sign up SIGN UP search

parenting

Panduan Toilet Training untuk Anak: Usia yang Tepat, Cara Melatih dan Metode

Kinan   |   Haibunda Selasa, 24 Jan 2023 16:35 WIB
Ilustrasi toilet training Ilustrasi Panduan Toilet Training untuk Anak: Usia yang Tepat, Cara Melatih dan Metode. Foto: Getty Images/PeopleImages
Jakarta -

Kemampuan anak untuk buang air sendiri di toilet merupakan salah satu tahap perkembangan kemandirian yang penting. Hal ini seringkali dianggap menjadi tantangan sulit bagi orang tua.

Maka dari itu, proses persiapan pun menjadi hal yang tak boleh diabaikan. Tak hanya untuk anak, tapi juga untuk orang tua.

Dikutip dari Mayo Clinic, pada usia 15 bulan biasanya anak sudah mulai tertarik mencoba mengenakan dan melepas pakaian sendiri. Ini bisa menjadi salah satu tanda anak ingin tahu cara menggunakan toilet.


Nantinya di usia 18 bulan, kontrol sistem saraf sudah semakin berkembang dan anak sudah semakin sadar akan fungsi tubuhnya.

Namun, perlu diketahui bahwa kesiapan anak untuk memulai toilet training bisa berbeda-beda, ya. Tidak perlu membandingkan atau memaksa anak supaya cepat sukses toilet training.

Kapan usia tepat memulai toilet training?

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam laman resminya, tidak ada usia yang pasti untuk memulai toilet training untuk anak. Kesiapannya dilihat dari kematangan fisik dan psikologis, yang umumnya muncul sekitar usia 18 bulan sampai 2,5 tahun.

Beberapa tanda anak sudah siap toilet training di antaranya:

  • Mampu meniru dan menunjukkan rasa tertarik untuk belajar, misalnya mengikuti ke kamar mandi
  • Mampu mengembalikan benda-benda ke tempatnya, baik diminta ataupun tidak
  • Mampu menunjukkan tanda kemandirian dengan berkata 'tidak'
  • Sudah mampu berjalan dan duduk dengan baik
  • Mampu menyampaikan rasa ingin buang air (kecil atau besar)
  • Mampu melepas dan mengenakan pakaiannya

Cara melatih dan persiapan toilet training untuk anak

Pelaksanaan toilet training yang konsisten memerlukan perencanaan yang juga disepakati seluruh pihak yang terlibat dalam pengasuhan anak, termasuk anggota keluarga besar atau petugas tempat penitipan anak. 

Dengan demikian, prosesnya bisa berjalan dengan lebih aman terkendali. Salah satu persiapan penting saat hendak toilet training yakni melepas popok sekali pakai.

Menurut Dokter Spesialis Anak, dr. Citra Amelinda, Sp.A, M.Kes, IBCLC, anak yang siap melakukan toilet training akan mulai memahami sinyal untuk melakukan buang air kecil atau besar. 

Anak juga akan merasa risih ketika popoknya basah atau kotor. Saat itulah Bunda dapat memberikan pengertian bahwa anak bisa belajar menahan buang air dan melakukannya hanya di toilet.

Seperti diketahui, tahap toilet training meliputi penyampaian keinginan buang air, melepas celana, buang air di toilet, membersihkan bagian tubuh sekitar tempat buang air, mengenakan celana kembali, menyiram toilet, dan mencuci tangan.

Nah, lakukan semua proses pembelajaran ini secara bertahap dan tak perlu terburu-buru ya, Bunda.

Child sitting on the toiletIlustrasi cara mengajarkan anak untuk toilet training/Foto: iStock

Metode memulai toilet training untuk anak

Setelah persiapan selesai, berikut beberapa metode toilet training yang dapat diterapkan:

  1. Biasakan mengenali isyarat ketika anak akan buang air, seperti ekspresi wajah, perilaku, atau posisi tertentu. Tanyakan apakah ia ingin ke toilet saat isyarat itu timbul.
  2. Selalu berikan contoh, baik tentang cara duduk di toilet maupun dalam kebiasaan makan banyak serat.
  3. Latihan buang air dapat dimulai satu kali sehari pada waktu yang sama, seperti setelah makan atau saat mandi, ketika anak tidak berpakaian.
  4. Ketika anak sudah mulai belajar mengendalikan proses buang airnya, Bunda dapat mengurangi pemakaian popok sekali pakai secara bertahap. Mulai kenakan celana kain biasa pada siang hari ketika anak terjaga.
  5. Tak perlu terburu-buru berhasil, kendali buang air saat tidur mungkin baru akan timbul setahun setelah anak mampu menahan buang air di siang hari.
  6. Ajari anak untuk buang air di malam hari sebelum tidur. Apabila ia masih sering buang air kecil di malam hari, mungkin Bunda perlu mengajaknya buang air di tengah malam satu kali lagi.

Ingat ya Bunda, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter apabila anak belum dapat mengendalikan buang air saat sudah mencapai usia 7 tahun.

Peran Ayah dalam proses toilet training anak

Tak cuma Bunda, Ayah juga punya peran penting dalam keberhasilan toilet training Si Kecil, lho. Terutama untuk anak laki-laki. 

Melansir laman Project Potty Training, penting bagi seorang anak laki-laki untuk meminta ayahnya menunjukkan bagaimana proses buang air dan membasuh sendiri dilakukan dengan benar.

Ayah juga dapat membantu Bunda memberikan informasi tentang istilah-istilah dalam toilet training pada anak. 

Perlu diketahui, anak belajar dengan mendengar informasi berulang-ulang yang disampaikan. Itu sebabnya, peran Ayah begitu integral dalam prosesnya.

Demikian ulasan tentang panduan toilet training untuk anak. Ingat, tak perlu terburu-buru memulai dan mengakhiri ya, Bunda. Pada waktu-waktu tertentu, wajar jika sesekali anak mungkin masih akan buang air di celana. Tetap semangat, Bunda!

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

(fir/fir)
fase-anak
Anak Usia 1-3 Tahun Ketahui lebih jauh perkembangan anak 1-3 tahun. Cek Yuk arrow-right
Share yuk, Bun!
BERSAMA DOKTER & AHLI
Bundapedia
Ensiklopedia A-Z istilah kesehatan terkait Bunda dan Si Kecil
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
ARTIKEL TERBARU
  • Video
detiknetwork

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!