HaiBunda

PARENTING

Apakah Kanker Payudara Bisa Menurun ke Anak?

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 09 Oct 2026 15:45 WIB
Apakah Kanker Payudara Bisa Menurun ke Anak?/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Taras Grebinets
Jakarta -

Kanker payudara sering kali dikaitkan dengan faktor keturunan dan genetik. Hal ini kemudian membuat banyak orang tua bertanya, apakah kanker payudara bisa menurun ke anak?

Pertanyaan tersebut mungkin terlintas di benak Bunda ketika memiliki anggota keluarga yang pernah atau sedang berjuang melawan kanker payudara. Meski faktor genetik dapat meningkatkan risiko, ada beberapa hal yang perlu dipahami sebelum menyimpulkan bahwa kanker payudara bisa atau tidak menurun ke anak.

Perlu diketahui, kanker payudara adalah penyakit yang dimulai ketika sel-sel di payudara tumbuh di luar kendali. Sel-sel abnormal ini dapat membentuk tumor dan bisa menyebar ke kelenjar getah bening di dekatnya atau bagian tubuh lainnya jika tidak terdeteksi dan diobati.


Kanker payudara dapat terbentuk di satu atau kedua payudara. Baik perempuan atau laki-laki bisa terkena kanker payudara, Bunda.

Menurut ulasan di Breast Cancer Research Foundation, sekitar 2,3 juta perempuan didiagnosis kanker payudara di seluruh dunia dan 670.000 meninggal dunia pada tahun 2022. Setiap 14 detik, di suatu tempat di dunia, seorang perempuan didiagnosis mengidap kanker payudara.

Apakah kanker payudara bisa menurun ke anak?

Melansir dari laman UT MD Anderson, kanker payudara bisa bersifat keturunan. Artinya, penyakit ini diturunkan dalam keluarga dan dapat diwariskan secara genetik.

Riwayat keluarga yang mengidap kanker dapat berarti bahwa kerabat sedarah tingkat pertama dan kedua pernah mengidap kanker payudara atau jenis kanker lainnya. Kerabat sedarah tingkat pertama adalah orang tua, saudara kandung, atau anak. Sementara kerabat tingkat kedua, seperti bibi, paman, kakek, nenek, atau saudara tiri.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 5 hingga 10 persen kanker payudara bersifat herediter atau diturunkan secara genetik. Kondisi medis ini dapat disebabkan oleh mutasi genetik atau perbedaan pada gen yang memengaruhi cara kerjanya.

Bagaimana cara mengetahui apakah anak memiliki mutasi genetik kanker?

Beberapa perubahan genetik tidak berbahaya, tetapi yang lain dapat menyebabkan penyakit atau masalah kesehatan lainnya. Nah, perubahan genetik yang berdampak negatif terhadap kesehatan disebut mutasi. Jika mutasi tersebut diturunkan dari orang tua kepada anak, maka disebut mutasi genetik yang diwariskan.

Dikutip dari BreastCancer.org, tes genetik dapat menentukan apakah anak mewarisi mutasi genetik yang terkait dengan risiko kanker payudara yang lebih tinggi. Dokter atau konselor genetik dapat membantu dalam memutuskan, jenis tes genetik mana yang tepat berdasarkan riwayat pribadi atau keluarga tentang kanker payudara dan kanker lainnya.

Berbagai jenis kanker payudara biasanya didiagnosis pada usia yang berbeda. Artinya, tidak ada usia spesifik di mana semua kanker payudara herediter biasanya didiagnosis.

Namun, secara umum, kanker payudara herediter yang disebabkan oleh mutasi genetik sering kali muncul di usia dini. Artinya, kanker ini didiagnosis lebih awal daripada usia rata-rata diagnosis untuk jenis kanker payudara tertentu.

Mutasi genetik yang diwariskan terkait dengan kanker payudara

Semua jenis kanker payudara dapat disebabkan oleh mutasi genetik yang diturunkan. Berikut mutasi genetik yang dapat menyebabkan kanker payudara:

1. BRCA1 dan BRCA2

Mutasi pada gen BRCA1 atau BRCA2 disebut Hereditary Breast dan Ovarian Cancer Syndrome, merupakan penyebab utama kanker payudara yang diturunkan. Gen BRCA1 dan BRCA2 membantu memulihkan DNA dan melindungi tubuh dari kanker.

Baik laki-laki maupun perempuan dapat memiliki mutasi ini. CDC menulis bahwa 7 persen perempuan di Amerika Serikat akan mengembangkan kanker payudara pada usia 70 tahun. Namun, untuk perempuan dengan mutasi BRCA1 atau BRCA2, angka tersebut melonjak menjadi 50 persen.

2. PALB2

Seperti gen BRCA1 dan BRCA2, gen PALB2 melindungi tubuh dari kanker dengan membantu memperbaiki DNA yang rusak. Mutasi gen ini bisa memicu kanker payudara. Mutasi PALB2 juga dapat meningkatkan risiko kanker pankreas pada laki-laki dan perempuan.

3. CHEK2

Gen CHEK2 adalah gen penekan tumor. Artinya, gen ini berperan dalam menghentikan pertumbuhan tumor, seperti kanker payudara. Mutasi CHEK2 dapat melipatgandakan risiko rata-rata kanker payudara dan juga dapat meningkatkan risiko kanker prostat dan usus besar.

4. CDH1

Mutasi genetik gen CDH1 bisa menyebabkan kondisi yang dikenal sebagai kanker lambung difus herediter. Selain peningkatan risiko kanker lambung, perempuan dengan mutasi CDH1 juga memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

5. PTEN

Mutasi genetik yang diwariskan pada gen PTEN menyebabkan kondisi yang sangat langka yang disebut sindrom Cowden. Orang dengan sindrom ini memiliki risiko lebih tinggi terkena tumor payudara jinak (bukan kanker) dan ganas, serta pertumbuhan pada saluran pencernaan, tiroid, rahim, dan ovarium.

6. TP53

Mutasi pada gen TP53 dapat meningkatkan risiko kanker tertentu, termasuk kanker payudara. Sindrom Li-Fraumeni adalah sindrom kanker herediter langka yang meningkatkan risiko sarkoma jaringan lunak, kanker payudara, leukemia, kanker paru-paru, tumor otak, dan kanker adrenal. Banyak orang dengan sindrom Li-Fraumeni memiliki mutasi gen TP53.

Cara mengurangi risiko kanker payudara

Ada berbagai pilihan untuk mengurangi risiko kanker payudara. Namun, kita tidak dapat mengubah riwayat keluarga terkait kondisi ini ya, Bunda.

Beberapa cara mengurangi risiko bisa dengan menjaga berat badan yang sehat dan aktif secara fisik. Anak juga dapat diminta untuk menjalani skrining dan pemberian obat yang cocok dengan kondisinya.

Penyebab kanker kayudara

Tidak ada satu penyebab tunggal kanker payudara, tetapi ada banyak hal yang dapat meningkatkan risiko, termasuk gaya hidup tidak sehat. Anak-anak dan remaja yang memiliki sindrom tertentu mungkin memiliki peningkatan risiko terkena fibroadenoma. Sindrom ini mencakup:

  • Sindrom Beckwith-Wiedemann
  • Sindrom Maffucci
  • Sindrom Cowden

Anak-anak dan remaja yang mengidap sindrom Li-Fraumeni juga memiliki peningkatan risiko terkena tumor filodes.

7 ciri kanker payudara anak yang sering diabaikan orang tua

Ada beberapa ciri kanker payudara pada anak yang sering diabaikan orang tua, yakni:

  1. Benjolan di payudara, ketiak, atau di sekitar puting susu
  2. Perubahan ukuran atau bentuk payudara yang tidak terkait dengan pubertas atau kenaikan berat badan
  3. Nyeri atau ketidaknyamanan pada payudara
  4. Kulit pada atau di sekitar payudara yang tampak tidak rata, berlesung pipit, atau berkerut
  5. Kulit pada atau di sekitar payudara yang tampak merah, bersisik, gatal, atau bengkak
  6. Puting yang tertarik ke dalam
  7. Keluarnya darah atau cairan lain dari puting

Kapan harus ke dokter?

Bunda harus segera berkonsultasi dengan dokter anak jika Si Kecil mengalami salah satu gejala di atas. Jika anak memiliki gejala benjolan di payudara, maka dokter perlu mencari tahu penyebabnya.

Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, serta melakukan pemeriksaan fisik. Dari hasil tersebut, dokter mungkin akan merekomendasikan tes atau prosedur lain untuk membantu menegakkan diagnosis. Hasil tes juga akan membantu dokter untuk merencanakan pengobatan.

Demikian serba-serbi kanker payudara pada anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bulan Peduli Kanker Payudara: Kenali Sejak Dini, Sayangi Dirimu

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf B

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

Kebakaran RM Padang di Jaktim, Perempuan Nekat Lompat dari Lantai 3 Demi Selamatkan Anak

Mom's Life Amira Salsabila

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Jangan Lupa Jaga Mental Bunda!

Mom's Life Sandra Odilifia & Paul Kuemba

Apakah Kanker Payudara Bisa Menurun ke Anak?

Parenting Annisa Karnesyia

Anak Cedera saat Olahraga? Kenali 5 Tanda yang Mengharuskan ke IGD

Parenting Tim HaiBunda

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Punya Masalah Jantung, Fitri Carlina & Suami Pilih Ikhlas Belum Dikaruniai Momongan

Kebakaran RM Padang di Jaktim, Perempuan Nekat Lompat dari Lantai 3 Demi Selamatkan Anak

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Jangan Lupa Jaga Mental Bunda!

Ciri Kepribadian Orang dengan Nama Awalan Huruf B

Apakah Kanker Payudara Bisa Menurun ke Anak?

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK