sign up SIGN UP search


parenting

9 Kecerdasan Majemuk yang Perlu Diketahui, Adakah Potensi pada Anak Bunda?

Haikal Luthfi Kamis, 20 May 2021 11:27 WIB
Science and education concept. AI (Artificial Intelligence). caption
Jakarta -

Bunda, setiap anak memiliki berbagai kecerdasan mereka tersendiri. Namun berbagai pandangan lain muncul tentang persoalan ini. Salah satunya konsep kecerdasan majemuk.

Ya, konsep kecerdasan majemuk atau multiple intelligence pertama kali diperkenalkan tahun 1983 oleh Howard Gardner, seorang psikolog dari Universitas Harvard. Gardner berpendapat bahwa kecerdasan tidak hanya dilihat berdasarkan skor semata dan bukan sesuatu yang dapat dilihat atau dihitung.

Lebih lanjut, dalam bukunya yang berjudul Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligences, yang mana dia menyarankan bahwa semua orang memiliki jenis kecerdasan yang berbeda-beda lho Bunda.


Bagi Gardner tidak ada anak yang bodoh atau pintar, yang ada adalah anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan tertentu. Pada awalnya terdapat delapan jenis kecerdasan, namun seiring berkembangnya waktu, konsep kecerdasan majemuk ini berkembang menjadi sembilan kecerdasan. Apa sajakah itu? Simak ulasan berikut ini, Bunda!

Macam-macam kecerdasan majemuk

Berdasarkan konsep Gardner, terdapat sembilan kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak, diantaranya sebagai berikut:

1. Kecerdasan linguistik

Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menggunakan kata secara efektif baik bahasa lisan dan tulisan, mempelajari bahasa dan kapasitas untuk mencapai tujuan tertentu.

Pandai berbicara dan gemar bercerita merupakan ciri-ciri orang dengan kecerdasan linguistik, salah satu contohnya seperti William Shakespeare dan Oprah Winfrey, yang memiliki kemampuan untuk menganalisis informasi dan membuat produk yang melibatkan bahasa lisan dan tulisan seperti pidato, buku, dan memo.

2. Kecerdasan logis matematis

Kecerdasan logis-matematis mengacu pada kemampuan untuk menganalisis masalah secara logis, melakukan operasi matematika, dan menyelidiki masalah secara ilmiah.

Pada dasarnya ini melibatkan kemampuan untuk menganalisis masalah, menemukan atau menciptakan rumus-rumus atau pola matematika, dan menyelidiki sesuatu secara alamiah. Ada juga yang secara awam menjabarkan kecerdasan ini sebagai kecerdasan ilmiah karena berkaitan dengan pola berpikir atau berargumentasi secara induktif dan deduktif, berpikir dengan bilangan dan kesadaran terhadap pola-pola abstrak.

Orang dengan kecerdasan ini, seperti Albert Einstein dan Bill Gates, yang memiliki kemampuan untuk mengembangkan persamaan dan pembuktian, membuat kalkulasi, dan memecahkan masalah abstrak.

3. Kecerdasan spasial

Kecerdasan spasial menampilkan potensi untuk mengenali dan memanipulasi pola ruang luas serta pola area yang lebih terbatas, seperti pematung, ahli bedah, pemain catur, dan arsitek. Kecerdasan ini yang membuat seseorang mampu menghadirkan dunia ruang secara internal dalam pikirannya.

Contoh orang dengan kecerdasan spasial, seperti Wright bersaudara dan Amelia Earhart yang memiliki kemampuan untuk mengenali dan memanipulasi gambar spasial berskala besar dan kecil.

4. Kecerdasan gerak tubuh

Kecerdasan gerak tubuh adalah potensi menggunakan seluruh tubuh atau bagian tubuh, seperti tangan atau mulut untuk memecahkan masalah atau membuat produk.

Seseorang dengan kecerdasan gerak tubuh secara alami memiliki tubuh yang atletis, keterampilan fisik, kemampuan dan merasakan bagaimana seharusnya tubuh membentuknya hingga mahir menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan.

Kecerdasan ini juga termasuk keterampilan koordinasi, keseimbangan,kelenturan, kekuatan, fleksibilitas, dan kecepatan. Contoh orang dengan kecerdasan gerak tubuh, seperti Michael Jordan dan Simone Biles, yang memiliki kemampuan menggunakan tubuh untuk menciptakan produk dan melakukan keterampilan.

5. Kecerdasan musikal

Beautiful toddler sitting on the blanket playing xylophone smiling at kindergartenIlustrasi anak main musik/ Foto: Istockphoto

Kecerdasan musikal mengacu pada keterampilan dalam pertunjukan, komposisi, dan apresiasi pola musik. Orang dengan kecerdasan semacam ini mampu merubah kata-kata menjadi lagu dan menciptakan berbagai permainan musik.

Contoh mereka dengan kecerdasan musikal, seperti Beethoven dan Ed Sheeran yang memiliki kemampuan untuk mengenali dan membuat ketukan, ritme, timbre, dan nada musik.

6. Kecerdasan interpersonal

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk memahami maksud, motivasi, dan keinginan orang lain dan akibatnya dapat bekerja secara efektif dengan orang lain.

Memiliki interaksi yang baik dengan orang lain, pintar menjalin hubungan sosial, serta mampu mengetahui dan menggunakan berbagai cara saat berinteraksi, adalah ciri-ciri kecerdasan interpersonal yang menonjol.

Contoh orang dengan kecerdasan interpersonal, seperti Mahatma Gandhi dan Bunda Teresa yang memiliki kemampuan untuk mengenali dan memahami suasana hati, keinginan, motivasi, dan niat orang lain.

7. Kecerdasan intrapersonal

Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan untuk memahami diri sendiri, memiliki model kerja yang efektif dari diri sendiri, termasuk keinginan dan kapasitasnya untuk menggunakan informasi tersebut secara efektif dalam mengatur kehidupannya sendiri.

Orang dengan kecerdasan intrapersonal, seperti Aristoteles dan Maya Angelou yang memiliki kemampuan untuk mengenali dan memahami suasana hati, keinginan, motivasi, dan niatnya sendiri.

Jenis kecerdasan ini dapat membantu seseorang untuk memahami tujuan hidup mana yang penting dan bagaimana cara mencapainya.

8. Kecerdasan naturalis

Kecerdasan naturalis memiliki daya tarik yang besar terhadap lingkungan alam sekitar. Ini melibatkan keahlian dalam pengenalan dan klasifikasi berbagai spesies flora dan fauna di lingkungannya.

Orang dengan kecerdasan naturalis, seperti Charles Darwin dan Jane Goddall yang memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi dan membedakan berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan bentukan cuaca yang ditemukan di alam.

9. Kecerdasan eksistensial

Kecerdasan eksistensial berkaitan dengan kepekaan dan kemampuan untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia.

Orang yang unggul dalam kecerdasan ini biasanya dapat melihat gambaran besarnya atau membayangkan masa depan tentang apa yang kemungkinan terjadi. Para filsuf, teolog, dan pelatih kehidupan termasuk di antara mereka yang menurut Gardner memiliki kecerdasan eksistensial yang tinggi.

Contoh orang dengan kecerdasan semacam ini seperti Socrates dan St. Augustine yang memiliki kecerdasan eksistensial tinggi meliputi minat pada pertanyaan tentang kehidupan, kematian, kemampuan untuk melihat melampaui indera untuk menjelaskan fenomena, dan keinginan untuk menjadi orang luar sekaligus menunjukkan minat yang kuat pada masyarakat dan orang-orang di sekitar mereka.

(haf/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!