Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Jika Anak Batuk Berkepenjangan Tak Kunjung Sembuh, Cek Sumber Penyakitnya

Elia Amaliana   |   HaiBunda

Minggu, 04 Oct 2026 13:35 WIB

Cara redakan bapil anak
Batuk anak tak kunjung sembuh/ Foto: Getty Images/iStockphoto/dolgachov
Daftar Isi

Batuk pada anak adalah hal yang umum terjadi pada masa kanak-kanak. Sebagian besar batuk disebabkan oleh pilek, flu, alergi, atau infeksi saluran pernapasan lainnya. Batuk pada umumnya bisa diobati di rumah dengan istirahat, meminum obat, atau dengan cara pencegahan lainnya. Tapi bagaimana jika batuk tidak kunjung sembuh atau bahkan sering kambuh?

Dalam kondisi ini orang tua perlu mencari tahu sumber penyakitnya. Menurut Kepala Pulmonologi Anak Atlantic Health, Gurpreet Phull, MD, jika batuk kronis memengaruhi pernapasan anak di malam hari, di kelas, berolahraga, setelah sakit, atau saat, perubahan musim, ada baiknya untuk menyelidiki sumber penyakit batuk tersebut. 

Beragam penyebab batuk berkepanjangan pada anak

Dikutip dari Atlantic Health, Dr. Phull menyatakan bahwa penyebab batuk berkepanjangan pada anak dapat disebabkan oleh berbagai kondisi yang memengaruhi saluran pernapasan. Karena penyebabnya beragam, diperlukan pemeriksaan untuk mengetahui sumber batuk dan menentukan penanganan yang sesuai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berikut beberapa penyebab batuk berkepanjangan pada anak yang mungkin memerlukan evaluasi lebih lanjut oleh spesialis: 

1. Asma

Batuk kronis yang memburuk di malam hari atau saat beraktivitas fisik mungkin menandakan asma. Kondisi ini disebabkan karena peradangan dan penyempitan saluran napas yang mengakibatkan batuk berkepanjangan, mengi, hingga sesak napas. Pengobatan asma biasanya menggunakan inhaler atau obat khusus untuk mengendalikan peradangan dan menjaga saluran pernapasan agar tetap terbuka.

2. Rinitis dan sinusitis

Penyebab selanjutnya adalah rinitis dan sinusitis. Hal tersebut dapat menyebabkan lendir hidung yang menetes ke tenggorokan yang memicu batuk secara terus menerus. Anak yang mengalami ini mungkin merasakan hidung tersumbat, sering pilek, atau bernapas melalui mulut. Pengobatan seringkali menggunakan semprotan saline atau steroid, untuk mengurangi peradangan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin merekomendasikan tindakan operasi, seperti pengangkatan adenoid, jika pengobatan medis belum berhasil mengatasi masalah. 

3. Gangguan pada Saluran Pernapasan 

Batuk kronis juga bisa disebabkan oleh kelainan fisik atau struktural pada saluran pernapasan. “Kami melihat kasus aspirasi, di mana makanan atau cairan secara tidak sengaja masuk ke saluran napas, atau masalah struktural seperti penyempitan subglotis, area di bawah pita suara, dan trakeomalasia, yaitu kelemahan pada saluran napas bagian bawah,” ucap dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan anak di Monroe Carell, Dr. Wilcox.

Kondisi ini mungkin memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti endoskopi untuk mengetahui penyebabnya. Berdasarkan hasil dari pemeriksaan, dokter dapat menentukan penanganan yang sesuai mulai dari pengobatan hingga tindakan operasi atau rujukan ke tim medis terkait.

Langkah yang perlu dilakukan orang tua

Jika Si Kecil mengalami batuk yang tak kunjung sembuh hingga waktu yang ditentukan, orang tua perlu mencatat beberapa informasi penting untuk diberikan pada dokter. Catat tentang kapan batuk dimulai dan kapan paling sering terjadi?

Apakah batuk semakin memburuk di malam hari, saat berolahraga, atau saat terpapar udara dingin atau debu? Apakah batuknya basah, kering, atau seperti gonggongan? Apakah disertai mengi, demam, lendir, nyeri, atau refluks. Nah, beberapa catatan tersebut sangat penting untuk menyampaikan riwayat dan pola batuk Si Kecil.

Kapan harus menemui spesialis?

Ada beberapa tanda yang harus diperhatikan orang tua sebagai alasan bahwa anak harus berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pertolongan yang sesuai.

  • Berlangsung lebih dari 3-4 minggu
  • Mengganggu kehidupan sehari-hari, seperti absen sekolah
  • Tidak kunjung membaik setelah anak sembuh dari sakit
  • Sering kambuh pada musim atau saat melakukan aktivitas tertentu
  • Mengganggu tidur, menyebabkan muntah, atau disertai sesak napas.

Jika Si Kecil mengalami beberapa kondisi tersebut, sebaiknya orang tua berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab batuk. Jika sudah melakukan pengobatan awal namun batuk tidak kunjung membaik, dokter mungkin akan merujuk anak ke dokter spesialis paru anak untuk evaluasi lebih lanjut. Terlebih lagi jika disertai dengan kesulitan bernapas, atau mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Berbagai tes akan dilakukan untuk menentukan sumber masalah dari penyakit tersebut dan menawarkan terapi yang sesuai.  “Batuk terus menerus pada anak merupakan sinyal bahwa ada sesuatu di saluran pernapasan yang teriritasi atau meradang,” ucap Dr. Phull.

“Bagi banyak anak, penyebabnya biasanya ringan dan pengobatnnya mudah. Tetapi bagi anak yang lain, terutama mereka yang memiliki asma, alergi, dan refluks, masalah tidur, atau masalah paru-paru lainnya, evaluasi dini dan tepat bisa membuat perbedaan besar dalam mencegah masalah pernapasan yang memburuk dan meningkatkan kualitas hidup anak.” tutup Dr. Phull.

Batuk yang berlangsung lama pada anak sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika mulai mengganggu aktivitasnya. Dengan mengenali pola dan gejalanya, orang tua diharapkan dapat membantu dokter untuk menemukan sumber penyakit dan menentukan penanganan yang sesuai bagi Si Kecil. Semoga membantu, Bunda.

 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda