiap anak. Namun secara rata-rata, anak biasanya membutuhkan setidaknya beberapa bulan hingga benar-benar berhasil.
Usia ketika anak mulai menjalani toilet training juga dapat memengaruhi lamanya proses tersebut.
Salah satu studi melaporkan bahwa anak yang mulai toilet training pada usia 18 hingga 24 bulan membutuhkan waktu rata-rata sekitar 13 hingga 14 bulan untuk menyelesaikannya.
Sementara itu, anak yang mulai toilet training setelah usia 27 bulan membutuhkan waktu sekitar 10 bulan atau kurang.
Itulah penjelasan tentang kapan waktu tepat ajarkan anak toilet training. Hal yang terpenting, tidak perlu terburu-buru.
Perhatikan tanda-tanda kesiapan Si Kecil dan lakukan toilet training secara bertahap dengan sabar, konsisten, serta tanpa paksaan. Tetap semangat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
Bayi Langsung Jalan Tanpa Merangkak, Normalkah?
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Panduan Toilet Training untuk Anak: Usia yang Tepat, Cara Melatih dan Metode
Uniknya Gaya Parenting di Berbagai Negara, Jepang Ajarkan Anak Mandiri sejak Dini
3 Persiapan Penting Sebelum Mengajari Anak Toilet Training
Cara Membuat Anak Mau BAB di Toilet
TERPOPULER
Angle Kiri atau Kanan? Ternyata Pilihan Pose Selfie Ungkap Sifat Asli Seseorang
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bunda yang Baru Melahirkan Rentan Depresi, Olahraga Ini Bisa Bantu Mengatasinya
Angle Kiri atau Kanan? Ternyata Pilihan Pose Selfie Ungkap Sifat Asli Seseorang
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Kerja dengan File Video Besar? Ini Penyimpanan Portable untuk Kreator
-
Beautynesia
5 Cara Udara Kering dapat Memengaruhi Kesehatan, Waspada!
-
Female Daily
House of Dove 2026 Hadir di PIM 2, Intip 5 Activity Seru untuk Kenali Kebutuhan Hair, Body, dan Underarm!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Ramalan Zodiak 15 Oktober: Scorpio Harus Tegas, Libra Jangan Resah
-
Mommies Daily
Perbedaan Tantrum, Meltdown, dan Overload pada Anak: Kenali 5 Cirinya